www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Buron Sebulan, Bos Tambang Emas Ilegal Kuansing Akhirnya Dibekuk Polisi
Jumat, 02 Januari 2026 - 19:28:50 WIB
Bos PETI ditangkap polisi Kuansing.(ilustrasi/int)
Bos PETI ditangkap polisi Kuansing.(ilustrasi/int)

KUANSING - Satreskrim Polres Kuansing akhirnya menangkap E (37), bos Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang sempat buron selama satu bulan.

Penangkapan dilakukan pada Jumat pagi (2/1/2026), menyusul kasus tewasnya seorang pekerja tambang ilegal akibat longsor di wilayah Dusun Sungai Betung, Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah.

E ditetapkan sebagai tersangka setelah pekerjanya, CNR (20), meninggal dunia tertimbun longsoran tanah saat melakukan aktivitas penambangan emas ilegal pada Jumat 28 November 2025 lalu.

Insiden tersebut menjadi bukti nyata tingginya risiko keselamatan kerja dalam praktik PETI yang marak terjadi di Kuansing.

Kasatreskrim Polres Kuansing, Iptu Gerry Agnar Timur membenarkan penangkapan tersebut dan menyebutkan, saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kuansing.

“Buronan berinisial E (37) yang merupakan bos PETI berhasil kami amankan. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan untuk pengembangan perkara,” ujar Iptu Gerry, mewakili Kapolres Kuansing, AKBP R Ricky Pratidiningrat.

Iptu Gerry menjelaskan, peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Korban CNR saat itu bekerja bersama dua rekannya, R (21) dan Y (22), di sebuah lubang galian sedalam kurang lebih satu meter untuk menyedot material pasir mengandung emas.

Tanpa peringatan, tebing tanah di sekitar lubang tambang tiba-tiba runtuh dan langsung menimbun tubuh korban.

Dua rekan korban berhasil menyelamatkan diri dan segera meminta bantuan warga sekitar.

“Korban berada di dalam lubang penyedotan material ketika tanah galian longsor. Rekannya selamat dan langsung mencari pertolongan,” jelasnya.

Upaya penyelamatan dilakukan secara manual oleh warga setempat bersama aparat desa dan kepolisian.

Namun, keterbatasan peralatan membuat proses evakuasi memakan waktu cukup lama.

Kepala Desa Jake, Mariantoni mengatakan, proses pencarian korban berlangsung sekitar satu setengah jam.

Ia menerima laporan dari warga dan langsung berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk menuju lokasi kejadian.

“Setiba di lokasi, warga sudah berupaya mengorek material secara manual di kolam bekas galian. Karena tidak ada alat berat, prosesnya cukup lama,” ujar Mariantoni.

Tubuh CNR akhirnya ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB, tertimbun material tanah di dasar kolam galian sedalam kurang lebih satu meter.

Korban dinyatakan meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan pada malam hari yang sama.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa mesin Robin, karpet, dulang, sekop, serta ember berisi pasir hasil tambang.

Polres Kuansing menegaskan komitmennya untuk menindak tegas praktik PETI yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam nyawa pekerja.

“Aktivitas PETI ini sangat berbahaya dan merusak lingkungan. Kami akan bertindak tegas terhadap pelaku-pelaku yang terlibat,” pungkasnya.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin meninjau kesiapan personel Satlantas Polres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Bukan Sekadar Tilang, Ini Fokus Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 di Pelalawan
Tim FP GCN RPP melakukan pelatihan cara penggunaan dan jenis-jenis APAR serta pembuatan jalur evakuasi darurat kepada Tenaga Pengajar dan Peserta Didik SDN 02 Desa Kudap.GCN Latih Guru SDN 02 Kudap Gunakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran
  Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(foto: infografis/halloriau.com)Hujan Seharian, Riau Nihil Hotspot! BMKG Catat 108 Titik Panas di Sumatera Sore Ini
Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa diikuti 32.214 bikers dari seluruh Indonesia. 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan dalam Honda Bikers Day 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved