www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Pemegang Saham Telkom Indonesia Bakal Dapat Dividen Rp14,86 triliun
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Suami-Istri Polisi Selewengkan Uang Negara Rp3 Miliar untuk Investasi Online
Kamis, 12 Mei 2022 - 08:11:02 WIB
Sepasang suami istri polisi nekat menyelewengkan uang negara sebesar Rp3 miliar untuk investasi online.
Sepasang suami istri polisi nekat menyelewengkan uang negara sebesar Rp3 miliar untuk investasi online.

BLORA - Sepasang suami istri yakni Etana Fany Jatnika dan Eka Mariyani yang berprofesi sebagai polisi di Polres Blora, Jawa Tengah, nekat menyelewengkan uang negara sebesar Rp3 miliar untuk investasi online.

Kasus tersebut terungkap saat pemeriksaan tutup buku akhir tahun yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Tengah.

Dalam pemeriksaan tersebut, seharusnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Polres Blora pada tahun 2021, sebanyak Rp17 miliar, tetapi yang disetorkan sekitar Rp14 miliar, maka ada kekurangan sekitar Rp3 miliar.

"Jadi pada laporan akhir serah terima itu ada temuan selisih sekitar 3 miliar. Dan di situlah ada permainan yang tidak disetorkan," ucap Kasi Intel Kejaksaan Negeri Blora, Jatmiko, dilansir dari Kompas.com, Rabu (11/5/2022).

Setelah diusut, penyelewengan uang negara sekitar Rp3 miliar tersebut rupanya digunakan untuk investasi online melalui PayPal oleh Fany.

Awalnya, Eka yang bertugas sebagai bendahara penerima di Samsat Blora menitipkan uang negara tersebut kepada suaminya untuk disetorkan.

Alasan Eka meminta tolong suaminya, karena sedang mengurusi anaknya yang masih kecil dan sering rewel.

"Tetapi oleh Fany uang tersebut tidak disetorkan, malah disetorkan ke PayPal, diendapkan selama 14 hari dengan tujuan untuk mendapatkan fee," kata dia.

"Akhirnya dalam pemeriksaan tutup buku di akhir tahun, diketahui uang tersebut tidak disetorkan ke kas negara," imbuh dia.

Sebenarnya, Eka tidak mengetahui tindakan yang dilakukan oleh suaminya. Tetapi, setelah diberitahu oleh sang suami, ia menyetujuinya dan terus memberikan uang tersebut kepada suaminya.

Selama berinvestasi online melalui PayPal, Fany beberapa kali mendapatkan keuntungan sebanyak Rp150 juta.

"Fee itu sebesar Rp150 juta dan digunakan untuk membeli mobil Honda Freed," terang dia.

Namun, setelah mendapatkan keuntungan Rp150 juta, uang negara sebanyak Rp3 miliar tersebut tidak dapat diambil lagi.

"Menurut cerita dia, tidak bisa ditarik lagi setelah mendapatkan fee itu," jelas dia.

Karena tidak sanggup menutupi kekurangan uang yang diselewengkan, kedua oknum polisi tersebut dilaporkan oleh atasannya dengan dugaan tindak pidana korupsi.

"Mulai ditahan sejak Maret 2022," ujar dia.

Sebelum akhirnya dilimpahkan ke kejaksaan, para tersangka tersebut telah mencoba untuk mengembalikan uang negara yang sudah mereka selewengkan.

"Kerugian yang dialami Polres Blora sekitar Rp3 miliar tetapi sudah dikembalikan oleh para tersangka sekitar Rp1,4 miliar. Jadi kerugian yang masih dialami oleh polres Blora sekitar Rp1,6 miliar," ungkap dia.

Setelah mendapatkan pelimpahan tersangka dan barang bukti, jaksa kemudian menahan kedua oknum polisi tersebut ke rutan Blora.

"Jadi para tersangka kami tahan selama 20 hari ke depan, dan akan kami segera limpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang untuk disidangkan," kata dia.

Sepasang suami istri tersebut diduga melanggar Pasal 2 subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun penjara. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Telkom IndonesiaPemegang Saham Telkom Indonesia Bakal Dapat Dividen Rp14,86 triliun
Ilustrasi.Karena Uang Rp1.000, Seorang Warga Inhil Ditikam OTK
Ketua Komisi III DPRD Riau Makarius Anwar.Komisi III DPRD Riau Minta BPKAD Lakukan Penahanan Aset Bermasalah
Disdukcapil Pekanbaru melaukan perekaman e-KTP di Sekolah.Disdukcapil Pekanbaru Datangi Rumah dan Sekolah Rekam Data e-KTP Penyandang Disabilitas
Kakanwil Kemenag Riau Mahyudin.Harapkan Dampak Positif untuk Layanan Publik, Kanwil Kemenag Riau Gelar FGD Revitalisasi KUA
  Wakil Bupati Siak, Husni Merza menghadiri Haflah Akhirussanah 21 Santri Pondok Pesantren Ibnu Sina Siak.Wabup Husni Merza: Ponpes Ibnu Sina Bantu Pemerintah Cerdaskan Generasi Muda Siak
Maling kotak amal di Masjid Amaliyah Pekanbaru terekam CCTv.Terekam CCTv, 3 Kotak Amal Masjid Amaliyah Pekanbaru Digondol Maling
President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha bersama wisudawan IDCamp 2021 yang diwakili 10 lulusan terbaik.Wujudkan Talenta Digital Berkelas Dunia, Indosat Ooredoo Hutchison Luncurkan IDCamp 2022
Kebakaran  rumah dan bengkel motor di Jalan Parit Indah Pekanbaru.Jelang Salat Jumat, 1 Rumah dan Bengkel Motor di Jalan Parit Indah Pekanbaru Ludes Dilahap Api
Kadishub Pelalawan Ferry Zulkarnain Fasda Bino.Jalan KM 55 Pangkalan Kerinci Rawan Rusak karena Tak Lagi Berportal, Ini Penjelasan Kadishub Pelalawan
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Paguyuban Balai PPW Riau Anjangsana ke Panti Asuhan di Pekanbaru
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved