KUANSING - Perkembangan penyelidikan dugaan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), memunculkan perhatian publik terhadap sejumlah nama yang dikabarkan ikut diamankan.
Salah satu yang menjadi perbincangan adalah Suci Nitia Edward.
Hingga Selasa (30/6/2026), KPK belum merilis identitas resmi pihak-pihak pejabat Pemkab Kuansing yang diamankan maupun menjelaskan status hukum mereka.
Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi, termasuk mengenai sosok Suci Nitia Edward yang selama ini jarang tampil di ruang publik.
Suci diketahui merupakan istri kedua Bupati Kuansing, Suhardiman Amby.
Namanya mulai dikenal setelah menikah dengan kepala daerah tersebut, meski aktivitasnya tidak pernah menonjol dalam berbagai agenda pemerintahan.
Sebelum menjadi istri bupati, Suci pernah bekerja sebagai tenaga honorer di Sekretariat DPRD Provinsi Riau pada 2017.
Saat itu, ia bertugas di Fraksi Hanura, fraksi yang juga menjadi tempat Suhardiman Amby menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRD Riau.
Hubungan keduanya bermula ketika sama-sama berada di lingkungan kerja tersebut.
Perjalanan hubungan itu sempat menjadi perhatian publik karena mendapat penolakan dari istri pertama Suhardiman, Yulia Herma.
Meski demikian, hubungan keduanya berlanjut hingga akhirnya resmi menikah.
Berbeda dengan pasangan kepala daerah pada umumnya, Suci hampir tidak pernah terlihat mendampingi Suhardiman dalam kegiatan pemerintahan maupun acara seremonial.
Selama Suhardiman menjabat sebagai Wakil Bupati hingga kemudian menjadi Bupati Kuansing, sosok yang lebih sering hadir dalam berbagai agenda resmi Pemkab Kuansing tetap Yulia Herma.
Dalam kesehariannya, Suci disebut menetap di kediaman pribadi Suhardiman yang berada di Desa Pulau Panjang Hulu, Kecamatan Inuman.
Sementara itu, rumah dinas Bupati Kuansing ditempati Yulia Herma.
Di tengah mencuatnya penyelidikan KPK, berkembang informasi yang menyebut Suci memiliki peran dalam pengelolaan sejumlah proyek dan komunikasi dengan pihak kontraktor.
Namun informasi tersebut masih sebatas kabar yang beredar dan belum memperoleh konfirmasi resmi dari KPK.
Sampai saat ini, lembaga antirasuah itu juga belum mengumumkan siapa saja yang telah ditetapkan sebagai tersangka maupun menjelaskan secara rinci konstruksi perkara dalam dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani di Kabupaten Kuansing.