www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Laga Sepakbola, Tim PWI Pelalawan Bungkam Apdesi Kecamatan Pangkalankuras 2-0
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
KPK Sita Deposito Rp 1 M dan Uang Rp 200 Juta saat Geledah Rumah Tersangka Suap SPAM
Rabu, 02 Januari 2019 - 21:52:56 WIB
Jubir KPK Febri Diansyah. Foto : Detik
Jubir KPK Febri Diansyah. Foto : Detik

JAKARTA - Rumah salah satu tersangka kasus dugaan suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) Yuliana Enganita Dibyo digeladah KPK. Dari rumahnya, KPK menyita uang Rp 200 juta hingga deposito senilai Rp 1 miliar.

"Dari rumah tersangka YUL (Yuliana Enganita Dibyo), Direktur PT TSP, penyidik menyita uang sekitar Rp 200 juta, deposito setidaknya Rp 1 miliar serta sejumlah dokumen-dokumen proyek yang relevan dengan penanganan perkara," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (2/1/2019).

Dilansir dari detik.com, KPK sebenarnya melakukan penggeledahan di 3 lokasi hari ini. Menurut Febri, penggeledahan di dua lokasi lainnya, yakni rumah tersangka Budi Suharto dan Teuku Moch Nazar masih berlangsung.

"Sedangkan untuk 2 rumah tersangka lainnya penggeledahan masih berjalan malam ini," ucapnya.

Kemarin, KPK juga melakukan penggeledahan di kantor satuan kerja SPAM Kementerian PUPR. Dari penggeledahan itu, KPK menyita duit Rp 800 juta serta sejumlah dokumen proyek.

Total, ada delapan orang tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan SPAM. Para tersangka juga sudah ditahan.

Dari delapan orang tersangka, empat di antaranya merupakan pejabat Kementerian PUPR, yakni pejabat pembuat komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare; PPK SPAM Katulampa Meina Waro Kustinah; PPK SPAM Darurat Teuku Moch Nazar; dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Sedangkan empat orang lainnya dari pihak swasta, yakni Dirut dan Direktur PT WKE, Budi Suharto serta Lily Sundarsih; dan dua direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa, yakni Irene Irma serta Yuliana Enganita Dibyo.

Jumlah suap yang diduga para pejabat Kementerian PUPR itu ialah Rp 5,3 miliar, USD 5 ribu dan SGD 22.100. Duit itu diduga merupakan bagian fee 10 persen dari total nilai proyek Rp 429 miliar yang didapat oleh kedua perusahaan itu. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Laga Sepakbola, Tim PWI Pelalawan Bungkam Apdesi Kecamatan Pangkalankuras 2-0
IstRumah Zakat Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Rumbai
IlustrasiRiau Tambah 23 kasus Covid-19 Hari Ini
KrisdayantiBantu Pembangunan Gereja, Krisdayanti Nangis Saat Didoakan Pastor
Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik SupranotoPolisi Kantongi Bukti Chat Mesra Kapolsek dengan Anak Tersangka
  Perkuat Bisnis dan Transfer Knowledge Perbankan Syariah, BRK MoU dengan BSI
Jubir Satgas Covid-19 Riau, Indra YoviAntisipasi Covid-19 Gelombang Ketiga, Riau Siagakan Fasilitas Kesehatan
Dua kapal nelayan di Desa Tanjung Kulim Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti terbakarDua Kapal Nelayan di Kepulauan Meranti Terbakar, Ini Penyebabnya
Ilustrasi sekolah tatap mukaNekat Terapkan Full Day, Siap-siap Sekolah Disanksi Disdik Pekanbaru
IstRatusan Siswa Antusias Ikuti Vaksinasi Massal di MAN 4 Pekanbaru
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Penyambungan Pipa Proyek IPAL di Simpang Jl Teratai-Jl Ahmad Dahlan
 
 
 
 
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved