www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Pulau Muda Jadi Percontohan, Menteri Jumhur Resmikan Infrastruktur Pencegah Karhutla di Pelalawan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Perjalanan Sejarah Imlek dan Pengakuannya di Indonesia
Senin, 16 Februari 2026 - 09:00:00 WIB
ilustrasi.
ilustrasi.

PEKANBARU - Perayaan Tahun Baru Imlek di Indonesia memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan penuh dinamika. Tradisi yang kini diakui sebagai hari libur nasional tersebut pernah mengalami pembatasan di ruang publik selama puluhan tahun sebelum akhirnya kembali mendapatkan pengakuan resmi pada era reformasi.

Perubahan status Imlek dari perayaan yang terbatas menjadi hari libur nasional mencerminkan pengaruh kebijakan politik terhadap ruang ekspresi budaya masyarakat Tionghoa di tanah air.

Asal-usul Imlek dan kedatangannya ke Nusantara

Tahun Baru Imlek berasal dari sistem penanggalan lunar yang berkembang pada masa China kuno, khususnya sejak periode Dinasti Han. Kalender tersebut menandai pergantian tahun pada musim semi dan mulai dirayakan sekitar abad ke-5 Masehi sebagai bagian dari tradisi masyarakat agraris.

Tradisi tersebut masuk ke Asia Tenggara, termasuk Nusantara, melalui gelombang migrasi masyarakat Tionghoa sejak abad ke-3 Masehi. Catatan sejarah menyebutkan kawasan Asia Tenggara telah dikenal dalam sumber-sumber tertulis dari China pada masa itu.

Kehadiran komunitas Tionghoa membawa pengaruh penting dalam perkembangan sosial dan ekonomi. Selain memperkenalkan sistem perdagangan dan teknik produksi, mereka juga membawa tradisi budaya, termasuk perayaan Imlek yang kemudian berkembang di berbagai wilayah Indonesia.

Imlek pada masa kolonial

Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, komunitas Tionghoa mengalami pertumbuhan signifikan, terutama pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Namun perkembangan tersebut disertai berbagai kebijakan pembatasan terhadap aktivitas sosial dan budaya.

Pemerintah kolonial bahkan sempat melarang perayaan Imlek dengan alasan kekhawatiran terhadap potensi konflik sosial akibat kemeriahan perayaan. Kebijakan tersebut menunjukkan bagaimana tradisi budaya pada masa itu tidak sepenuhnya memperoleh ruang ekspresi di ranah publik.

Perjalanan panjang tersebut menjadi bagian dari dinamika sejarah yang membentuk posisi Imlek di Indonesia hingga memperoleh pengakuan resmi seperti saat ini.

Sumber: Kompas


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Menteri Jumhur resmikan infrastruktur pencegah Karhutla di Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Pulau Muda Jadi Percontohan, Menteri Jumhur Resmikan Infrastruktur Pencegah Karhutla di Pelalawan
Mneteri LH, Jumhur Hidayat tinjau langsung upaya pencegahan Karhutla yang digagas Arara Abadi.(foto: istimewa)Menteri LH Turun ke Pelalawan, Ini Strategi APP Group Tekan Risiko Karhutla di Gambut
Puncak El Nino diprediksi Agustus.(ilustrasi/int)Puncak El Nino Diprediksi Agustus, Kementan Minta Daerah Siaga Penuh
Bencana longsor di Kuala Enok, Inhil.(foto: mcr)Longsor Kembali Hantam Kuala Enok, Enam Rumah dan Dua Lapak Usaha Rusak Berat
Aksi damai emak-emak di Purna MTQ Pekanbaru minta Prabowo tangkap koruptor MBG.(foto: mimi/halloriau.com)Aksi Damai di Purna MTQ Pekanbaru, Emak-emak Minta Prabowo Tangkap Koruptor MBG
  AMSI latih jurnalis dan pers mahasiswa hadapi gelombang hoaks perubahan iklim.(foto: istimewa)AMSI Bangun Aliansi Jurnalis Lingkungan untuk Lawan Narasi Menyesatkan Soal Iklim
ist.Luar Biasa! Pemkab Inhu Pertahankan WTP 10 Kali Berturut-turut dari BPK RI
Sidak Disnakertrans Riau berujung penghentian operasional LPK PT RTC.(foto: mcr)Temukan Pelanggaran Izin dan Asrama Tak Layak, Disnakertrans Riau Segel Sementara LPK PT RTC
Jajaran direks PT TAM berfoto bersama para pemenang Toyota Dream Car Art Contest ke-19 usai seremoni penghargaan di Jakarta.(foto: istimewa)Toyota Dorong Kreativitas Generasi Muda, Pemenang TDCAC 2026 Siap Harumkan Nama Indonesia
Sekelompok emak-emak di Pekanbaru demo minta MBG dilanjutkan.(foto: meri/halloriau.com)Kasus Keracunan dan Korupsi Tak Usai, Emak-emak di Pekanbaru Malah Turun ke Jalan Dukung MBG Dilanjutkan
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved