www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Hasil Kualifikasi MotoGP Emilia Romagna: Bagnaia Pole, Quartararo Start ke-15
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Biaya Umrah Rp20-26 Juta, Amphuri: Bisa Bengkak Kalau Harus Karantina
Rabu, 13 Oktober 2021 - 07:14:25 WIB
ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA - Setelah dihentikan sejak tahun lalu, izin ibadah umrah bagi jamaah asal Indonesia kembali diberikan oleh pemerintah Arab Saudi. Adapun terkait besaran ongkos umrah bagi jemaah RI masih belum ada kepastian mengingat kondisi pandemi.

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M Nur mengatakan, Kementerian Agama sebelumnya sudah menetapkan harga referensi umrah berkisar Rp20 juta hingga Rp26 juta.

"Kami belum tau harganya karena belum ada kepastian, yang ada malah Rp26 juta harganya yang ditentukan. Jadi harga umrah itu di awal harga referensi Rp20 juta," kata Firman, Selasa (12/10/2021), seperti yang dilansir dari sindonews.

Menurut Firman, keputusan Kementerian Agama dengan harga referensi Rp20 juta guna memenuhi standar pelayanan minimal agar jamaah tidak tergiur dengan penawaran-penawaran yang jauh di bawah itu sehingga nanti tidak ada kepastian standar pelayanan.

Saat masa uji coba pada bulan November 2020 lalu, Firman menyebut harga referensi dievaluasi karena kenaikan pajak di Arab Saudi, faktor-faktor kebijakan Covid-19, dan lain-lain yang menjadikan harga patokan meningkat menjadi Rp26 juta.

Amphuri memandang, selama tidak ada kewajiban karantina, ongkos umrah pasti tak begitu melambung. Sebagai catatan, Saudi saat ini tidak memberlakukan karantina melainkan hanya bukti sudah vaksin dan negatif tes PCR. Namun, di sisi lain, jemaah umrah setibanya kembali di Tanah Air masih diwajibkan menjalani karantina.

"Hal yang jadi kendala kita masih ada syarat kewajiban karantina pulang umrah. Kami saat ini sedang melakukan mediasi untuk melakukan pengecualian, jadi jemaah yang pulang umrah karena ini kegiatan yang dimonitori ketat oleh pemerintah sebelum keberangkatan," tuturnya.

 Firman menambahkan, di Arab Saudi semua kegiatan jemaah mulai dari proses keberangkatan, kedatangan juga dipantau dalam aplikasi Tawakalna, termasuk segala macam yang harus dipenuhi oleh jemaah. Artinya, setiap jemaah dipantau sangat ketat.

"Ketika pulang dari Saudi Arabia membawa PCR. Kita harapkan jemaah umrah yang kegiatannya sudah dimonitoring selengkap ini, pulang bisa dikecualikan, tetap karantina tapi karantina di rumah masing-masing ketika hasilnya negatif," tandas Firman.

Amphuri menegaskan tak mau menambah beban biaya akibat karantina usai perjalanan umrah. Beda lagi ketika perjalanan lain seperti liburan, yang menurut Firman tidak ketat monitoringnya seperti pada ibadah umrah. *


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Francesco Bagnaia start terdepan di MotoGP Emilia Romagna 2021, sementara Fabio Quartararo akan start dari posisi ke-15Hasil Kualifikasi MotoGP Emilia Romagna: Bagnaia Pole, Quartararo Start ke-15
IlustrasiPolisi Diduga Kriminalisasi Petani, Koalisi Desak Kapolres Kampar Dicopot
Adi Putra terpilih secara aklamasi sebagai ketua PWI Kabupaten Bengkalis dalam Konferkab V, periode 2021 - 2024.Adi Putra Terpilih Jadi Ketua PWI Bengkalis
IlustrasiSebaran Corona di Indonesia 23 Oktober: Riau Cuma Tambah 9 Kasus
Jonatan ChristieAnthony Ginting dan Jonatan Christie Mundur dari French Open 2021, Ini Penyebabnya
  IlustrasiHarga CPO Naik, Indonesia dan Malaysia Lawan Kampanye Hitam Sawit
IlustrasiLahan Tol Pekanbaru - Bangkinang yang Belum Dibebaskan Tinggal 750 M
Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wenseslaus Manggut AMSI Nilai Hoaks Pengaruhi Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Media Massa
Kadisparekraf Provinsi Riau Roni RakhmatKadisparekraf Riau Berharap Ekonomi Masyarakat Bangkit dengan Hadirnya Desa Wisata
IlustrasiRealisasi Transfer Dana Desa Se-Riau Capai Rp15,96 Triliun
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Penyambungan Pipa Proyek IPAL di Simpang Jl Teratai-Jl Ahmad Dahlan
 
 
 
 
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved