INHU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu) memilih pola berbeda dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kecamatan tahun 2026.
Di tengah tuntutan efisiensi anggaran, agenda syiar Islam tetap digelar dengan pola pembukaan secara maraton dan serentak di beberapa kecamatan.
Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto mengatakan, strategi tersebut diterapkan agar biaya operasional dapat ditekan tanpa mengurangi substansi penyelenggaraan MTQ.
Hal itu disampaikannya saat membuka MTQ XIV Kecamatan Batang Gansal di Astaqa Utama Lapangan Bola Desa Danau Rumbai, Jumat (2/10/2026) malam.
"Dari 14 kecamatan se-Kabupaten Indragiri Hulu, pembukaan MTQ kita laksanakan secara maraton dan serentak 3 hingga 4 kecamatan setiap malamnya," kata Bupati.
"Pola ini terbukti efektif menekan biaya operasional perjalanan dan persiapan teknis, namun esensi utama syiar Islam tetap terjaga," sambungnya.
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa efisiensi tidak diarahkan untuk menghentikan kegiatan keagamaan, melainkan mengubah pola pelaksanaannya agar penggunaan anggaran lebih terkendali.
Di Batang Gansal, pembukaan MTQ tetap berlangsung semarak. Sepuluh kafilah desa mengikuti defile, sementara masyarakat disuguhi Tari Zapin Rajut Rindu yang dibawakan siswa SD dan SMP Desa Danau Rumbai. Bazar UMKM masyarakat juga turut mengisi rangkaian kegiatan.
Prestasi Inhu Melonjak
Di balik penyelenggaraan MTQ tingkat kecamatan, Pemkab Inhu menjadikan kompetisi tersebut sebagai bagian dari rantai pembinaan calon qari dan qariah yang diproyeksikan berprestasi di tingkat lebih tinggi.
Hasilnya mulai terlihat pada MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau 2026. Kafilah Inhu berhasil mengumpulkan 303 poin dan menempati peringkat keempat.
Capaian tersebut menjadi perhatian karena posisi Inhu pada MTQ tingkat Provinsi Riau 2025 berada di peringkat ke-12.
"Capaian ini merupakan lompatan luar biasa. Pada MTQ Tingkat Provinsi tahun 2025 lalu, Indragiri Hulu berada di peringkat ke-12 atau posisi juru kunci," ucap Ade.

"Ini membuktikan bahwa jika kita serius melakukan pembinaan, memberi kesempatan anak-anak berkembang, dan bekerja bersama-sama, hasil terbaik pasti bisa kita raih," tambahnya.
Perubahan peringkat tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa MTQ tingkat kecamatan bukan sekadar agenda seremonial.
Kompetisi di tingkat paling bawah menjadi salah satu ruang untuk menemukan dan mengembangkan talenta lokal sebelum bersaing pada tingkat kabupaten hingga provinsi.
Karena itu, Bupati menegaskan pemerintah daerah akan tetap memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan di bidang keagamaan.
Pembinaan Tak Berhenti di Arena MTQ
Selain mengandalkan pembinaan melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Pemkab Inhu juga menyatakan akan mempertahankan program keagamaan lainnya.
Salah satunya Program Umrah Gratis Tahun 2026 yang disebut tidak semata-mata sebagai bentuk penghargaan pemerintah daerah kepada masyarakat.
"Program umrah gratis ini tidak hanya menjadi bentuk penghargaan pemerintah daerah, tetapi juga stimulan dan motivasi bagi masyarakat untuk semakin giat beribadah, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta mendekatkan diri kepada Allah," ujar Ade.
Pembukaan MTQ XIV Batang Gansal kemudian ditandai dengan penekanan sirine oleh Bupati Inhu. Piala bergilir juga diserahkan secara simbolis dari Kepala Desa Seberida kepada Camat Batang Gansal untuk diperebutkan oleh 10 kafilah desa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala DPMPTSP Inhu Arif Sudaryanto, Sekretaris Inspektorat Inhu Ali Sadikin, Kabag Kesra Setda Inhu Arif Fermadi, sejumlah anggota DPRD Inhu, Camat Batang Gansal Hijrah Saputra, unsur Forkopimcam, para kepala desa se-Kecamatan Batang Gansal, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Bagi Pemkab Inhu, pelaksanaan MTQ tahun ini memperlihatkan dua target yang berjalan beriringan, menjaga keberlanjutan syiar Islam di tengah efisiensi anggaran dan memastikan pembinaan generasi muda tetap menghasilkan prestasi yang terukur.(adv)