PEKANBARU – Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hilir (Inhil) terus mendalami penyebab ledakan hebat yang memicu kebakaran pada pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Dusun Nibul, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Riau.
Hingga Senin (5/1/2026), penyidik telah memeriksa sedikitnya 11 saksi guna mengungkap pemicu insiden yang terjadi pada Jumat (2/1) sore tersebut.
“Saksi yang kami periksa berasal dari berbagai unsur, mulai dari pihak internal perusahaan hingga masyarakat yang berada di sekitar lokasi saat kejadian,” ujar Kapolres Inhil, AKBP Farouk Oktora, saat dikonfirmasi di Pekanbaru.
Untuk memperkuat penyelidikan secara saintifik, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau telah diterjunkan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Fokus utama tim saat ini adalah mengumpulkan bukti fisik dari material pipa yang meledak.
“Tim Labfor masih bekerja di lapangan. Sore ini dijadwalkan pengambilan sampel pipa untuk kemudian dianalisis di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti ledakan,” tambah Farouk.
Dampak Kerugian dan Korban Berdasarkan data terbaru dari posko pengaduan, tercatat 10 warga menjadi korban dalam peristiwa ini. Farouk memastikan tidak ada korban jiwa, namun sejumlah warga mengalami luka-luka akibat hawa panas dan kepanikan saat kejadian.
- Luka Bakar: 6 orang mengalami luka bakar ringan akibat paparan panas.
- Luka Fisik: 4 orang mengalami luka ringan karena terjatuh saat berupaya menyelamatkan diri.
Selain korban luka, ledakan ini melumat sejumlah aset milik warga dan kendaraan yang terparkir di area terdampak. Sedikitnya lima unit truk dan lima unit sepeda motor hangus terbakar. Fasilitas usaha warga seperti warung tambal ban, tempat pencucian motor, hingga kios timbangan sawit juga dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Guna memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal, Karoops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto turut turun ke lokasi untuk memberikan asistensi dan mitigasi risiko lebih lanjut.