www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Latihan Intensif di Alcarràs, Veda Ega Optimistis Tampil Kompetitif di Moto3 Jerman
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kejagung Selidiki Dugaan Korupsi MBG, Insentif Operasional Dapur Rp6 Juta per Hari Ikut Dievaluasi
Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:06:08 WIB
ilustrasi.
ilustrasi.

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) membuka peluang untuk mengubah bahkan menghentikan skema insentif operasional sebesar Rp6 juta per hari yang selama ini diberikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kebijakan tersebut tengah dikaji sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG. Evaluasi dilakukan setelah pemerintah menemukan adanya lonjakan jumlah dapur MBG yang berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran negara.

Kepala BGN, Nanik S Deyang, mengatakan pihaknya sedang menelaah efektivitas pemberian insentif operasional kepada dapur MBG agar program dapat berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.

"Ya, insentif Rp6 juta (per hari tiap SPPG) akan kami evaluasi," ujar Nanik, Jumat (12/6).

Menurutnya, evaluasi tersebut hanya menyangkut dana operasional dapur dan tidak akan memengaruhi alokasi anggaran bahan baku makanan bagi penerima manfaat program MBG.

Nanik menegaskan bahwa biaya bahan baku sebesar Rp10.000 per porsi merupakan komponen anggaran yang berbeda dengan insentif operasional dapur.

"Rp10 ribu (per porsi) itu kan bahan baku, tidak ada kaitannya dengan Rp6 juta per hari. Kita evaluasi insentif Rp6 juta supaya efisien," katanya.

Dipicu Temuan Pembengkakan Jumlah Dapur

Rencana evaluasi muncul setelah pemerintah menemukan jumlah dapur MBG yang beroperasi melampaui target awal program.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa program MBG semula dirancang memiliki sekitar 21.000 titik dapur. Namun dalam perkembangannya, jumlah tersebut meningkat menjadi 27.877 titik atau bertambah 6.877 dapur dari target awal.

Menurut Zulhas, peningkatan jumlah dapur tersebut berdampak langsung terhadap kebutuhan anggaran karena setiap dapur memperoleh insentif operasional Rp6 juta per hari.

"Nah, ada membengkak 6.877 titik. Kalau Rp6 juta satu hari, maka satu bulan ada pengeluaran lebih dari Rp1 triliun pemborosan," ujarnya.

Ia memperkirakan tambahan beban anggaran akibat pembengkakan jumlah dapur tersebut dapat mencapai lebih dari Rp12 triliun dalam setahun apabila tidak segera dilakukan penataan ulang.

Dapur MBG di Wilayah 3T Ikut Disorot

Pemerintah juga menemukan peningkatan jumlah dapur MBG di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Dari kebutuhan awal sekitar 2.000 titik, jumlah dapur MBG di wilayah 3T tercatat meningkat menjadi 8.617 titik.

Temuan tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah untuk melakukan penataan ulang program MBG, termasuk mengevaluasi sejumlah komponen pembiayaan yang dinilai berpotensi menimbulkan inefisiensi.

Selain menjadi perhatian pemerintah, skema insentif operasional Rp6 juta per hari juga masuk dalam penyidikan dugaan korupsi tata kelola program MBG yang saat ini ditangani Kejaksaan Agung.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Syarief, sebelumnya menyebut dana insentif operasional SPPG diduga menjadi salah satu komponen yang dimanfaatkan oleh sejumlah mantan pejabat BGN yang kini telah berstatus tersangka.

"Kurang lebih yang Rp6 juta itu. Yang per hari kan," kata Syarief.

Meski demikian, Nanik mengaku tidak mengetahui secara rinci dugaan penyalahgunaan dana tersebut dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Kejaksaan Agung.

"Wah, nggak tahu saya soal itu, tanya Kejagung dong, masa tanya sama saya," ujarnya.

Skema Availability-Based Akan Ditinjau Ulang

Sebagai informasi, pemberian insentif operasional Rp6 juta per hari diatur dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 244 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah Program MBG Tahun Anggaran 2025.

Dana tersebut diberikan menggunakan skema availability-based atau berbasis ketersediaan layanan. Dengan mekanisme ini, insentif tidak dihitung berdasarkan jumlah porsi makanan yang disalurkan, melainkan diberikan untuk memastikan dapur tetap siap beroperasi dan melayani penerima manfaat.

Sebelumnya, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa skema tersebut dirancang sebagai kompensasi bagi mitra yang membangun dan mengelola dapur MBG menggunakan investasi sendiri tanpa dukungan dana pembangunan dari APBN.

Namun, seiring upaya pemerintah menekan potensi pemborosan anggaran, skema insentif tersebut kini menjadi salah satu aspek yang akan ditinjau ulang. Hasil evaluasi nantinya akan menentukan apakah besaran insentif tetap dipertahankan, disesuaikan, atau diganti dengan mekanisme baru yang dianggap lebih efisien dan akuntabel.

Sumber: Detik


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Veda Ega.(foto: int)Latihan Intensif di Alcarràs, Veda Ega Optimistis Tampil Kompetitif di Moto3 Jerman
Bonus atlet Riau segera cair.(ilustrasi/int)Bonus Atlet Riau Segera Cair? Pemprov Pastikan SK Sudah Terbit, Tinggal Tahap Administrasi
Toyota LC 300 GR Sport untuk suap jabatan Sekdakab Kuansing diangkut KPK.(foto: tribunpekanbaru.com)Disembunyikan ke Pematangsiantar, KPK Sita LC Senilai Rp2 Miliar untuk Suap Jabatan Sekda Kuansing
Waste station di Pekanbaru.(foto: int)Jangan Buang Sembarangan Lagi, Warga Pekanbaru Kini Bisa Tukar Sampah Jadi Uang Elektronik
Buaya serang nelayan di Rohil.(ilustrasi/int)Nelayan Rohil Diserang Buaya saat Pasang Pukat di Kuala Jabon
  Sengketa tanah ulayat di Tenayan Raya.(ilustrasi/int)Pansus DPRD Riau Dalami Dugaan Mafia Tanah di Tenayan, Masyarakat Adat Minta Perlindungan
Bupati Kuansing nonaktif, Suhardiman Amby dan Sekdakab Kuansing, Zulkarnain mengenakan rompi orange KPK.(foto: int)Bisa Nyuap Pakai LC Senilai Rp2 Miliar, Ternyata Segini Penghasilan Bulanan Sebagai Sekda Kuansing
Waduk PLTA Koto Panjang di XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.(foto: int)Meski Terik di Siang Hari, BPBD Kampar Pastikan Kondisi Belum Mengarah ke El Nino
Asisten I Setdaprov Riau sekaligus Pengawas BAZNAS Riau, Zulkifli Syukur.(foto: mcr)Zakat Tak Lagi Sekadar Bantuan, Pemprov Riau Dorong Program Pemberdayaan Ekonomi
BPMP Riau libatkan 44 pengawas sekolah di Rohil.(foto: afrizal/halloriau.com)Gandeng Pemkab Rohil, BPMP Riau Dorong Pengawas Sekolah Jadi Mitra Strategis Pendidikan
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved