BNN Gagalkan Peredaran Narkoba antar Provinsi, Diduga Sindikat dari Balik Lapas Pekanbaru
Rabu, 14 November 2018 - 17:06:09 WIB
PELALAWAN - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pelalawan bekerjasama dengan Badan Nasional Provinsi (BNP) Riau berhasil menggagalkan sindikat peredaran narkoba yang siap diedarkan ke Jakarta dan Lampung, Selasa (13/11/2018).
Dari hasil penggagalan narkoba yang siap edar ini, BNNK dan BNP berhasil mengamakan dua pelaku yang diduga kuat menjadi pelaku pengedaran barang-barang haram tersebut.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala BNNK Pelalawan, Andi Salomon, saat konferensi pers terkait penangkapan ini di Kantor BNNK Pelalawan, Rabu (14/11/2018). Menurutnya, dua tersangka yang ditangkap BNNK dan BNP Riau diciduk di dua tempat berbeda.
"Tersangka bernama Ryan Hidayat (28) yang berasal dari Padang Pariaman tapi ber-KTP di Pekanbaru dengan alamat Jalan Kopan. Kita tangkap di KM 55 saat dia hendak menuju Bengkulu. Pada saat ditangkap, dia bersama saudara sepupunya, yang ternyata tak tahu apa-apa soal tas ransel Ryan yang berisi narkoba itu. Tapi saudaranya itu tetap kita tangkap dan dijadilan saksi," terangnya.
Dari hasil penangkapan Ryan, pihaknya mengembangkan lagi dengan melakukan penangkapan tersangka kedua yakni Septian Adrian Fernandes (27) di Pekanbaru tepatnya di Hotel Taskurun Jalan Taskurun. Peran Fernandes ini adalah sebagai pengatur distribusi peredaran narkoba.
"Sedangkan yang mengendalikan kedua pelaku narkoba ini ternyata berasal dari penjara, inisialnya Eko, tapi kita yakin Eko hanyalah nama samaran saja. Kita menduga ini adalah sindikat narkotika dari LP di Pekanbaru," katanya.
Mantan Kabagops Polres Pelalawan ini menjelaskan dari hasil penangkapan pada tersangka Ryan, barang bukti yang berhasil didapatkan adalah 500 gram sabu-sabu, pil ekstasi sebanyak 2610 butir dengan merk mahkota yang berwarna orange, pink love yang berwarna merah muda dan merk boneka yang berwarna hijau, 1 buah Hp dan uang Rp1,2 juta.
"Kesemua barang bukti itu kita temukan dalam tas ransel Ryan yang kita tangkap dalam bus saat hendak menuju Bengkulu pada hari Selasa, (13/11/2018) jam 16.00 WIB. Sabu-sabu dan ekstasi itu rencananya akan diedarkan di Lampung dan di Jakarta," ujarnya.
Pasca penangkapan Ryan, pihaknya mengembangkan penangkapan ini. Karena dari handphone Ryan, pihaknya mendapatkan data jika laki-laki itu kerap dihubungi seseorang yang bernama Septian Adrian Fernandes yang berdiam di Hotel Taskurun. Pihaknya kemudian bekerjasama dengan BNP Riau untuk melakukan penangkapan ke Fernandes.
"Dari barang bukti Fernandes yang kita tangkap adalah 537 gram sabu-sabu,2.235 butir ektasi, 1 unit timbangan digital, 1 unit alat pres packing bungkusan plastik, 1 buah hp, 1 unit sepeda motor dan bungkusan berwarna merah dengan merek Aiia bigboss cereal," paparnya.
Fernandes, lanjut Andi Salomon, yang berleran sebagai pengatur distribusi peredaran narkoba itu ditangkap oleh BNP Riau pada Selasa malam (13/11) jam 20.00 Wib. Kedua tersangka langsung kita pertemukan dan mereka ternyata saling mengenal. Kedua pelaku ini sebenarnya belum lama keluar dari penjara atas kasus yang sama.
"Keduanya saat ini kita titipkan di Polres Pelalawan. Kita menduga sindikat peredaran narkoba ini dikendalikan dari penjara," tukasnya.
Penulis : Andy Indrayanto
Editor : Yusni Fatimah
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda) |
Komentar Anda :