www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
18 Posko Disiagakan, Riau Ubah Strategi Hadapi Ancaman Karhutla 2026
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Menakar Arah Baru Kemandirian Pangan dan Sektor Perikanan
Rabu, 15 Juli 2026 - 08:27:00 WIB
Area Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di pesisir Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.
Area Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di pesisir Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

JAKARTA - Di atas lahan seluas 100 hektare kawasan pesisir Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, berdiri sebuah model industrialisasi perikanan nasional melalui proyek Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen.

Tempat ini bukan hamparan kolam peliharaan biasa, melainkan sebuah cetak biru dari ambisi besar pemerintah untuk merombak total wajah budi daya perikanan nasional, dari yang semula bercorak tradisional menuju ekosistem industri modern yang terukur, presisi, dan berbasis teknologi tinggi.

Ketika diresmikan oleh pemerintah pada Maret 2023, kawasan ini dirancang khusus untuk memutus mata rantai kegagalan panen yang kerap membayangi petambak tradisional akibat penurunan kualitas lingkungan dan pencemaran air.

Dari total lahan potensial yang tersedia di pesisir Kebumen, area seluas 65 hektare telah bertransformasi menjadi jaringan infrastruktur hidrologi yang rumit, tapi sangat sistematis. Pengelolaan sirkulasi air diatur secara ketat melalui satu unit intake air laut yang mengalirkan air menuju tandon utama seluas 3 hektare, kemudian didistribusikan secara berkala ke 50 unit tandon klaster sebelum akhirnya memasuki 139 kolam produksi utama.

Seluruh sisa air pembuangan dari proses budi daya wajib melewati 17 unit instalasi pengolahan air limbah (IPAL) klaster, serta satu IPAL utama seluas 2 hektare sebelum dilepaskan kembali ke laut lepas. Keberadaan sistem pengelolaan limbah cair yang terpadu ini berfungsi untuk memastikan bahwa air yang kembali ke laut dalam kondisi bersih dan bebas dari sisa amonia pakan, sehingga tidak mencemari ekosistem pesisir selatan Jawa.

Standardisasi infrastruktur penunjang seperti laboratorium pemantauan penyakit, bangsal pakan yang higienis, gudang logistik, hingga bangsal khusus pascapanen dibangun saling berdekatan untuk memangkas waktu operasional di lapangan.

Hasil dari investasi infrastruktur yang ketat dan disiplin tata kelola hayati ini mulai terlihat saat kawasan ini memasuki tahun keempat masa operasionalnya.

Melalui metode jaring penangkap, panen raya udang vannamei siklus kedelapan mencatatkan angka produktivitas yang tinggi, yakni mencapai rata-rata 40 ton udang per hektare. Momen inilah yang kemudian menjadi simbol bagi Presiden RI Prabowo Subianto untuk menghadiri panen raya. Bahkan, ikut menarik jaring berisi ratusan udang dalam sekali jala.

Secara kumulatif, total volume produksi yang dihasilkan dari 139 petak kolam komersial yang beroperasi optimal tersebut kini telah menembus angka 1,15 kilo ton. Catatan performa produksi ini memberikan kontribusi finansial langsung terhadap kas negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp83,34 miliar.

Angka-angka pencapaian dari pesisir selatan Kebumen tersebut tidak berdiri sendiri sebagai kesuksesan sektoral, melainkan menjadi landasan kalkulasi bagi arah kebijakan ekonomi makro nasional yang lebih luas.

Dengan tingkat harga pasar yang stabil di angka Rp70.000 per kilogram atau setara Rp70 juta per ton, satu siklus produksi penuh di BUBK Kebumen mampu menggerakkan nilai ekonomi sebesar Rp67,2 miliar, dengan potensi pendapatan tahunan total mencapai Rp134,4 miliar.

Pada skala ekonomi mikro daerah, aktivitas industri perikanan ini juga menjadi katup penyelamat ketenagakerjaan dengan menyerap 145 pekerja tetap serta 500 tenaga harian lepas yang seluruhnya merupakan warga setempat.

Keberhasilan formula ekonomi mikro di Kebumen ini memicu pergeseran substansial dalam orientasi kebijakan tata kelola anggaran belanja negara.

Pemerintah mengambil keputusan strategis dengan menunda sejumlah "proyek pembangunan gedung perkantoran baru", yang dinilai memiliki kontribusi minim terhadap produktivitas riil nasional. Fokus pembiayaan negara kini dialihkan untuk mendanai proyek-proyek produktif di sektor pangan yang mampu menghasilkan sumber protein bagi masyarakat luas sekaligus berorientasi ekspor.

Dalam kalkulasi pemerintah, indikator utama keberhasilan pembangunan ekonomi diletakkan pada kemampuan menciptakan lapangan kerja baru dan menaikkan pendapatan masyarakat bawah, bukan pada kemegahan fisik birokrasi pemerintahan.

Pilihan pemerintah untuk memprioritaskan komoditas udang didorong oleh posisinya yang strategis sebagai penopang utama perolehan devisa di sektor kelautan. Berdasarkan data resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), total nilai ekspor produk perikanan Indonesia tumbuh 5,2 persen dengan capaian 6,27 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, komoditas udang menyumbang porsi terbesar senilai 1,87 miliar dolar AS atau setara 29,8 persen dari total nilai ekspor nasional.

Angka ekspor udang ini berada jauh di atas komoditas unggulan lainnya seperti kelompok ikan tuna-cakalang-tongkol yang mencatatkan nilai ekspor 1,04 miliar dolar AS, serta kelompok cumi-sotong-gurita yang menyumbang sebesar 889,73 juta dolar AS ke dalam kas negara.

Duplikasi nasional

Rencana duplikasi model tambak modern Kebumen dalam skala lahan yang jauh lebih masif kini sedang berjalan di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di wilayah Indonesia timur tersebut, pemerintah tengah membangun pusat budi daya udang terintegrasi seluas 2.000 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp7,2 triliun, yang ditargetkan mampu memproduksi 52.800 ton udang per tahun.

Langkah ekspansi geografis itu juga diikuti dengan rencana pembangunan sentra budi daya udang komersial seluas 200 hektare di Gorontalo, serta pemanfaatan kawasan pantai utara (pantura) Jawa Barat seluas 14.000 hektare yang dialokasikan khusus untuk komoditas perikanan ikan budi daya.

Langkah akselerasi di sektor kelautan dan perikanan itu menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat kedaulatan pangan domestik di tengah ketidakpastian situasi geopolitik global.

Presiden Prabowo menyebut pemerintahannya telah meraih capaian swasembada pada komoditas karbohidrat utama seperti beras dan jagung dalam kurun waktu 19 bulan menjabat. Kini, pemenuhan sektor protein hewani menjadi target prioritas berikutnya. Pemerintah memproyeksikan penataan tata kelola produksi untuk mencapai swasembada daging sapi secara bertahap dapat diselesaikan dalam jangka waktu empat hingga lima tahun ke depan.

Industri perikanan modern yang terstandardisasi seperti di Kebumen diposisikan sebagai pilar penting untuk memastikan pasokan protein nasional tetap terjaga sekaligus membendung kebocoran kekayaan negara keluar sistem domestik.

Sumber: Antaranews


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Gubernur Riau tekankan aksi dini penanganan Karhutla di Riau.(foto: mcr)18 Posko Disiagakan, Riau Ubah Strategi Hadapi Ancaman Karhutla 2026
Apel kesiapsiagaan hadapi karhutla di halaman Mapolda Riau.(foto: risnaldi/halloriau.com)Agustus-September Jadi Periode Kritis El Nino, Riau Waspadai Karhutla hingga 2027
Kabid Perumahan Disperkim Rohil, Kudri.(foto: afrizal/halloriau.com)Pemkab Rohil Bedah 203 Rumah Warga Kurang Mampu, 67 Unit Sudah Mulai Digarap
Seberan level confidence puluhan titik panas di Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)Riau Menyala, Siak hingga Inhu Terpantau Titik Panas Level Confidence Tinggi 80-100 Persen
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)Riau Dikepung 43 Hotspot, Siak dan Inhu Menyala dengan 16 Titik Panas
  Masjid Raya Annur Riau.(foto: int)SF Hariyanto: Masjid Raya An-Nur Riau Harus Steril dari Kepentingan Politik
Karhutla di Riau.(ilustrasi/int)Karhutla Riau Tembus 15 Ribu Hektare, Mayoritas Terjadi di Kawasan Nonhutan
RAPP siagakan fire fighter dan peralatan operasional hadapi karhutla.(foto: risnaldi/halloriau.com)RAPP Siagakan 177 Pompa dan 1.209 Selang untuk Hadapi Karhutla Riau 2026
Ameera Hotel Wedding Showcase 2026.Ameera Hotel Pekanbaru Gelar Wedding Showcase 2026, Hadirkan Lebih dari 35 Vendor Wedding Terpercaya di Pekanbaru
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai meraih dua penghargaan di ajang ISRA 2026 (foto/ist)Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Dua Penghargaan di Ajang ISRA 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved