JAKARTA – Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp195,3 triliun untuk program ketahanan pangan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, besaran anggaran tersebut masih dipertahankan pada level tinggi untuk mendukung berbagai program penguatan ketahanan pangan nasional.
“Anggaran ketahanan pangan tetap tinggi di Rp195,3 triliun,” kata Purbaya dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat.
Nilai tersebut meningkat 2,3 persen dibandingkan proyeksi anggaran ketahanan pangan dalam APBN 2026 yang mencapai Rp190,9 triliun.
Penggunaan anggaran akan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pangan melalui berbagai upaya, termasuk intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Selain itu, pemerintah menyiapkan anggaran untuk menjaga stabilitas serta pasokan dan harga pangan.
Kebijakan tersebut juga mencakup peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, penguatan ketahanan pangan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim, serta upaya memperkuat kedaulatan pangan secara bertahap.
Dalam rencana penggunaannya, anggaran ketahanan pangan antara lain diperuntukkan bagi pengembangan kawasan padi seluas 2,7 juta hektare, pencetakan sawah baru seluas 100.000 hektare, serta optimalisasi lahan pertanian mencapai 200.000 hektare.
Pemerintah juga menyiapkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) prapanen untuk subsektor tanaman pangan sebanyak 23.528 unit.
Di sektor lainnya, program tersebut mencakup revitalisasi lahan garam seluas 616 hektare, pengembangan jaringan irigasi seluas 55.765 hektare, serta pembangunan 14 bendungan yang masih dalam tahap pengerjaan.
Selain itu, fasilitas di 400 kampung nelayan juga akan ditingkatkan sebagai bagian dari program ketahanan pangan.
Pemerintah turut mengalokasikan anggaran untuk bantuan pangan dalam rangka mengendalikan kerawanan pangan bagi 5.000 orang. Program gerakan pangan murah juga direncanakan menjangkau 38 kelompok masyarakat.
Di sisi fiskal, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa RAPBN 2027 menargetkan defisit anggaran sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Target tersebut lebih rendah dibandingkan defisit APBN 2026 sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB.
Sementara itu, pendapatan negara pada 2027 diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, meningkat dari Rp3.153,6 triliun dalam APBN 2026.
Adapun belanja negara direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, naik dibandingkan alokasi APBN 2026 yang mencapai Rp3.842,7 triliun.
Data mengenai alokasi ketahanan pangan Rp195,3 triliun dan rincian program tersebut juga tercantum dalam pemberitaan ANTARA mengenai RAPBN 2027.