www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Ini 4 Tim yang Pastikan Tempat di Semifinal Piala AFF U-19 2024
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


ETLE Kini Pakai Sistem Poin, Resiko SIM Bisa Dicabut
Rabu, 19 Juni 2024 - 08:20:44 WIB

JAKARTA - Sistem tilang elektronik kini semakin canggih. Selain kendaraan yang melanggar dapat 'ditangkap' oleh kamera ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), pengemudinya pun kini akan turut ditindak.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri baru saja meluncurkan ETLE berbasis pengenalan wajah (face recognition).

Teknologi terbaru ini menggunakan kamera canggih yang mampu mengidentifikasi identitas pelanggar lalu lintas sebagai dasar pemberian sistem tilang poin.

"ETLE face recognition dapat mencatat sikap berlalu lintas masyarakat dari pencocokan wajah," ungkap Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Raden Slamet Santoso dilansir detik.com, Rabu (19/6/2024).

Sistem ini nantinya akan menyimpan hasil pencocokan wajah tersebut dalam Traffic Attitude Record (TAR) yang mencatat perilaku pengemudi di jalan secara lengkap, termasuk memberikan penilaian pada kualifikasi dan kompetensi pengemudi, terutama mereka yang terlibat dalam pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Brigjen Pol Raden Slamet Santoso menjelaskan, penerapan sistem tilang baru ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

"Sistem TAR ini bertujuan memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran pentingnya kepatuhan dan ketertiban dalam berlalu lintas," tambah Slamet.

TAR bekerja dengan mencatat, mendata dan memberikan tanda dengan pemberian poin sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Semakin berat pelanggarannya, poin yang dikenakan juga semakin besar.

Pelanggaran ringan diberikan 1 poin, pelanggaran sedang 3 poin dan pelanggaran berat 5 poin.

Sementara itu, pelaku kecelakaan ringan mendapatkan 5 poin, kecelakaan sedang 10 poin dan kecelakaan berat 12 poin.

Peraturan mengenai pengurangan poin di Surat Izin Mengemudi (SIM) ini sudah tercantum dalam Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM.

Dalam pasal 38 disebutkan, pemilik SIM yang mencapai 12 poin akan dikenai sanksi penahanan sementara atau pencabutan sementara SIM sebelum putusan pengadilan.

Pemilik SIM yang dikenai sanksi tersebut harus mengikuti pendidikan dan pelatihan mengemudi jika ingin mendapatkan SIM kembali.

Pasal 39 melanjutkan, pemilik SIM yang mencapai 18 poin akan dikenai sanksi pencabutan SIM berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Setelah masa sanksi pencabutan SIM berakhir, pemilik dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan SIM kembali dengan syarat melaksanakan pendidikan dan pelatihan mengemudi serta mengikuti prosedur pembuatan SIM baru.

Dengan adanya sistem ETLE berbasis pengenalan wajah ini, Korlantas Polri berharap dapat mewujudkan ketertiban dan keamanan lalu lintas yang lebih baik.(*)

   


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 2024.(foto: detik.com)Ini 4 Tim yang Pastikan Tempat di Semifinal Piala AFF U-19 2024
Pj Walikota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa saat kegiatan PIN Polio di Pekanbaru.(foto: int)PIN Polio di Pekanbaru Sasar 145.754 Anak di 1.533 Pos Imunisasi
Motor matic dilindas truk Fuso yang masuk ke Jalan Arengka, Pekanbaru (foto/IG Pekanbaruviral)Video Kecelakaan Viral di Pekanbaru, Truk Fuso Lindas Motor
Rombongan Agung-Markarius kunjungi pemilik Ponpes Babussalam Tuan Guru Ismail Royan, Selasa (23/7/2024) (foto:ist)Tuan Guru Ismail Royan Doakan AMAN, Sebut Calon Pemimpin yang Berpotensi
BKPSDM Rohil, Acil Rustianto, saat bertindak sebagai pembina apel pagi (foto/afrizal)ASN Pemkab Rohil Harus Penuhi Kewajiban Sebelum Menuntut Hak
  Evaluasi enam pejabat eselon II Pemprov Riau tuntas (foto/int)Evaluasi 6 Pejabat Pemprov Riau Rampung, Siapa yang Dapat Posisi Baru?
Arus Bawah condong SF Hariyanto lebih cocok jadi wakil Abdul Wahid dalam Pilgub Riau 2024 (foto/int)Arus Bawah: SF Hariyanto Cocok Jadi Wakil Abdul Wahid di Pilgub Riau
Sekda Pekanbaru, Indra Pomi sudah beri teguran ke penyedia layanan kabel optik (foto/int)Warga Pekanbaru Terjerat Kabel Optik dan Masuk RS, Ini Reaksi Pemko
Pj Gubri, SF Hariyanto menyerahkan SK PPPK guru honor Kuansing dan Inhu (foto/int)Akhirnya 332 Guru Honorer di Inhu dan Kuansing Terima SK PPPK
Bakal Calon Walikota Pekanbaru, Agung-Markarius minta nasehat Tuan Guru Ismail Royan (foto/Mimi)Calon Walikota Pekanbaru Agung-Markarius Sambangi Tuan Guru Ismail Royan
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
RGE Jurnalism Workshop Perkaya Pengetahuan Wartawan
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2024 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved