www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Dalih Bebaskan Sandera, Netanyahu Bertekad Lanjutkan Penjajahan di Palestina
 
Kondisi Ekonomi hingga Infrastruktur Gaza Terkini Imbas Serangan Israel
Minggu, 19 November 2023 - 07:03:30 WIB
Korban luka pun bergelimpangan di lantai rumah sakit menunggu mendapat perawatan medis. Hal ini terjadi lantaran banyaknya korban tak sebanding dengan kapasitas dan tenaga medis rumah sakit.
Korban luka pun bergelimpangan di lantai rumah sakit menunggu mendapat perawatan medis. Hal ini terjadi lantaran banyaknya korban tak sebanding dengan kapasitas dan tenaga medis rumah sakit.

GAZA - Sejumlah persoalan ekonomi dan infrastruktur mengemuka di Jalur Gaza sejak Israel melakukan serangan di wilayah itu lewat darat, laut, dan udara. Kehancuran pun jadi pemandangan sehari-hari.

Berdasarkan laporan Reuters, dikutip Sabtu (18/11/2023), berikut adalah estimasi segelintir persoalan ekonomi dan infrastruktur yang melanda Gaza sejak Israel melakukan serangan pada 7 Oktober 2023.

Pemukiman Warga
Mengutip data Pemerintah Palestina, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan serangan Israel menghancurkan lebih dari 41.000 unit rumah dan merusak lebih dari 222.000 unit rumah. Setidaknya 45% pemukiman di Gaza dilaporkan rusak atau hancur.

Verifikasi independen sulit dilakukan oleh awak media yang meliput di sana, namun reporter Reuters melaporkan bahwa kehancuran terjadi dalam skala besar.

Pada 12 November 2023, seorang jurnalis asal Israel mengatakan bahwa kala itu 'sangat jarang ada bangunan layak huni yang berdiri' di Kota Beit Hanon, Gaza. Lebih dari 52.000 orang hidup di kawasan itu sebelum perang pecah.

Rumah Sakit dan Sekolah
Menurut laporan yang dikeluarkan OCHA pada 15 November, lebih dari 51% fasilitas pendidikan di Gaza rusak. Sebanyak 625 ribu siswa pun tidak memiliki akses untuk bersekolah.

Sementara menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pada 2016 hanya ada sembilan dari total 35 rumah sakit yang 'sedikit' berfungsi. Sisanya telah menutup layanan medis secara formal.

OCHA kemudian melaporkan bahwa sebanyak 55 mobil ambulan di Gaza rusak. Kelangkaan obat-obatan dan suplai darah juga menjadi persoalan di kawasan tersebut.

Air Bersih dan Sanitasi
Badan Pengungsi Palestina PBB (UNRWA) mengatakan pada 16 November bahwa 70% masyarakat di Gaza Selatan tidak memiliki akses terhadap air bersih karena kekurangan bahan bakar.

Pasalnya, pabrik desalinasi air laut di Khan Younis di Gaza Selatan hanya beroperasi dengan kapasitas 5%. Menurut UNRWA, kendati dua jaringan pipa air dari Israel masih beroperasi, di bagian utara wilayah tersebut pabrik desalinasi air dan jaringan pipa Israel tidak berfungsi.

Mayoritas dari total 65 pompa limbah di Gaza juga tidak berfungsi. OCHA melaporkan bahwa limbah mentah lantas mulai mengalir ke jalan-jalan di beberapa daerah.

Ketahanan Pangan
Di Gaza Utara, OCHA melaporkan tidak ada toko kue atau pabrik roti yang aktif sejak 7 November karena ketiadaan bahan bakar, air, tepung, dan kehancuran gedung.

OCHA menjelaskan bahwa satu-satunya penggilingan gandum di Gaza sudah hancur pada 25 November.

"Situasinya sangat pelik," kata OCHA kepada Reuters.
Bantuan Kemanusiaan

Sebanyak 500 truk barang dan makanan setiap hari masuk ke Gaza Sebelum perang pecah pada 7 Oktober. Namun, semua impor dihentikan hari itu dan baru dilanjutkan pada 21 Oktober. Sejak 21 Oktober dan 21 November, terdapat sekitar 1.139 truk bantuan kemanusiaan yang tiba di Gaza.

Telekomunikasi
Pada 16 November, layanan telekomunikasi Gaza ditutup setelah bahan bakar yang digunakan untuk menjalankan generator habis. OCHA mengatakan beberapa infrastruktur komunikasi di Gaza Selatan rusak pada 14 November.

Organisasi tersebut juga menjelaskan bahwa pemadaman listrik pun membahayakan proses penyediaan bantuan penyelamatan jiwa bagi warga sipil. karena terputusnya komunikasi, UNRWA mengatakan pihaknya tidak dapat mengelola atau mengkoordinasi konvoi bantuan kemanusiaan mulai 17 November kemarin.

Dampak Ekonomi
Dalam laporan bersama, Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Barat (ESCWA) dan Program Pembangunan PBB (UNDP) pada 5 November mencatat sekitar 390.000 pekerjaan hilang sejak perang membara di Gaza. Padahal situasi sosio-ekonomi di Gaza sudah sangat buruk sebelum perang.

Tingkat kemiskinan diperkirakan mencapai 61% pada tahun 2020. Dalam perkiraan awal, berbagai badan PBB mengatakan kemiskinan diperkirakan akan meningkat antara 20% dan 45%, tergantung pada kondisi sosial-ekonomi dan durasi perang.

Mereka juga memperkirakan bahwa perang tersebut akan membuat produk domestik bruto (PDB) di Gaza turun 4% dan 12% pada 2023, seperti yang dilansir dari detik. (*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
PM Zionis Israel, Benjamin Netanyahu.(foto: int)Dalih Bebaskan Sandera, Netanyahu Bertekad Lanjutkan Penjajahan di Palestina
Kegiatan Ngopi STAI Ar-Ridho Bagansisapiapi.(foto: afrizal/halloriau.com)Ngopi STAI Ar-Ridho Ajak Mahasiswa Melek Politik dan Aktif dalam Perubahan
Ilustrasi.(int)Belum Sempat Nikmati Hasil, 3 Pelaku Curanmor di Rimba Melintang Dibekuk
  Serangan Zionis Israel di Bumi Palestina.(foto: int)Zionis Israel Pakai AI Bunuh Belasan Ribu Warga Palestina
ASA saat diamankan di Mapolsek Bangko.(foto: afrizal/halloriau.com)Nekat Jual Sabu, Pengangguran di Bangko Diringkus Polisi
Honda Vario 125 meraih Best Medium Automatic Scooter 110-125 cc dari GridOto Award 2023Honda Vario 125 Raih Best Medium Automatic Scooter 110-125 cc di GridOto Award 2023
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Syukuran HUT ke-13 Media Siber www.halloriau.com
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2022 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved