www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Dari Kapten Kapal ke Pemilik Barang, Polisi Bongkar Rantai Penyelundupan 27 Kilogram Sabu di Dumai
 
Krisis Minyak Sawit! Produksi Anjlok, Ekspor Terjun Bebas, dan Ancaman di Depan Mata
Jumat, 07 Maret 2025 - 08:59:28 WIB
ilustrasi sawit.
ilustrasi sawit.

JAKARTA – Produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia mengalami penurunan sebesar 3,8% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 48,16 juta ton pada 2024. Tahun sebelumnya, produksi CPO domestik tercatat mencapai 50,06 juta ton.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Hadi Sugeng, menyatakan bahwa penurunan ini disebabkan oleh dua faktor utama.

"Produksi kita mengalami kontraksi 3,8% yoy. Hal ini banyak dipengaruhi oleh fenomena El Niño tahun lalu yang berdampak signifikan terhadap hasil panen. Selain itu, banyak tanaman sawit yang mulai menua, sehingga turut berkontribusi pada penurunan produksi," ujar Hadi dalam keterangannya pada Kamis (6/3/2025).

Sejalan dengan turunnya produksi, ekspor produk kelapa sawit Indonesia juga mengalami penurunan sebesar 8,3% yoy, dari 32,21 juta ton pada 2023 menjadi 29,53 juta ton pada 2024.

Penurunan terjadi di hampir seluruh kategori produk, di antaranya:
-  Ekspor CPO turun 10,6% yoy menjadi 2,91 juta ton.
- Ekspor produk olahan palm oil (PO) turun 10% yoy menjadi 20,45 juta ton.
- Ekspor crude palm kernel oil (CPKO) dan biodiesel masing-masing turun 1,55% yoy dan 76,3% yoy.

Namun, ada peningkatan ekspor pada beberapa kategori, seperti:
- Oleokimia yang naik 3,4% yoy menjadi 4,79 juta ton.
- Produk olahan palm kernel oil (PKO) yang meningkat 1,6% yoy menjadi 1,26 juta ton.

Dari sisi pasar tujuan, penurunan ekspor terbesar terjadi ke China, yakni turun 2,38 juta ton. Penurunan ekspor juga terjadi ke India sebesar 1,13 juta ton, serta ke Bangladesh, Malaysia, Amerika Serikat (AS), dan Uni Eropa dalam jumlah lebih kecil.

Sebaliknya, ekspor ke Pakistan meningkat sebesar 486.000 ton dan ke kawasan Timur Tengah naik 164.000 ton. Sementara itu, ekspor ke Rusia dan beberapa negara lain mengalami kenaikan dengan volume yang lebih kecil.

Sepanjang 2024, nilai ekspor CPO tercatat mencapai US$27,76 miliar atau setara Rp440 triliun, turun 8,44% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai US$30,32 miliar atau Rp463 triliun.

Di tengah penurunan produksi dan ekspor, konsumsi domestik minyak sawit justru mengalami peningkatan sebesar 2,8% yoy. Kenaikan ini terutama didorong oleh peningkatan penggunaan biodiesel, yang naik 7,5% yoy menjadi 11,44 juta ton pada 2024.

Melihat tren produksi dan konsumsi, termasuk kebijakan biodiesel serta dinamika harga dan permintaan minyak nabati dunia, produksi minyak sawit Indonesia pada 2025 diproyeksikan mencapai 53,6 juta ton, atau naik 1,7% yoy.

Sementara itu, konsumsi domestik diperkirakan meningkat 9,5% yoy menjadi 26,1 juta ton, dengan penggunaan biodiesel B40 mencapai 13,6 juta ton.

Dengan tren ini, Gapki memperkirakan ekspor CPO dan produk turunannya akan turun menjadi 27,5 juta ton pada 2025, lebih rendah dari ekspor 2024 yang mencapai 29,5 juta ton, seperti yang dilansir dari bisnis.(*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Kapolres Dumai, AKBP Angga F Herlambang memimpin kegiatan konferensi pers pengungkapan 27,2 kg sabu senilai Rp26 miliar, Rabu (17/6/2026).(foto: bambang/halloriau.com)Dari Kapten Kapal ke Pemilik Barang, Polisi Bongkar Rantai Penyelundupan 27 Kilogram Sabu di Dumai
Rekomendasi Laptop Kuliah Terbaik 2026: Murah, Ringan, dan Awet Seharian
PGN mengadirkan program TAMASYA untuk dukung tumbuh kembang anak di Batam (foto/ist)PGN Hadirkan Program TAMASYA untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini
  Komisi I DPRD Pekanabru cek langsung Gelper yang disorot warga.(foto: mimi/halloriau.com)DPRD Pekanbaru Datangi Gelper yang Heboh di Medsos, Ini Temuan di Lapangan
Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri.(foto: int)Kinerja BUMD Jadi Sorotan, DPRD Riau Ingatkan Jabatan Direksi Bukan Ajang Prestise
Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid.(foto: int)Kasus 'Jatah Preman' PUPR Riau, KPK Hadirkan Pakar Pidana Unsoed sebagai Saksi Ahli
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved