www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Sinergi Kunci Bangun Ekosistem Sistem Resi Gudang
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Abah Asep, Menjual 'Selimut Hidup' dari Harga Kamar Rp 10.000
Senin, 13 September 2021 - 13:24:30 WIB
ilustrasi
ilustrasi

CIANJUR - Abah Asep telah puluhan tahun menjual selimut hidup di kawasan Cipanas, Cianjur. Sepengalamannya, ia ingat betul dulu pernah menjual kamar vila seharga Rp 10.000.

Sebagai perantara, Asep juga mendapat komisi dari vila dan selimut hidup yang laku. Tak hanya itu, ia juga mendapat tip dari para pelanggan dan ini pasti diberikan sukarela jika layanannya memuaskan hati.

"Perantara kalau cewek saya dapat 25%. Kalau vila 10%. Kadang-kadang tamunya yang baik ngasih uang tip," terang Asep, seperti yang dilansir dari detik.

"Mereka tanya punya anak berapa dan saya jawab empat, ada yang ngasih Rp 100 ribu, Rp 20 ribu, itu sudah alhamdulillah ya. Kalau nggak ngasih nggak apa-apa. Nggak minta saya, dilihat dari tingkatan tamunya saja," terang dia.

"Saya nggak minta uang servis. Yang pasti mereka inget kalau dapat cewek itu karena ada perantara," kata dia lagi.

Vila-vila yang dijajakan Asep bervariasi harganya. Ada yang berharga ratusan ribu dan ada pula yang berharga jutaan untuk menginap satu malam.

"Kalau dua kamar Rp 300 ribu kalau empat kamar Rp 500 ribu. Zaman dulu murah, dua kamar Rp 10 ribu. Kalau sekarang Rp 100 ribu nginep per kamar. Ada 300 dan 400-500 ribu, yang 4 kamar bisa sampai satu juta," terang Asep.

Lalu, vila mana saja yang biasa ia tawarkan ke tamunya?

"Banyak. Kan namanya juga abah ini perantara. Bisa di vila Kota Bunga, Orchid, Cherry ke Vila Cibodas dan yang deket-deket sini (di sekitar Cipanas)," kata Asep.

Di masa pandemi, semakin sedikit traveler yang datang menginap di vila-vila Cipanas, Cianjur. Artinya, semakin sedikit pula di antara mereka yang bakal memesan selimut hidup.

"Ada. Cuman nggak kayak dulu. Orang-orang dekat. Orang-orang kota sudah nggak ada. Apalagi sekarang kan lagi pandemi dan di sini pernah masuk ke zona merah," kata Asep.

"Kalau sebelum Corona banyak orang-orang luar, Jakarta, Sumatera, Bali, banyak. Sebelum Corona paling bawah saya mendapat Rp 300 ribu dan bisa satu juta setiap hari," imbuh dia. *


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
IntSinergi Kunci Bangun Ekosistem Sistem Resi Gudang
Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana (foto Arsip Bappebti)Tindak Tegas, Kemendag Blokir 249 Domain Situs Perdagangan Berjangka Komoditi Tanpa Izin
ilustrasiHujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau
ilustrasiTak Bisa Urus Parkir, Kadishub Yuliarso Sebaiknya Mundur
Rumah Yatim Cabang Riau salurkan program bantuan tunai biaya hidup, bantuan bahan-bahan pokok, serta bantuan kitab Alquran untuk warga prasejahtera serta beberapa MDTA di Kecamatan SukajadiBerbagai Program Bantuan Dibagikan Rumah Yatim kepada Warga Kecamatan Sukajadi Pekanbaru
  IlustrasiRiau Usulkan Pembebasan Lahan Percepatan 4 Jalan Tol ke Pusat
Tokoh masyarakat Riau asal Meranti Wan Abu Bakar menyerahkan formatur kepengurusan PerMasKab Kepulauan Meranti kepada ketua terpilih, NazaruddinNazaruddin Pimpin PerMasKab Kepulauan Meranti Pekanbaru Periode 2021-2026
Juru bicara (jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, Indra Yovi30 Anak di Riau Meninggal Akibat Covid-19, Orang Tua Harus Waspada
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga Wamendag: Sinergi Kunci Bangun Ekosistem SRG untuk Sejahterakan Petani
ZodiakRamalan Zodiak Hari Ini 18 September 2021
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Tim Verifikasi Diskominfotik Inhu Kunjungi halloriau.com
 
 
 
 
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved