www.halloriau.com  
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Silaturahmi ke RPBD di Kuansing, Ini Harapan Dit Intelkam Polda Riau
 
Warning BPDPKS Tak Beri Manfaat Petani, Abdul Wahid: Bubarkan Saja
Rabu, 23 November 2022 - 14:58:24 WIB
Anggota Komisi XI DPR RI, Abdul Wahid (foto/Riko)
Anggota Komisi XI DPR RI, Abdul Wahid (foto/Riko)

PEKANBARU - Anggota Komisi XI DPR RI, Abdul Wahid berang kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Sebab manfaat yang diberikan BPDPKS dominan untuk pengusaha, ketimbang petani sawit.

Dia mengaku bahwa program-program yang dimiliki BPDPKS sudah sangat bagus. Namun dia menyayangkan persyaratan yang harus dipenuhi petani untuk mendapat program itu yang cukup memberatkan.

"Kalau program ini tidak memberikan manfaat bagi rakyat, sudah itu dibubarkan saja. Jangan ada potongan lagi. Karena potongan dari ekspor sawit itu kan ke petani dampaknya," kata Wahid kepada halloriau.com, Rabu (23/11/2022).

Wahid juga menyayangkan minimnya dana yang terealisasi untuk petani melalui program-program yang ada. Di mana sebagian besar dana BPDPKS justru jatuh ke tangan pengusaha, bukan ke petani.

"Sampai tahun 2021 itu, dana yang tersalurkan itu sudah Rp71 triliun. Tapi itu hampir semua ke perusahaan, yang ke petani hanya Rp1 triliun saja," kata dia.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menyayangkan lantaran tidak adanya program bantuan untuk petani saat tengah mengalami masa sulit, terutama saat pemerintah menghentikan ekspor beberapa bulan lalu.

"Contohnya, saat presiden menyetop ekspor sawit, itu kan harga anjlok, sampai ada petani yang tidak panen gara-gara harga anjlok. Nah, selama berbulan-bulan itu BPDPKS ada program enggak untuk petani? Sepeser pun tidak ada. Subsidi pupuk kek, mengadakan pupuk murah, ini tidak ada," ujarnya menyayangkan.

Maka itu, dia berharap agar keberadaan BPDPKS bisa lebih membawa manfaat bagi petani sawit. Tak hanya bagi segelintir orang saja, tapi juga bagi seluruh petani sawit di Indonesia.

"Sebenarnya, petani itu baru bisa sejahtera kalau harga TBS-nya Rp2.500 sampai Rp3.000. Kita kan semangatnya, ingin mengentaskan kemiskinan dari sektor pertanian kelapa sawit. Kalau pungutannya itu malah jadi beban untuk petani ya ngapain. Hanya untuk mensubsidi pengusaha," kata dia.

Penulis: Bayu
Editor: Riki

  Berita Terkait

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Dit Intelkam Polda Riau bersama pengurus RPBD di Kuansing.(foto: rivo/halloriau.com)Silaturahmi ke RPBD di Kuansing, Ini Harapan Dit Intelkam Polda Riau
Sekjen DPW Partai NasDem Riau, Jhony Charles63 Kampung dI Riau Terima Sertifikat Proklim, Jhony Charles Harap Terus Ditingkatkan, Ini Sebabnya
Ilustrasi.(int)Set Top Box Tiba-tiba Meledak, Ini Sebabnya
  Kadiskes Riau, Zainal Arifin.(foto: int)Diskes Riau Bakal Gelar Seminar Hari AIDS Sedunia Bersama Mahasiswa Kesehatan
Ilustrasi.(int)Sore ini 3 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Riau Nihil
Ilustrasi.(int)DLHK Riau Verifikasi Administrasi SPJ Sebelum Bangun 2 Sekat Kanal di Rohil dan Pelalawan
Komentar Anda :

 
 
Potret Lensa
JNE Pekanbaru bersilaturahmi ke kantor Halloriau.com
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2022 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved