TEMBILAHAN - Teror seekor monyet liar membuat warga Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, hidup dalam kewaspadaan tinggi. Dalam kurun waktu enam hari, sedikitnya 10 warga dilaporkan menjadi korban serangan primata tersebut.
Korban berasal dari berbagai kalangan, mulai dari balita, anak-anak, orang dewasa hingga lansia. Sejumlah korban mengalami luka akibat gigitan dan cakaran sehingga harus mendapatkan perawatan medis dan jahitan di rumah sakit.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidi Ismail, mengatakan hasil penelusuran sementara mengindikasikan seluruh serangan dilakukan oleh seekor monyet yang sama.
"Berdasarkan identifikasi awal, pelaku teror diduga satu ekor monyet ekor panjang berwarna abu-abu dengan ukuran yang sangat besar," ungkap Junaidi pada Jumat (31/7/2026).
Teror tersebut pertama kali terjadi pada 25 Juli 2026. Saat itu, seorang warga yang sedang duduk santai di depan rumah tiba-tiba diserang tanpa sebab. Monyet tersebut menggigit dan mencakar korban sebelum melarikan diri ke kawasan permukiman di Parit 13 dan Parit 14.
Menurut Junaidi, primata itu memiliki cara bergerak yang tidak biasa. Monyet diduga memanfaatkan konstruksi rumah panggung khas kawasan pinggiran sungai untuk masuk ke permukiman warga.
Hewan tersebut bahkan merayap melalui kolong rumah dan masuk lewat celah papan lantai yang berlubang. Akibatnya, beberapa warga menjadi korban saat masih berada di dalam rumah, bahkan ketika sedang tertidur pada pagi hari.
"Beberapa warga yang sempat memergoki keberadaan monyet misterius ini mencoba melumpuhkannya menggunakan senapan angin," katanya dilansir dari MCRiau.
Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Monyet itu berhasil meloloskan diri dan kembali bersembunyi di kawasan permukiman.
Mengantisipasi munculnya korban baru, DPKP Inhil telah menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari personel evakuasi dan tenaga medis untuk memburu keberadaan monyet tersebut.
Selain melakukan pencarian, petugas kesehatan juga memberikan vaksin antirabies secara gratis kepada seluruh korban guna mencegah risiko penularan penyakit akibat gigitan hewan.
Meski situasi mulai berangsur kondusif dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal, pihak berwenang mengingatkan warga agar tetap waspada. Masyarakat diminta menutup celah-celah rumah yang dapat menjadi akses masuk hewan liar serta segera melapor kepada petugas apabila melihat keberadaan monyet ekor panjang berwarna abu-abu yang hingga kini masih belum berhasil ditangkap.