PEKANBARU - Maraknya kasus bullying yang belakangan sedang ramai dibicarakan di Riau, mendapat perhatian serius dari praktisi hukum Riau, Dr Ragil Ibnu Hajar SH MKn.
Ragil menyebutkan, fokus pemerintah dan pihak sekolah sering kali mengarah pada sertifikasi guru dan pengembangan kompetensi akademik.
"Padahal aspek psikologi pengajaran serta pemahaman karakter anak berdasarkan usia juga sangat penting," sebutnya, Kamis (27/11/2025).
Praktisi hukum itu menilai, dengan insiden perundungan tersebut harus menjadi pekerjaan bersama baik dari dinas terkait, pihak sekolah, guru hingga para orangtua.
"Pihak sekolah seharusnya mulai dari SD hingga SMA memberikan pelatihan cara psikologi mengajak anak diusia tersebut," tuturnya.
"Serta dinas terkait harus memfasilitasi sekolah untuk melakukan seminar bersama orangtua, guru, dan anak itu sendiri mengenai bullying dan bahasa narkoba," tambahnya.
Dengan edukasi pendekatan penanganan perundungan (bullying) itu guru mampu memberikan penjelasan serta dapat memperhatikan kesiapan mental guru dan pemahaman tentang dampak psikologis pada anak.
"Jadi tidak hanya fokus pada metode mengajar yang baik namun juga harus memperhatikan pola asuh dan memperhatikan emosianal dan psikologis pada anak," jelasnya.
Mengenai peran dinas dan dewan pendidikan, Ia menyebut tidak tahu persis. Namun Ketua IKA UIR itu berharap kegiatan sosialisasi dan seminar dari dinas pendidikan dapat dilakukan ke sekolah-sekolah di Riau terkait dengan bahaya bullying pada siswa SD hingga SMA.
"Harapannya, dinas pendidikan mari kampanyekan hal ini ke seluruh sekolah di Provinsi Riau terkhususnya, karena bullying cukup membahayakan yang bisa menjatuhkan mental seseorang," pungkasnya.