ROHIL- Peredaran narkotika yang disertai meningkatnya kasus pencurian membuat masyarakat Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), hidup dalam kecemasan.
Warga menilai situasi keamanan semakin mengkhawatirkan dan menuntut langkah tegas aparat penegak hukum.
Irwan, salah seorang warga setempat, menegaskan keresahan masyarakat sudah berlangsung lama.
“Masyarakat resah dengan peredaran narkoba dan aksi pencurian, seperti pencurian sawit hingga pencongkelan rumah,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, warga meminta aparat menangkap bandar besar dan meningkatkan patroli keamanan.
“Kemarin sudah ada komitmen dari Polsek, mungkin patroli dua kali sehari,” katanya.
Ia menambahkan, jika narkoba tidak diberantas, tindak kriminal lain diyakini akan terus berulang.
“Kalau narkoba tidak diberantas, aksi ini akan berlanjut berjilid-jilid. Kami minta aparat konsekuen memberantas narkoba,” tegas Irwan.
Hal senada disampaikan Ketua RT setempat, Androy Hidayat.
“Peredaran narkoba di sini marak betul. Kalau tidak diselesaikan, aksi akan terus berlanjut,” ujarnya.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau mengungkap kasus narkotika di Jalan Rambutan, Rantau Kopar, setelah menerima laporan masyarakat terkait dugaan transaksi sabu.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira menjelaskan, tim Subdit I melakukan penyelidikan hingga akhirnya menggerebek sebuah gudang yang dilengkapi kamera pengawas.
“Dari hasil pendalaman, tim bergerak menangkap terduga pelaku di gudang yang dilengkapi CCTV,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, polisi menangkap pria berinisial RP serta menemukan barang bukti berupa plastik bekas besar, alat hisap sabu (bong), dan uang tunai yang diduga terkait aktivitas narkotika.
Putu menegaskan pengungkapan ini bagian dari komitmen pemberantasan narkoba.
“Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti. Kami ingin memastikan ruang peredaran narkoba di Riau tidak diberi celah sedikit pun,” tegasnya.
Saat penggerebekan berlangsung, warga sempat memberikan dukungan.
“Masyarakat senang lokasi yang diduga tempat peredaran narkotika ditindak,” jelas Putu.
Situasi berubah setelah petugas meninggalkan lokasi. Massa yang masih berada di sekitar tempat kejadian diduga terprovokasi hingga melakukan pembakaran sebagian bangunan yang diduga menjadi lokasi aktivitas narkoba.
Kapolsek Rantau Kopar, Iptu Nanang mengungkapkan, pihaknya sebenarnya telah lama menargetkan pelaku lain bernama Ozi.
"Sudah lama kami susun rencana menangkap terduga pelaku atas nama Ozi,” ujarnya.
Ia juga menyebut pihak Polsek tidak dilibatkan dalam operasi tersebut.
“Kami tidak tahu dan tidak diberitahu,” katanya.
Keterangan itu membuat warga mendatangi lokasi gudang milik terduga pengedar dan membakarnya. Massa juga dilaporkan merusak rumah terduga pelaku lain.
Pascainsiden, kondisi di Kepenghuluan Bagan Cempedak kini berangsur kondusif. Kapolsek bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) telah melakukan dialog dengan warga dan tokoh masyarakat untuk meredam ketegangan.