JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memperkuat kontribusi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. Upaya tersebut dilakukan mulai dari pencegahan, pemadaman, hingga pemberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap.
Karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas sehari-hari, serta menghambat kegiatan ekonomi.
Ketua Umum Gapki, Eddy Martono, mengatakan pihaknya terus mendorong perusahaan sawit anggota asosiasi untuk berperan aktif membantu pemerintah dalam menangani karhutla di berbagai daerah.
Dukungan perusahaan anggota meliputi pengerahan personel, mobil pemadam kebakaran, alat berat, helikopter untuk operasi water bombing, hingga penyediaan masker dan layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kami tentu prihatin melihat masyarakat harus menghadapi gangguan kesehatan dan aktivitas akibat kabut asap karhutla. Makanya, kami terus mendorong anggota-anggota Gapki di seluruh daerah membantu penanganan karhutla,” ujar Eddy dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis (5/11/2026).
Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan di daerah. Di Kalimantan Barat, misalnya, Gapki menyalurkan bantuan berupa susu, air mineral, dan buah-buahan kepada petugas serta relawan pemadam kebakaran di Kabupaten Kubu Raya.
Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung kebutuhan petugas dan relawan selama menjalankan tugas penanganan kebakaran di lapangan.
Perkuat Pencegahan Sejak Awal Musim Kemarau
Selain membantu pemadaman, Gapki juga mendorong langkah antisipasi sebelum memasuki puncak musim kemarau.
Pada Maret 2026, Gapki menerbitkan surat edaran kepada seluruh perusahaan anggota agar memperkuat pengendalian kebakaran, mulai dari upaya pencegahan hingga penanganan pascakebakaran.
Arahan tersebut mencakup pemeriksaan kesiapan personel dan peralatan, peningkatan patroli, pemantauan titik panas atau hotspot, serta pemetaan sumber air untuk mendukung kebutuhan pemadaman.
Khusus perusahaan yang mengelola lahan gambut, Gapki meminta agar pemantauan tinggi muka air tanah dilakukan secara berkala. Pemeliharaan infrastruktur pembasahan lahan juga menjadi bagian dari langkah pencegahan.
Gapki turut menekankan pentingnya penelusuran sumber api dalam setiap kejadian karhutla. Dengan demikian, penentuan pihak yang bertanggung jawab harus didasarkan pada bukti dan hasil pemeriksaan, bukan semata-mata karena ditemukannya titik panas di dalam wilayah konsesi perusahaan.
Dukung Penanganan Karhutla di Kawasan Pangan
Kontribusi Gapki juga terlihat dalam penanganan karhutla bersama pemerintah di sejumlah wilayah, termasuk Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Penanganan di wilayah tersebut difokuskan pada kawasan strategis yang menjadi penopang Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN).
Perusahaan anggota Gapki di Kalteng turut mendukung patroli udara dan pemadaman menggunakan helikopter water bombing, termasuk di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Salah satu grup perusahaan anggota bahkan mengerahkan 1.000 personel, 16 mobil pemadam kebakaran, serta satu helikopter pada 7 Oktober 2026.
Dukungan lainnya berupa pengerahan ekskavator untuk pembuatan sekat bakar dan sumur bor, penyediaan peralatan bagi Masyarakat Peduli Api (MPA), serta pembukaan posko kesehatan.
Dalam periode 21 Agustus hingga 3 Oktober 2026, Gapki Kalteng juga menyalurkan bantuan senilai Rp196,2 juta. Bantuan tersebut mencakup pengerahan dua regu pemadam, peralatan pemadaman, serta masker, susu, dan vitamin.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, saat melakukan peninjauan lapangan di Jalan Talawang Raya, Kota Palangka Raya, pada 30 Oktober 2026, menyampaikan bahwa sebanyak 175 regu pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani karhutla di wilayah tersebut.
Menurut Hanif, penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi dan Gapki, serta melibatkan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI). Upaya tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Kodam dan Polda.
Di Kalimantan Selatan (Kalsel), Gapki mengerahkan 15 tim dari perusahaan anggota untuk mendukung pemadaman dan pembasahan lahan di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar, pada 11 Oktober 2026.
Masing-masing perusahaan mendapat pembagian blok kerja dengan luas sekitar 30 hektare. Selain itu, Gapki Kalsel menyalurkan 20.000 masker bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.500 masker disalurkan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sedangkan 2.500 masker lainnya dibagikan langsung kepada masyarakat.
Sementara itu, di Sumatera Selatan, Gapki menyerahkan bantuan mesin pompa kepada pemerintah provinsi melalui BPBD untuk mendukung penanganan karhutla.
Bersama Dinas Perkebunan setempat, Gapki juga mendukung operasional empat posko kesehatan di Palembang. Bantuan yang disalurkan meliputi 10.000 masker, 20.000 tablet vitamin, 1.600 bungkus mi instan, dan 2.000 gelas air mineral.
Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan anggota Gapki dalam memperkuat penanganan karhutla, sekaligus membantu mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat.