www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Jika Lebihi Kuota, Unri Terapkan Nilai UTBK untuk Seleksi Jalur Mandiri PBUG/PBM 2024/2025
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Setara Institute Bilang Survei Elektabilitas Capres-Cawapres Semakin Tak Masuk Akal
Selasa, 21 November 2023 - 06:18:32 WIB
Nomor Urut Capres-Cawapres 2024
Nomor Urut Capres-Cawapres 2024

Baca juga:

JAKARTA - Ketua Badan Pengurus Setara Institute Ismail Hasani mengatakan hasil survei elektabilitas calon presiden dan wakil presiden akhir-akhir ini semakin tidak masuk akal. Hal tersebut, kata dia, karena terdapat hasil survei dan publikasi yang sebenarnya mendukung pasangan calon tertentu.

“Hari-hari ini publik disuguhi hasil survei tentang elektabilitas capres dan cawapres yang semakin tidak masuk akal,” kata Ismail melalui keterangan tertulis pada Senin, 20 November 2023. Contohnya, Ismail berujar, adalah beberapa hasil survei yang mengatakan para pasangan calon akan memenangi Pilpres 2024 dalam satu putaran.

Ismail menyatakan seruan menang satu putaran wajar jika disampaikan oleh kandidat capres-cawapres dengan tujuan memberi dorongan bagi tim kampanye dan pendukung. Namun, hal itu menjadi masalah ketika ada lembaga survei yang meligitimasi klaim mereka dengan mengorbankan etika dan metodologi survei.

Dia mengungkapkan ada setidaknya dua tujuan lembaga survei melakukan hal tersebut. “Pertama, berharap bandwagon effect agar pemilih mengikuti langkah mayoritas publik; dan kedua, menyediakan justifikasi akademik-populis atas kemungkinan tindakan tidak jujur dan segala cara untuk memenangi kontestasi,” ujar Ismail.

Selain itu, Ismail juga menyayangkan sikap lembaga survei yang pilih-pilih saat menentukan materi survei. Menurutnya, ada beberapa agenda inkonstitusional yang dipromosikan oleh mereka melalui jajak pendapat secara tidak etis. Di antaranya survei dukungan untuk masa jabatan presiden tiga periode, survei pro dinasti politik, dan survei afirmasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal batas usia minimal capres-cawapres.

Survei-survei tersebut, kata Ismail, memanfaatkan ketidaktahuan publik dan metode pengambilan sampel tertentu untuk meligitimasi hal yang bertentangan dengan konstitusi. “Di tengah keterbatasan pengetahuan publik atas term-term tersebut, pengambilan sampel secara acak hanya akan menghasilkan afirmasi atas berbagai kehendak-kehendak inkonstitusional, niretika, dan merusak demokrasi,” ucap Ismail.

Dosen Hukum Tata Negara UIN Syarif Hidayatullah itu pun mengatakan hal-hal tersebut muncul akibat sikap tidak transparan para lembaga survei. Menurutnya, hubungan lembaga survei dengan para politikus tidak pernah diketahui. “Apakah juga merangkap sebagai konsultan politik, juru kampanye yang berlindung di balik kebebasan akademik survei, atau agitator yang ditugasi untuk menggiring opini,” kata dia.

Maka dari itu, ujar Ismail, Setara Institute mengajak lembaga-lembaga lain untuk mengembalikan posisi survei kepada tujuan awalnya, yaitu untuk mempromosikan nilai-nilai kebajikan. “Demi keadilan Pemilu, Setara Institute juga mendorong netralitas genuine yang didukung oleh sistem, standar operasi, dan penyikapan atas dugaan pelanggaran alat-alat negara secara transparan dan berkeadilan,” ujar dia, seperti yang dilansir dari tempo. (*)

 
    Berita Terkait

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Kampus Unri.(foto: int)Jika Lebihi Kuota, Unri Terapkan Nilai UTBK untuk Seleksi Jalur Mandiri PBUG/PBM 2024/2025
Hujan ringan di Riau hari ini.(ilustrasi/int)Prakiraan Cuaca Riau Hari ini: Hujan Ringan di Beberapa Wilayah
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban Nelayan hilangPencarian Nelayan Hilang di Selat Malaka Memasuki Hari Ketiga, Belum Membuahkan Hasil
Kondisi jalan Sesap- Sungai Nyiur saat dilakukan pengerjaanGugatan Kontraktor Jalan Sesap Dikabul Pengadilan, Pemkab Kepulauan Meranti Melawan
Bupati Inhu, Rezita Gowes Bareng masyarakat Kecamatan Sungai Lala (foto/Andri)Gowes 22 Km di Sungai Lala, Bupati Inhu Harap Bisa Jadi Event Tahunan
  Titik panas di Sumatera.(ilustrasi/int)47 Hotspot Menyala di Sumatera Pagi ini, Riau Nihil Titik Panas
ilustrasi: Missed Call.Jangan Telepon Balik Missed Call dari Nomor Ini!
Bakal calon Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho unggul di Survei Pilwako 2024 (foto/int)Unggul Terus di Survei Pilwako Pekanbaru, Agung Nugroho Klaim Raih Dukungan 4 Partai
Wako Dumai, Paisal bertemu dengan Ketua TKP PPDS, dr Arief Budiyanto di auditorium Wiyata FK-KMK UGM (foto/bambang)Gandeng UGM, Pemko Dumai Bakal Kirim 10 Dokter untuk Pendidikan Spesialis
Satres Narkoba Polres Bengkalis ciduk honorer Dishub dan amankan sabu (foto/Antara)Honorer Dishub Bengkalis Ditangkap Polisi, Nyambi Edarkan Sabu di Bantan
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Salad Idul Adha di Masjid Awaluddin
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2024 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved