www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Tata Kelola Arsip Pemprov Riau Diakui Nasional, Raih Nilai 94,21 dari ANRI
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Bocah SD Meninggal Usai Disuntik Vaksin Ternyata Diberi Jenis Vaksin Berbeda, Ini Alasan Dinkes
Rabu, 29 Desember 2021 - 20:35:52 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JOMBANG - Muhammad Bayu Setiawan (12) meninggal kurang dari 24 jam setelah disuntik vaksin Covid-19 jenis Pfizer dosis pertama. Siswa kelas 6 SDN Gedangan, Kecamatan Mojowarno, Jombang itu diberi vaksin Pfizer karena tidak tergolong anak usia 6-11 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang drg Budi Nugroho mengatakan Bayu tergolong penerima vaksin Covid-19 anak dan remaja usia 12-17 tahun. Karena bocah kelahiran 1 September 2009 itu sudah berusia 12 tahun. Sehingga Bayu disuntik vaksin Pfizer, bukan Sinovac.

"Vaksin yang digunakan Pfizer, ini bersamaan dengan momennya usia 6-11 tahun ya, tapi anak ini usia 12 tahun yang seharusnya ikut tahapan yang kemarin (vaksinasi anak dan remaja usia 12-17 tahun), tapi belum melakukan itu," kata Budi seperti dikutip dari detikcom, Rabu (29/12/2021).

Budi menjelaskan vaksin untuk anak usia 6-11 tahun di Jombang menggunakan Sinovac. Menurut Budi, Bayu disuntik vaksin Pfizer dosis pertama karena usianya sudah 12 tahun sesuai jatah vaksin dari pemerintah pusat. Namun, ia belum bisa menjelaskan ihwal dosis Pfizer yang diberikan kepada korban.

"(Apa alasan Bayu diberi vaksin Pfizer?) Dropingnya seperti itu. Kalau yang 6-11 tahun memang sudah ditentukan Sinovac yang dipakai. Karena berdasarkan usia, bukan berdasarkan kelas. Kalau di SD usianya 12 tahun kategorinya sudah 12 tahun ke atas. Jadi, vaksinnya beda dengan usia 6-11 tahun. (Dosis yang diberikan ke korban?) Ini teknis ya, saya kira sudah ada ketentuan ya," jelas Budi.

Sebelum menyuntikkan vaksin Pfizer dosis pertama kepada Bayu, tambah Budi, tenaga kesehatan Puskesmas Mojowarno sudah menjalankan prosedur pemeriksaan kesehatan (screening) terhadap Bayu.

"(Bayu) Dalam kondisi yang memang memungkinkan untuk dilakukan vaksinasi, dalam kondisi normal," tandasnya.

Bayu dijadwalkan mengikuti vaksinasi COVID-19 di sekolahnya pada Kamis (23/12). Namun, bocah asal Dusun Bendungrejo, Desa/Kecamatan Jogoroto, Jombang itu baru bisa mengikuti vaksinasi di Puskesmas Mojowarno pada Senin (27/12) sekitar pukul 09.00 WIB. Karena siswa kelas 6 SD itu usai dikhitan pada Minggu (19/12).

Tengah malam di hari yang sama setelah disuntik vaksin Pfizer dosis pertama, Bayu menderita demam dan muntah-muntah. Ia dibawa orang tuanya ke Puskesmas Mayangan, Kecamatan Jogoroto pada Selasa (28/12) sekitar pukul 05.00 WIB. Sampai di puskesmas, petugas medis menyatakan bocah berusia 12 tahun itu sudah meninggal dunia.

Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Jombang bersama tim dari Dinkes setempat mengusut penyebab meninggalnya Bayu. Sampai sore ini mereka belum bisa menyimpulkan Bayu meninggal karena efek samping vaksin atau ada penyebab lain. (*)




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Kadispersip Riau, Indra.(foto: mcr)Tata Kelola Arsip Pemprov Riau Diakui Nasional, Raih Nilai 94,21 dari ANRI
Komunitas HAI touring Pekanbaru-Sumbar bersama Capella Honda Riau.(foto: barkah/halloriau.com)Touring dari Pekanbaru Honda PCX dan ADV160 Buktikan Ketangguhan di Jalur Ekstrem Ranah Minang
SDN 005 Makmur ciptakan inovasi olahan bunga Telang dan jahe, perkuat langkah menuju Adiwiyata Mandiri (foto/Andy)SDN 005 Makmur Ciptakan Inovasi Olahan Bunga Telang dan Jahe
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon (foto/ist)Maskapai Tanggung Biaya Pemulangan Jemaah Haji Asal Pekanbaru dan Kampar yang Wafat di Batam
ist.AHM dan Capella Resmikan Pos AHASS TEFA di SMKN 3 Mandau, Cetak SDM Otomotif Siap Kerja
  Pekanbaru fokus tingkatkan kualitas juru sembelih halal.(ilustrasi/int)Jelang Iduladha 2026, Pekanbaru Fokus Tingkatkan Kualitas Juru Sembelih Halal
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/halloriau.com)Sore ini Riau Kembali Jadi Provinsi dengan Hotspot Terbanyak di Sumatera
Nyamuk aedes aegypti ancam Riau, Diskes mencatat belasan korban meninggal (foto/int)Kasus DBD di Riau Tembus 1.682, 12 Orang Meninggal
Ilustrasi hujan lokal diprediksi guyur sejumlah daerah di Riau (foto/int)Pekanbaru dan Sejumlah Wilayah Riau Berpotensi Diguyur Hujan Lokal
Telkomsel.Strategi “Melayani Sepenuh Hati” Bawa Telkomsel Raup Laba Fantastis pada 2025
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved