BAGI pria yang kesehariannya berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru, Riau ini, kehadiran Honda Brio Satya sangat membantunya untuk aktivitas antar jemput anak sekolah dan keperluan harian istrinya.
Honda Brio Satya sangat cocok dengan pilihan keluarga kami karena memiliki dimensi lebih panjang, bagasi lebih besar, desain lebih normal, tampilan stylist, performa terbaik di Kelasnya, fun to drive dan stabil, irit bahan bakar dan fitur hiburan menarik lainnya.
"Sebagai kendaraan kedua bagi keluarga saya, Honda Brio Satya sangat membantu dalam aktivitas keseharian istri terutama antar jemput anak-anak sekolah, apalagi saat ini musim hujan sedang berlangsung," ungkap Mukhlis, warga Jalan Duyung, Kota Pekanbaru saat penyerahan unit Honda Brio Satya di Honda Soekarno Hatta, akhir pekan kemarin.
Dijelaskan Mukhlis, alasan dirinya memilih Brio Satya sebagai kendaraan kedua bagi keluarganya setelah awalnya melihat gambar dan spesifikasi mobil LCGC ini melalui website online. Setelah itu beberapa kali dirinya juga langsung melihat unit saat pihak Honda Soekarno Hatta melakukan pameran di pusat perbelanjaan.
"Selain modelnya yang sangat sporty dan stylish, saya juga mendengar kalau mobil ini juga sangat irit bahan bakarnya, setelah saya membaca adanya ulasan test drive terkait penggunaan bahan bakarnya di media online," aku Mukhlis ditemani kedua anaknya saat berbincang dengan wartawan halloriau.com ketika itu.
Usai penyerahan unit Honda Brio Satya, Supervisor Honda Soekarno Hatta, Pekanbaru, Moko Dwi Aryanto menjelaskan Brio Satya ini lebih unggul ketimbang LCGC lainnya. Salah satu faktor yang membuat Brio Satya menyenangkan saat dikendarai karena memakai mesin empat silinder yang minim getaran berlebih saat kondisi idle.
Brio Satya saat ini menggunakan mesin bensin versi facelift 2016, yakni 1.199 cc i-VTEC empat silinder. Mesin itu mampu menghasilkan daya 89 hp pada 6.000 rpm dan torsi 110 Nm pada 4.800 rpm. PT Honda Prospect Motor menyiapkan pilihan transmisi manual dan otomatis CVT.
Bicara soal fitur, Brio Satya memang nggak pernah tergolong berlimpah. Tapi untuk ukuran LCGC sudah cukup lengkap. Jangan bandingkan Brio Satya E dengan Ignis GX atau Sirion, jelas ketinggalan jauh. Paling istimewa dari Brio Satya E, yaitu adanya AC model digital.
Lebih Modern
Secara estetika panel AC ini lebih enak dilihat serasa lebih modern. Tombol yang kiri untuk mengatur kipasnya, yang kanan buat naik turunin temperaturnya. Ada tombol MAX COOL buat langsung ke suhu paling dingin. Memang AC ini tidak ada buat mengatur buka tutup sirkulasi, atau defogger dan defroster tapi ada pilihan buat mengatur arah angin ke kaki.
Desain interior Brio Satya
Kerennya lagi, pencahayaan di instrumen cluster seperti menyambut orang yang masuk ke mobil. Saat buka kunci dari remote dan buka pintu, instrument clusternya yang nyala agak redup. Tapi begitu kita colok kuncinya, nyala lampunya langsung terang. Selain itu ada tombol pengatur audio setir khusus di varian Satya E. Mantap.
Khusus varian E ada wiper belakangnya, tapi kontrol buat wiper belakang hanya untuk nyala atau mati dan tak ada intermittent. Varian tertinggi Brio versi LCGC ini juga ada foglamp yang kontrolnya menyatu di tuas utama. Asyiknya lagi, ada fitur auto lock dan unlock.
Fitur kunci otomatis ini bekerja saat mobil berjalan setidaknya 15 km/jam dan kembali non aktif saat pengemudi memasukkan tuas transmisi ke P. Uniknya nih pengaturan kunci mirip mobil Eropa, saat pintu terkunci bisa langsung di unlock dengan menarik handel di sisi pengemudi.
Fitur keren ala standar LCGC pastinya Brio Satya E juga punya, yaitu electric power window. Cara kerjanya auto down yang langsung terbuka saat tombol dipencet, tapi tidak auto up. Saat ingin menutup terpaksa harus menahan tombolnya yang ditarik ke atas. Power outlet juga ada tapi cuma satu di depan, sedangkan kalo mau USB port ada satu di head unit.
Buat sound systemnya, Brio Satya S dan E speakernya ada 4, tapi tanpa tweeter. Agak disayangkan sih karena pengaturan equalizer sudah oke. Head unitnya juga keren, biasanya pakai Pioneer FH-S505BT yang tiap kali dinyalain muncul teks Enjoy Honda. Ada CD player, ada koneksi bluetooth buat streaming musik dan bisa colok USB atau kabel AUX.
Keamanan dan Desain Belakang Membulat Nah, mengenai sisi keselamatan atau safety pada Brio Satya, dari varian paling murah sampai paling mahalnya hampir sama dan termasuk cukup.
Pada sisi keamanan, Brio Satya juga sudah dilengkapi immobilizer di setiap varian, jadi tidak bisa pakai sembarang kunci duplikat untuk menghidupkannya. Enaknya lagi, kunci pakai keyless entry, jadi buka kunci pintu tidak usah putar-puter lagi di lubang kunci manual.
Honda meninggalkan desain panel kaca besar di pintu belakang Brio. Sekarang desainnya berubah total yang membulat ala kapsul. Sepintas sih mirip Mitsubishi Mirage, tapi pantas juga disebut mirip Datsun Go dengan lampu belakang Freed. Brio Satya bagian atasnya pake spoiler yang berbentuk terintegrasi, dengan high mount stop lamp panjang yang membulat. Untuk tampilan depan berubah jadi mirip Mobilio. Artinya, ubahan dibanding sebelumnya termasuk banyak yaitu di bumper depan, kap mesin, lampu, grille sampe fender depan. (*)
Editor: Budy Satria