Jaga Harga Gabah Petani, Penyaluran Beras SPHP di Inhu Ditahan Sementara
Selasa, 18 Februari 2025 - 14:33:57 WIB
RENGAT - Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) untuk sementara waktu ditahan.
Hal ini dilakukan sesuai dengan arahan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI untuk menjaga kestabilan harga gabah di tingkat petani.
Kepala Bulog Inhu, Ryanel Ismansyah, menjelaskan bahwa stok beras SPHP di gudang Bulog Inhu saat ini masih mencukupi. Namun, penyalurannya ditahan sementara waktu.
"Sesuai dengan himbauan Bapanas, penyaluran beras SPHP kita tahan sementara waktu, karena untuk menjaga harga gabah di tingkat petani lokal," ungkap Ryan dilansir dari Tribun Pekanbaru, Selasa (18/2/2025).
Langkah ini sejalan dengan himbauan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan dan meningkatkan pendapatan petani lokal.
Ryanel menambahkan bahwa beras SPHP yang merupakan produk impor memang dijual dengan harga murah. Namun, jika disalurkan, dapat berdampak pada penurunan harga gabah di tingkat petani lokal.
"Saat ini standar harga gabah di petani Rp 6500, kalau kita salurkan beras SPHP harga gabah bisa turun karena tidak laku," ungkap Ryan.
Bulog Inhu juga berencana untuk membeli gabah dari petani di Kabupaten Inhu.
Kepala Bidang Pengawasan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Inhu, Nurizal Murza Indra, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat imbauan dari Bulog Inhu terkait penahanan penyaluran beras SPHP.
"Suratnya sudah kita terima, penyaluran beras SPHP di Kabupaten Inhu ditahan sampai ada pemberitahuan selanjutnya," ungkapnya.
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda) |
Komentar Anda :