www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Laga Sepakbola, Tim PWI Pelalawan Bungkam Apdesi Kecamatan Pangkalankuras 2-0
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Ramai Dugaan RS Sengaja Meng-Covid-kan Pasien, Mungkinkah? Ini Penegasan PERSI
Senin, 21 Juni 2021 - 05:39:10 WIB
ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA - Seiring lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia, tak sedikit masyarakat mencurigai adanya rumah sakit yang secara sengaja memberikan diagnosis palsu pasien positif Covid-19.

Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) meluruskan, setiap rumah sakit membutuhkan prosedur panjang untuk pemeriksaan Covid-19 sehingga pemalsuan diagnosis sebenarnya bukan hal mudah.

"Ada aturan yang kuat, ketat sekali pasien itu ditentukan diagnosa sebagai Covid. Rumah sakit harus melampirkan banyak sekali dokumen pendukung untuk menyampaikan bahwa ini Covid-19. Jadi masyarakat jangan juga merasa 'oh kalau memang diagnosa Covid itu akan diklaim rumah sakit bahwa ini Covid. Itu belum tentu," tegas Sekjen PERSI Lia Partakusuma dalam konferensi pers virtual, Minggu (10/6/2021), seperti yang dilansir dari detik.

"Sama-sama kita menaruh kepercayaan bahwa dokter akan mengobati sesuai kondisi pasien," lanjutnya.

Ia menjelaskan, tidak semua rumah sakit bisa memberikan hasil diagnosis Covid-19 dalam waktu cepat. Rumah sakit besar dengan fasilitas laboratorium lengkap tentu bisa memberikan hasil diagnostik dalam waktu lebih cepat dibandingkan rumah sakit dengan fasilitas terbatas.

Untuk itu, masyarakat perlu memahami bahwa proses diagnostik Covid-19 untuk 1 pasien bukan proses singkat dan mudah. Bahkan, ada juga pasien yang membutuhkan hitungan hari untuk mendapatkan hasil pasti soal positif atau negatif Covid-19.

Jika hasil hasil tes kedua berbeda dengan hasil tes pertama dengan sela beberapa hari, bisa jadi disebabkan infeksi baru terdeteksi pada kesempatan tes kedua karena replikasi virus membutuhkan waktu.

"Istilah meng-Covid-kan pasien, kalau pun ada itu oknum. Kami sama sekali tidak pernah menginginkan adanya 1 rumah sakit pun yang meng-Covid-kan. Mudah-mudah tidak ada 1 pun rumah sakit yang berkeinginan," tegas Lia.

"Kalau pun menyamaratakan 3000 rumah sakit seperti hal yang sama, tentu rasanya juga tidak benar," pungkasnya. *


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Laga Sepakbola, Tim PWI Pelalawan Bungkam Apdesi Kecamatan Pangkalankuras 2-0
IstRumah Zakat Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Rumbai
IlustrasiRiau Tambah 23 kasus Covid-19 Hari Ini
KrisdayantiBantu Pembangunan Gereja, Krisdayanti Nangis Saat Didoakan Pastor
Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik SupranotoPolisi Kantongi Bukti Chat Mesra Kapolsek dengan Anak Tersangka
  Perkuat Bisnis dan Transfer Knowledge Perbankan Syariah, BRK MoU dengan BSI
Jubir Satgas Covid-19 Riau, Indra YoviAntisipasi Covid-19 Gelombang Ketiga, Riau Siagakan Fasilitas Kesehatan
Dua kapal nelayan di Desa Tanjung Kulim Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti terbakarDua Kapal Nelayan di Kepulauan Meranti Terbakar, Ini Penyebabnya
Ilustrasi sekolah tatap mukaNekat Terapkan Full Day, Siap-siap Sekolah Disanksi Disdik Pekanbaru
IstRatusan Siswa Antusias Ikuti Vaksinasi Massal di MAN 4 Pekanbaru
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Penyambungan Pipa Proyek IPAL di Simpang Jl Teratai-Jl Ahmad Dahlan
 
 
 
 
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved