PEKANBARU – Penggerebekan gudang bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Kabupaten Kampar mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Riau, Edy Natar Nasution.
Namun, ia mengingatkan Polda Riau agar tidak berhenti pada satu pengungkapan dan menuntaskan kasus dugaan penyalahgunaan BBM secara konsisten, termasuk perkara gudang di kawasan Tenayan, Pekanbaru.
Ketua Gerakan Masyarakat Keadilan Riau (GMKR) itu menilai penggerebekan di Jalan Pancasila, Desa Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri, Selasa (20/10/2026) malam, menjadi momentum bagi kepolisian untuk membuktikan keseriusannya memberantas praktik mafia BBM.
Edy secara khusus mengapresiasi langkah Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat dalam menangani dugaan aktivitas ilegal tersebut.
"Ini sebuah langkah positif yang perlu diapresiasi masyarakat Riau. Kini saat yang tepat bagi Kapolda Riau yang baru untuk menunjukkan komitmennya dalam memerangi mafia BBM," ujar Edy, Rabu (21/10/2026).
Meski demikian, ia menilai pengungkapan kasus saja belum cukup untuk memulihkan kepercayaan publik.
Masyarakat membutuhkan penegakan hukum yang berkelanjutan, transparan, dan menyentuh seluruh pihak yang terbukti terlibat.
Menurut Edy, kejenuhan masyarakat terhadap dugaan praktik mafia BBM harus dijawab melalui penanganan perkara yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar operasi penindakan sesaat.
Ia juga meminta kepolisian membuka perkembangan penanganan kasus gudang BBM di Jalan Temu Puri, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, yang sebelumnya turut menjadi sorotan.
"Saya juga berharap tidak cukup hanya berhenti sampai di sini. Sebagai bukti keseriusan pihak kepolisian, saya berharap kasus penggerebekan gudang BBM di Jalan Temu Puri, Tenayan, beberapa waktu lalu, diusut secara terbuka dan terang benderang," tukasnya.
Desakan tersebut menempatkan konsistensi penegakan hukum sebagai tolok ukur penting bagi Polda Riau.
Publik tidak hanya menunggu pengungkapan lokasi penyimpanan BBM yang diduga ilegal, tetapi juga kejelasan proses hukum dan pertanggungjawaban pihak-pihak yang terbukti terlibat.
Pengusutan kedua kasus secara transparan diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah praktik penyalahgunaan BBM terus berulang di Riau.