www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
HUT ke-27 Pelalawan, Ketua DPRD Ajak Perkuat Sinergi Pembangunan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


ETLE Kini Pakai Sistem Poin, Resiko SIM Bisa Dicabut
Rabu, 19 Juni 2024 - 08:20:44 WIB
ETLE terapkan tilang pakai poin.(ilustrasi/int)
ETLE terapkan tilang pakai poin.(ilustrasi/int)

JAKARTA - Sistem tilang elektronik kini semakin canggih. Selain kendaraan yang melanggar dapat 'ditangkap' oleh kamera ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), pengemudinya pun kini akan turut ditindak.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri baru saja meluncurkan ETLE berbasis pengenalan wajah (face recognition).

Teknologi terbaru ini menggunakan kamera canggih yang mampu mengidentifikasi identitas pelanggar lalu lintas sebagai dasar pemberian sistem tilang poin.

"ETLE face recognition dapat mencatat sikap berlalu lintas masyarakat dari pencocokan wajah," ungkap Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Raden Slamet Santoso dilansir detik.com, Rabu (19/6/2024).

Sistem ini nantinya akan menyimpan hasil pencocokan wajah tersebut dalam Traffic Attitude Record (TAR) yang mencatat perilaku pengemudi di jalan secara lengkap, termasuk memberikan penilaian pada kualifikasi dan kompetensi pengemudi, terutama mereka yang terlibat dalam pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Brigjen Pol Raden Slamet Santoso menjelaskan, penerapan sistem tilang baru ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

"Sistem TAR ini bertujuan memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran pentingnya kepatuhan dan ketertiban dalam berlalu lintas," tambah Slamet.

TAR bekerja dengan mencatat, mendata dan memberikan tanda dengan pemberian poin sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Semakin berat pelanggarannya, poin yang dikenakan juga semakin besar.

Pelanggaran ringan diberikan 1 poin, pelanggaran sedang 3 poin dan pelanggaran berat 5 poin.

Sementara itu, pelaku kecelakaan ringan mendapatkan 5 poin, kecelakaan sedang 10 poin dan kecelakaan berat 12 poin.

Peraturan mengenai pengurangan poin di Surat Izin Mengemudi (SIM) ini sudah tercantum dalam Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM.

Dalam pasal 38 disebutkan, pemilik SIM yang mencapai 12 poin akan dikenai sanksi penahanan sementara atau pencabutan sementara SIM sebelum putusan pengadilan.

Pemilik SIM yang dikenai sanksi tersebut harus mengikuti pendidikan dan pelatihan mengemudi jika ingin mendapatkan SIM kembali.

Pasal 39 melanjutkan, pemilik SIM yang mencapai 18 poin akan dikenai sanksi pencabutan SIM berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Setelah masa sanksi pencabutan SIM berakhir, pemilik dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan SIM kembali dengan syarat melaksanakan pendidikan dan pelatihan mengemudi serta mengikuti prosedur pembuatan SIM baru.

Dengan adanya sistem ETLE berbasis pengenalan wajah ini, Korlantas Polri berharap dapat mewujudkan ketertiban dan keamanan lalu lintas yang lebih baik.(*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
HUT ke-27 Pelalawan, Ketua DPRD ajak perkuat sinergi pembangunan (foto/ist)HUT ke-27 Pelalawan, Ketua DPRD Ajak Perkuat Sinergi Pembangunan
Bupati Rohil Bistamam meninjau pemungutan suara Pilpeng serentak 2026 di Bagan Jawa (foto/afrizal)Bupati Rohil Tinjau Pemungutan Suara Pilpeng Serentak 2026
Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, Kompol Satrio B.W. Wicaksana (foto/int)Ops Patuh LK 2026 Digelar di Pekanbaru, Knalpot Brong dan Balap Liar Disasar
Ilustrasi BMKG memprediksi hujan di sebagian besar Riau (foto/int)BMKG: Hujan lebat Disertai Petir Berpotensi Guyur Pekanbaru dan Sekitarnya
Ilustrasi Sumsel dominasi hotspot Sumatera, Riau tercatat nihil (foto/int)Riau Nihil Karhutla, Sumatera Selatan Catat 75 Hotspot
  Direktur PT SPEM, Muhammad Syafii, M.IK meninjau langsung uji kebocoran (foto/ist)Jaga Keamanan Penyaluran Gas ke Rumah Warga Pekanbaru, SPEM Rutin Periksa Jaringan Distribusi
Ilustrasi Kemendagri mendorong Pemda perkuat pengakuan masyarakat hukum adat lewat Perda (foto/int)Pemprov Riau Didorong Perkuat Perlindungan Masyarakat Hukum Adat
Dana transfer ke Riau turun Rp3,09 triliun (foto/int)Transfer ke Daerah di Riau Anjlok 17,22 Persen, DBH Turun hingga 57,62 Persen
Ilustrasi harga emas Antam di Pekanbaru naik (foto/int)Sempat Merosot, Harga Emas Antam di Pekanbaru Naik Selasa Ini
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved