www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Dari Kapten Kapal ke Pemilik Barang, Polisi Bongkar Rantai Penyelundupan 27 Kilogram Sabu di Dumai
 
Apkasindo Minta BPDP-KS Tetap Berdiri Sendiri untuk Lindungi Petani Sawit
Minggu, 27 Oktober 2024 - 19:08:40 WIB
Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat ME Manurung (foto/int)
Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat ME Manurung (foto/int)

JAKARTA – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) meminta agar pengelolaan dana kelapa sawit tetap berada di bawah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS). Tidak digabungkan dalam Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang baru dibentuk sesuai Perpres 132/2024.

Ketua Umum Apkasindo, Gulat ME Manurung, menyatakan bahwa penggabungan tersebut dinilai kurang matang dan berdampak negatif bagi petani sawit.

Menurut Gulat, Apkasindo mendukung upaya peningkatan produksi kakao dan kelapa dengan pembentukan BPDP. Namun menganggap penggabungan pengelolaan sawit dengan komoditas lain adalah langkah tergesa-gesa menjelang pergantian Presiden.

"Kami meminta kelapa sawit tidak digabungkan dalam lembaga baru ini. BPDP-KS harus tetap berdiri untuk mendanai program sawit, termasuk dukungan bagi petani secara mandiri demi kepentingan nasional," ungkapnya.

Gulat mengungkapkan, kebijakan baru ini menimbulkan keresahan di kalangan petani sawit, khususnya yang tengah mengajukan pendanaan untuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Dana BPDP-KS, yang bersumber dari pungutan ekspor sawit sebesar USD 62 per ton CPO per September 2024, menjadi sumber dukungan utama bagi program tersebut.

Dengan asumsi rendemen tandan buah segar (TBS) 20 persen, pungutan ini membebani petani sebesar Rp192 per kilogram, sementara harga TBS hanya Rp208 per kilogram.

"Kami tidak bermaksud egois, tapi faktanya kami butuh perhatian afirmatif melalui dana sawit kami sendiri," tegas Gulat.

Selain PSR, perubahan ini juga dikhawatirkan akan mengganggu berbagai program petani lainnya, seperti peningkatan produktivitas, sarana-prasarana (sarpras), pengembangan SDM petani, hingga pemberian beasiswa bagi anak-anak petani. Menurut Gulat, tumpang tindih regulasi antarlembaga di bawah Perpres 132/2024 akan semakin memperburuk situasi.

Gulat menambahkan, BPDP-KS memainkan peran penting dalam program biodiesel, yang membantu menjaga stabilitas harga TBS di dalam negeri melalui serapan CPO domestik. Kebijakan ini mendukung program strategis Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menjaga keberlanjutan perkebunan sawit rakyat.

Apkasindo Minta BPDP-KS Dijadikan Badan Sawit Indonesia
Gulat menekankan pentingnya BPDP-KS tetap berdiri sebagai entitas independen di bawah koordinasi langsung Presiden. Ia mengusulkan agar BPDP-KS berkembang menjadi Badan Sawit Indonesia untuk mengurangi campur tangan lembaga dan kementerian lain yang kerap menyebabkan ketidaksinkronan regulasi terkait sawit.

“Yang seharusnya dibenahi adalah tata kelola regulasi, bukan membubarkan BPDP-KS menjadi BPDP,” ujarnya.

Apkasindo pun berharap pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, dapat mempertimbangkan pencabutan Perpres 132/2024 demi kesejahteraan petani sawit dan kelanjutan program-program krusial yang selama ini dikelola BPDP-KS. (rilis)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Kapolres Dumai, AKBP Angga F Herlambang memimpin kegiatan konferensi pers pengungkapan 27,2 kg sabu senilai Rp26 miliar, Rabu (17/6/2026).(foto: bambang/halloriau.com)Dari Kapten Kapal ke Pemilik Barang, Polisi Bongkar Rantai Penyelundupan 27 Kilogram Sabu di Dumai
Rekomendasi Laptop Kuliah Terbaik 2026: Murah, Ringan, dan Awet Seharian
PGN mengadirkan program TAMASYA untuk dukung tumbuh kembang anak di Batam (foto/ist)PGN Hadirkan Program TAMASYA untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini
  Komisi I DPRD Pekanabru cek langsung Gelper yang disorot warga.(foto: mimi/halloriau.com)DPRD Pekanbaru Datangi Gelper yang Heboh di Medsos, Ini Temuan di Lapangan
Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri.(foto: int)Kinerja BUMD Jadi Sorotan, DPRD Riau Ingatkan Jabatan Direksi Bukan Ajang Prestise
Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid.(foto: int)Kasus 'Jatah Preman' PUPR Riau, KPK Hadirkan Pakar Pidana Unsoed sebagai Saksi Ahli
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved