PEKANBARU - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau menggelar silaturahmi bersama pengurus dan dewan sekaligus menyosialisasikan hasil Musyawarah Nasional (Munas) VIII PSMTI.
Kegiatan berlangsung di Sekretariat PSMTI Riau, Jalan Setiabudhi, Pekanbaru, Kamis (17/9/2026) malam.
Salah satu hasil penting Munas VIII yang disosialisasikan adalah perubahan nama organisasi. Dalam Munas tersebut, mayoritas peserta menyepakati perubahan nama dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia menjadi Paguyuban Seluruh Marga Tionghoa Indonesia.
Kegiatan dihadiri Ketua Dewan Penasehat PSMTI Riau Syukur, Ketua Dewan Pembina Peng Suyoto, Sekjen PSMTI Riau Romo Toni, Wakil Ketua PSMTI Riau Hubungan Antar Ormas Siswaja Muljadi, serta sejumlah pengurus lainnya. Turut hadir demisioner pengurus PSMTI pusat, Karya Elly.
Peng Suyoto mengatakan, silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk berdiskusi sekaligus menyampaikan berbagai hasil Munas VIII PSMTI yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu.
“Dalam sidang pleno, mayoritas peserta Munas yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia sepakat mengganti nama organisasi menjadi Paguyuban Seluruh Marga Tionghoa Indonesia,” kata Peng Suyoto.
Menurutnya, perubahan nama tersebut meneguhkan PSMTI sebagai rumah bersama bagi seluruh marga Tionghoa Indonesia untuk bertemu, bersatu dan saling mengayomi.
Saat ini, lanjut Peng Suyoto, sosialisasi perubahan nama terus dilakukan hingga ke tingkat provinsi. Perubahan tersebut selanjutnya akan melalui proses pengesahan oleh Tim Ad Hoc.
Selain perubahan nama, Munas VIII PSMTI juga menghasilkan sejumlah keputusan yang berkaitan dengan jati diri serta arah organisasi sebagai wadah pemersatu seluruh marga Tionghoa Indonesia.
Sebagai salah satu tim formatur PSMTI pusat, Peng Suyoto berharap keberadaan organisasi semakin dikenal luas dan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta bangsa Indonesia.
Ia juga menyampaikan komitmen PSMTI untuk mendukung berbagai program pemerintah, termasuk dalam bidang pertumbuhan ekonomi.
“Secara nasional, PSMTI bagian dari seluruh suku yang ada di Indonesia. PSMTI mendukung program pemerintah, seperti pertumbuhan ekonomi dan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, demisioner pengurus PSMTI pusat Karya Elly menyampaikan paparan mengenai sejarah pendirian dan perkembangan organisasi tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Peng Suyoto juga mengajak pengurus PSMTI Riau untuk aktif berdiskusi dan menyampaikan pendapat terkait perkembangan organisasi.
Menurutnya, komunikasi dan musyawarah diperlukan untuk menjaga kebersamaan serta menyelesaikan berbagai persoalan organisasi.
“Semua masalah dapat diselesaikan secara musyawarah bersama dan kekeluargaan,” tegasnya.(*)