www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Polisi Ciduk Truk Bermuatan Kayu Ilog dari Cagar Biosfer Giam Siak Kecil
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


GPS: Gerakan Hati 'Dari Kita Untuk Kita' Polsek Kuala Kampar
Selasa, 03 Desember 2024 - 10:25:12 WIB
Kapolsek Kuala Kampar AKP Rhino Handoyo, Bhabinkamibmas Eko A dan Bripda Dedi saat memberikan bingkisan pada Jima, warga Dusun 2 Desa Tanjung Selukup.(foto: andi/halloriau.com)
Kapolsek Kuala Kampar AKP Rhino Handoyo, Bhabinkamibmas Eko A dan Bripda Dedi saat memberikan bingkisan pada Jima, warga Dusun 2 Desa Tanjung Selukup.(foto: andi/halloriau.com)

"Jika Tuhan memberi rezeki lebih, sesungguhnya Ia sedang tidak memintamu membeli lebih tapi Ia memberimu kesempatan untuk berbagi lebih." anonim


Oleh: Andy Indrayanto


ISAK tertahan menggumpal di dada Sabri (78) saat rombongan Kapolsek Kuala Kampar dan Gerakan Peduli Sesama (GPS) menyambangi kediamannya di Dusun 2 Desa Tanjung Selukup, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, akhir Oktober lalu. Langit Kuala Kampar yang mendengking panasnya jelang siang itu, hanya kehangatan yang terasa bagi Sabri dengan kedatangan petinggi Kepolisian Sektor Kuala Kampar.  

Kunjungan Kapolsek beserta rombongan telah mengharu biru perasaannya. Dirinya tak menyangka pada Jumat di penghujung Oktober 2024 itu, para petinggi keamanan Kecamatan Kuala Kampar mengunjunginya dengan senyum dan sapa. Airmata yang sedari menggenang di kelopak mata tuanya, berebut ingin jatuh tapi Sabri cepat menghapusnya dengan kaos merah yang dikenakannya.

"Sehat kan, pak? Bapak sehat kan?" ulang Kapolsek pada Sabri yang hanya bisa terkulai lemah di kursi rodanya. Stroke yang sudah menyerangnya 1 (satu) tahun belakangan ini, membuatnya sosok ringkihnya terpaksa harus bertumpu di kursi roda saja.

AKP Rhino Handoyo lalu menjelaskan pada Sabri bahwa kedatangan mereka ke kediamannya adalah untuk memberi bantuan dari Polsek Kuala Kampar dan juga dari GPS (Gerakan Peduli Sesama) Kuala Kampar. Hadir mengunjungi di kediaman Sabri saat itu selain Kapolsek Kuala Kampar dan anggota, Kades Teluk Darianto, Danramil 15/KualaKampar Kapten Infantri Hendra P Barus beserta anggotanya Bripda Dedi, Bhabinkamtibmas Brigadir Eko Ariantoni.

Istri dan anaknya yang menemaninya saat menerima kunjungan Kapolsek Kuala Kampar beserta rombongan, tak kalah haru. Sang istri merasakan keharuan yang dalam atas kunjungan para petinggi kecamatan itu ke rumahnya, mengunjungi suaminya yang masih sakit.

"Entah mimpi apa saya semalam dikunjungi Kapolsek dan Pak Kades, apalagi kunjungan mereka untuk memberikan bantuan pada kami," kata Istri Sabri yang selalu menemani sang suami selama ini.

Kapolsek Kuala Kampar, AKP Rhino Handoyo, lalu memberikan bingkisan dari Kepolisian, disusul pemberian sembako dari Gerakan Peduli Sesama (GPS) yang diketuai oleh Kades Teluk, Darianto, turut menyerahkan juga bingkisan dari kelompok masyarakat peduli yang tergabung dalam GPS Kuala Kampar ini.



Usai dari kediaman Sabri, rombongan bergerak menuju ke sebuah rumah, yang hanya berjarak lima rumah dari rumah Sabri. Di sana, di teras rumah papan yang tak bercat, seorang ibu paruh baya dengan rambut yang sudah memutih semua dan duduk di kursi roda, begitu sumringah menyambut rombongan Kapolsek dan para petinggi kecamatan lainnya. Senyum senang dan tulus keluar dari mulut Jima (83). Bagai anak kecil yang lama tak jumpa, tangannya sudah mengembang menyambut kedatangan Kapolsek AKP Rhino, genangan airmata sudah tercipta di kedua kelopak matanya.

Ada getar keharuan tercipta, saat orang nomor satu Polsek Kuala Kampar itu memeluk Jima, yang langsung menumpahkan airmatanya di seragam coklat milik AKP Rhino. Dalam bola mata Jima yang basah oleh airmata, seolah tergambar babak hidupnya saat masih tergeletak di kamarnya yang sempit. Stroke yang menghampirinya seperti Sabri sudah menemaninya hampir dua tahun lebih. Selama dua tahun lebih, Jima kebanyakan hanya bisa berbaring saja di kamarnya.

"Memang kadang suka di bawa keluar di teras rumah, tapi gak kuat lama-lama kalau duduk di kursi," kenang Jima. "Tapi sejak Bapak-Bapak Polisi ini memberikan kursi roda, saya bisa duduk lebih lama di teras tiap pagi," tawanya senang.

Rupanya, itulah tadi yang membuat Jima begitu gembira dan haru atas kedatangan rombongan Kapolsek Kuala Kampar ke rumahnya. Rasa terima kasih yang membuncah pada Kapolsek Kuala kampar dan jajarannya serta aparat desa Teluk, membuat Jima bagai anak kecil ketika langkah rombongan Kapolsek berjalan menuju rumahnya.

Diakui anak perempuan Jima, bahwa memang sejak dikasih kursi roda, sang ibu bisa lebih lama duduk berjemur di teras rumah. Bahkan dengan kursi roda, Jima bisa lebih nyaman karena bisa bersandar dibanding kursi biasa.

"Sejak dikasih kursi roda, bagi Ibu saya itu terasa lebih nyaman sekali, bisa lebih leluasa," kata anak perempuan ke empat Jima, Rita (46), pada Halloriau.com di kesempatan itu.

Usai berbincang-bincang hangat dengan Kapolsek dan rombongan, sama seperti di kediaman Sabri, Jima dan keluarganya menerima bingkisan Jum'at Curhat dari Kapolsek, kemudian ada juga bingkisan lain dari Gerakan Peduli Sesama (GPS) yang diinisiasi oleh Bhabinkamtibmas Desa Teluk, Brigadir Eko Ariantoni.     

Sentuh Hati Masyarakat Lewat GPS, Ciptakan Cooling System di Tengah Masyarakat  

Nama GPS yang kerap berarti Global Position System (GPS) mungkin terdengar tak asing di telinga, jika kita menerjemahkan seperti itu. Namun jika GPS yang artinya Gerakan Peduli Sesama (GPS) yang dimiliki Polsek Kuala Kampar, Pelalawan, Riau, mungkin masih asing terdengar di telinga.

Kegiatan berbagi pada sesama yang selama ini jauh dari publikasi media terungkap gamblang saat media ini bersama rekan-rekan wartawan lainnya terjun langsung ke Kuala Kampar, mengikuti perjalanan tim GPS yang  berbagi pada kalangan masyarakat tak mampu dan masyarakat Suku Akit.

Menurut sang inisiator Gerakan Peduli Sesama (GPS), Brigadir Eko Ariantoni, seorang Bhabinkamtibmas yang bertugas di Desa Teluk, GPS yang berbentuk komunitas ini bermula saat dirinya tengah tugas rutin menyambangi warga di Desa Teluk, Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan, banyak warga yang mengeluh dikarenakan tidak mendapatkan bantuan.

Bermula dari situ, tiga bulan sebelumnya, jauh sebelum hiruk-pikuk Pilkada dimulai, dirinya menemui Kepala Desa Teluk, Darianto, lalu mengutarakan niatnya untuk membentuk Gerakan Peduli Sesama atau disingkat GPS. Komunitas GPS ini tujuannya tak lain tak bukan hanya membantu meringankan masyarakat dengan memberikan bingkisan alakadarnya.



"Untuk sasaran bantuannya sendiri kita utamakan orang lansia yang membutuhkan," imbuh Kades Teluk, Darianto, yang duduk sebagai Ketua GPS di Kecamatan Kuala Kampar.

Dalam susunan kepengurusan GPS sendiri, sang inisiator Brigadir Eko Ariantoni di posisi Wakil 1 GPS, dengan para pembina GPS selain Camat Kuala Kampar, ada Kapolsek Kuala Kampar, Danramil Kuala Kampar dan Ketua BPD. Dibantu dengan Sekretaris dan Bendahara serta seksi-seksi lainnya di PS, dalam setiap minggu, mereka akan menyambangi kediaman masyarakat tak mampu serta masyarakat Suku Akit yang kebanyakan hidupnya masih jauh dari layak.

Untuk masyarakat Suku Akit sendiri, Kades Desa Teluk, Darianto, bercerita merangkul masyarakat Suku Akit gampang-gampang susah. Pasalnya, mereka punya pola sendiri soal kehidupan sesuai dengan dat dan istiadat yang sudah tertanam dari nenek moyang mereka. Meski kini telah banyak juga yang berbaur dengan masyarakat, namun ada juga beberapa suku akit di Desa Teluk, Kecamatan Kuala Kampar, yang msih was-was bertemu dengan manusia.

Dilansir dari Wikipedia, Suku Akit atau Suku Akik merupakan salah satu suku asli yang mendiami wilayah Provinsi Riau, dan merupakan salah satu sub-suku ras Proto Melayu. Selain di Kecamatan Kuala Kampar dan Pulau Mendol yang ada di kabupaten Pelalawan, Suku Akit juga mendiami wilayah Suku Akit mendiami wilayah di Pulau Rupat, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis; Kabupaten Kepulauan Meranti di Pulau Padang, Pulau Merbau, Pulau Tbing Tinggi dan Pulau Rangsang.

Sebelum ke kediaman Sabri, Halloriau.com dibawa oleh Kapolsek dan Komunitas GPS ke salah satu rumah masyarakat Suku Akit. Saat kedatangan rombongan yang menaiki sejumlah motor, anak-anak masyarakat Suku Akit yang tengah bermain di halaman rumah langsung menghentikan kegiatan bermainnya. Mereka terhenyak dengan kedatangan rombongan.

Tanpa menunggu lama, Kapolsek AKP Rhino langsung turun dari motor dan menghampiri anak-anak itu. Diajaknya anak-anak itu berbincang akrab dan hangat, seolah tanpa jarak hingga perlahan anak-anak itu mau juga menyalami orang nomor satu di Polsek Kuala Kampar. Senyum kanak-kanak pun keluar dari mulut anak-anak itu. Wajah yang tadinya tegang berubah seketika menjadi cair. Apalagi saat Kapolsek AKP Rhino memberi uang pada anak yang paling besar dan menyuruhnya untuk membawa kawan-kawannya jajan, seketika tawa kanak-kanak menebar di langit Desa Teluk.

Seiring program Jum'at Curhat yang dilaksanakan tiap hari Jum'at, sejalan itu juga komunitas GPS menyambangi warga-warga yang membutuhkan. Bersama Kapolsek dan jajarannya, komunitas GPS menyusuri jalan-jalan di tiap celah jalan setapak yang ada di Kuala Kampar. Tiap harinya, rumah sederhana yang terbuat dari papan dan berada di samping Kantor Desa Teluk menjadi Kantor GPS, yang tak pernah bosan menerima aduan masyarakat tentang kepedulian pada masyarakat lain.

"Jadi setiap hari ada saja masyarakat yang melapor bahwa si A sedang butuh bantuan, atau si B sedang kemalangan," ujar Darianto.



Disinggung soal dana untuk bingkisan yang tiap hari Jum'at Curhat harus diberikan pada masyarakat yang membutuhkan, baik Darianto maupun Brigadir Eko Arintoni mengatakan bahwa di sini komunitas GPS tak ada mematok nominal untuk hal tersebut tapi tiap Minggu-nya selalu ada masyarakat yang menyumbang untuk dibelikan bingkisan pada masyarakat yang membutuhkan.

Komunitas GPS Polsek Kuala Kampar ini memang sudah menyebar dari mulut ke mulut di Kecamatan terujung di Kabupaten Pelalawan. Gerakannya begitu massif dan konsisten sehingga membuka mata masyarakat Kuala Kampar tentang arti kepedulian dan kebersamaan antar masyarakat. Jauh ketika hiruk-pikuk Pilkada dimulai, GPS ini sudah bergerak dengan selalu menerjunkan Bidan Desa di tiap kegiatannya.

"Kita juga selalu menyertakan Bidan Desa setiap kegiatan GPS. Di sini Bidan Desa sekaligus mengecek kesehatan warga yang kita datangi. Apalagi warga yang kita sambangi kebanyakan lanjut usia," terang Kapolsek AKP Rhino Handoyo pada Halloriau.com.

Karena itulah, saat Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meluncurkan Satgas Nusantara Cooling System untuk mencegah terjadinya polarisasi dalam masa Pilkada Serentak 2024, GPS Polsek Kuala Kampar yang lahir di bulan Juni sudah berjalan menyambangi masyarakat. Artinya, ketika Cooling System untuk menjaga kondusifitas jelang Pilkada 2024 dimulai, GPS dengan segala bentuk dan polanya sudah jauh-jauh hari melakukan cooling system pada masyarakat, disadari atau tidak.

"Gerakan Peduli Sesama ini hakekatnya adalah gerakan sosial yang menyentuh hati ke masyarakat. Kita sentuh hati masyarakat dengan saling peduli satu sama lain tanpa melihat Agama, Suku dan darimana mereka berasal," jelas Kapolsek AKP Rhino.

Ini terungkap saat program Jum'at Curhat yang digelar Polsek Kuala Kampar di aula Desa Teluk. Dalam Program Jum'at yang diikuti oleh masyarakat Desa Teluk serta beberapa tokoh masyarakat Suku Akit itu, Kapolsek menjelaskan secara lugas soal Pilkada dan pentingnya memberikan hak suara di TPS pada saat Pilkada yang digelar tanggal 27 November.

Pada kegiatan itu juga, Kapolsek menekankan pentingnya keamanan dan kondusifitas selama Pilkada berlangsung. Tak ada paksaan untuk memilih sosok siapa dan apa dalam Pilkada 2024, karena pilihan harus sesuai dengan hati nurani.

Hal ini juga disampaikan secara tegas oleh salah satu tokoh yang dituakan di Suku Akit, Brada, menyatakan bahwa ebagai orangtua dia hanya menginginkan Pilkada ini berjalan damai tanpa ada perpecahan satu sama lain. Begitu juga saat ditanya bagaimana upaya pak Brada menyampaikan keamanan dan kondisi yang kondusif jelang pilkada dan pasca pilkada ini pada masyarakat Suku Akit, laki-laki yang sudah berusia delapan puluh tahun itu menjelaskan bahwa nanti pihaknya akan mengumpulkan tokoh-tokoh masyarakat dan mengajak agar anak-anak kita yang kecil-kecil itu bisa dibimbing menjadi bagus.

"Ini demokrasi dan seharusnya kita damai, tidak gontok-gontokkan satu sama lain. Jangan sampai tidak akur," tandasnya.

Begitulah, Gerakan Peduli Sesama (GPS) yang digagas oleh seorang Bhabinkamtibmas, Brigadir Eko Ariantoni, telah membawa kesejukan di hati masyarakat Kuala Kampar. Kegiatan GPS yang didukung sepenuhnya oleh Kapolsek AKP Rhino Handoyo dan Camat Kuala Kampar ini mendapat respons positif dari masyarakat.        

"Soalnya kegiatan ini langsung menyentuh masyarakat, kita langsung mengunjungi masyarakat yang sakit. Meski bantuan yang kita berikan tak seberapa, tapi siapa pun orangnya apalagi saat sakit dikunjungi oleh kita tentu sisakit jadi senang, sehingga mereka jadi senang dan seakan punya harapan untuk bisa sembuh," tukas Kades Teluk, Harianto.    

Hakekatnya, Gerakan Peduli Sesama adalah soal berbagi, soal kepedulian satu sama lain, yang semakin hari terasa semakin pudar di tengah derasnya arus tehnologi yang begitu massif. Setidaknya, dengan adanya GPS Polsek Kuala Kampar ini, setiap individu diingatkan bahwa dirinya masih memiliki saudara, yang masih peduli dengan sesama. Semoga***



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Polda Riau membongkar dugaan illegal logging di jantung Cagar Biosfer Giam Siak Kecil (foto/ist)Polisi Ciduk Truk Bermuatan Kayu Ilog dari Cagar Biosfer Giam Siak Kecil
CBR Series kembali harumkan Indonesia di ARRC Buriram (foto/ist)Terus Melesat, CBR Series Kembali Harumkan Indonesia di ARRC Buriram
Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Riau.Baznas Riau Targetkan Penghimpunan Zakat Rp70,4 Miliar pada 2026, Beasiswa 1.570 Mahasiswa Dibuka
ist.Pekanbaru Perkuat Gerakan Anti Narkoba, Tiga Kawasan Resmi Jadi Kampung Tangguh
Barcelona juara LaLiga 2025/2026.Barcelona Juara LaLiga 2025/2026 Usai Bungkam Real Madrid 2-0 di El Clasico
  Anggota DPR RI, Hendry Munief mengunjungi UMKM Pinaloka di Siak (foto/ist)Hendry Munief Kunjungi UMKM Pinaloka di Siak, Komoditas Lokal Jadi Unggulan
Universitas Islam Riau (UIR).Hanya 6% di Indonesia, UIR Masuk Jajaran Perguruan Tinggi dengan Akreditasi UNGGUL
ASPPI Riau sukses gelar RTM VI di Pekanbaru (foto/ist)Riau Travel Mart VI Sukses Digelar di Pekanbaru, Promosikan Wisata Melayu ke Dunia
Wakil Ketua Komisi VI DPR Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, meresmikan operasional tower BTS Telkomsel di Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (10/5/2026). BTS Telkomsel di Malalak Agam Diresmikan, Akses Komunikasi dan Ekonomi Warga Meningkat
ist.Pengedar Sabu Ditangkap di Rohil dan Dumai, Polisi Temukan Senpi serta Amunisi Aktif
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved