www.halloriau.com  
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Laga Sepakbola, Tim PWI Pelalawan Bungkam Apdesi Kecamatan Pangkalankuras 2-0
 
Gubri Kaget BRK Terima Teguran BI karena Rendah Salurkan Kredit
Jumat, 24 September 2021 - 19:16:46 WIB
Gubernur Riau Syamsuar
Gubernur Riau Syamsuar

PEKANBARU - Gubernur Riau Syamsuar sebagai pemegang saham pengendali Bank Riau Kepri (BRK), berang saat mengetahui penyaluran kredit produktif di bank daerah tersebut jauh dari target atau rendah yang ditetapkan Bank Indonesia (BI). 

Tak hanya jauh dari target ditetapkan, BI juga menegur Direktur Kredit BRK yang membawahi Pemberian Kredit atau Pembiayaan dalam rangka pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tahun 2020. 

Saat dikonfirmasi terkait teguran BI kepada BRK tersebut, Gubernur Syamsuar terlihat kaget. Sebagai pemegang saham pengendali, ia berjanji akan memberikan teguran langsung kepada Direktur Kredit karena dinilai tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya. 

"Saya belum dapat informasi soal itu (teguran BI kepada BRK) karena penyaluran kreditnya rendah. (Akan) tetapi kalau itu benar, nanti kami akan berikan peringatan secara langsung," kata Gubernur Riau Syamsuar dalam keterangan tertulis, Jumat (24/9/2021). 

BI menegur BRK karena dinilai tidak maksimal dalam menyalurkan kredit produktif kepada masyarakat. Padahal, masa pandemi Covid-19 ini banyak pelaku usaha membutuhkan suntikan modal agar tetap bisa bertahan. Ini bertujuan agar perekonomian masyarakat bisa tumbuh dan berkembang. 

Teguran dilayangkan BI kepada BRK tersebut bukan tanpa alasan. Sebab sejauh ini capaian penyaluran kredit produktif bank daerah kebanggaan masyarakat Riau dan Kepri itu hanya mencapai sekitar 13 persen. Jauh dari target ditetapkan 20 persen.

Orang nomor satu di Riau ini meminta kepada Direktur Kredit dan Syariah BRK agar segera mengejar ketertinggalan tersebut dengan mempercepat penyaluran kredit produktif kepada masyarakat. 

"Ini ditunggu masyarakat, jadi tolong dibantu (penyaluran kredit) untuk pengembangan ekonomi masyarakat," kata Gubri Syamsuar .

Mantan Bupati Siak dua periode ini menegaskan, kredit produktif diberikan perbankan saat penting untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat. Khususnya bagi para pelaku UMKM. 

Gubernur Syamsuar menginstruksikan kepada Direktur Kredit BRK agar menindaklanjuti teguran BI tersebut dengan meningkatkan penyaluran kreditnya.

"Penyaluran kredit itukan ditunggu-tunggu oleh masyarakat kita, khususnya para pelaku UMKM," tegasnya. 

Sementara itu, menanggapi rendahnya penyaluran kredit produktif serta teguran Bank Indonesia ke Bank Riau Kepri, Ketua Komisi III DPRD Riau, Husaimi Hamidi, meminta Direktur Kredit agar bekerja lebih ekstra lagi. Sehingga target ditetapkan BI bisa tercapai. 

"Bank itu duit mencari duit, kalau uang itu hanya nonggok (menumpuk) dan didepositokan saja itu bukan bisnis bank namanya," kata Husaimi dengan nada tinggi. 

DPRD Riau tidak menampik pandemi Covid-19 ini pasti berdampak terhadap pemberian kredit masyarakat. Namun, dengan sudah turunnya level PPKM di Riau, maka seharusnya tidak ada alasan lagi.

"Jangan hanya berpangku tangan, harus berusaha, cari perusahaan, UMKM untuk disalurkan kredit. Kita minta bagian kredit bekerja esktra sampai akhir tahun," ujarnya.

Husaimi mewanti-wanti agar BRK tidak terus-menerus merengek meminta penyertaan modal. Sebab, ada banyak upaya dan usaha bisa dilakukan BRK untuk mendapatkan keuntungan. Di antaranya dengan memaksimalkan penyaluran kredit.

"Kalau duit yang ada saja tidak bisa kita pasarkan buat apa mau nambah modal lagi," tegasnya. 

Pengamat Ekonomi dari Universitas Riau, Edyanus Herman Halim menilai, capaian penyaluran kredit produktif 13 persen tersebut memang cukup rendah. Mengingat waktu tinggal beberapa bulan lagi sampai tutup buku akhir tahun.

"Jadi teguran yang disampaikan oleh BI itu sudah tepat sekali dan sudah selayaknya. BRK harus menyikapi surat teguran itu dengan baik, karena itu menandakan upaya diseminasi ekonomi melalui perkreditan oleh BRK lemah," tegasnya.

Selain itu, Edyanus menegaskan, sebagai institusi antara pengguna dana dan pemilik dana, maka peran BRK sangat besar dan diharapkan. Ini menjadi pendorong perekonomian riil. 

"Dengan adanya teguran ini, maka seolah-olah BRK tidak melakukan intermediasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," jelasnya. 

Pada sisi lain, kata Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unri ini, rendahnya penyaluran kredit produktif juga akan berdampak terhadap pendapatan BRK itu sendiri. Sebab bunga kredit seharusnya didapatkan dari penyaluran kredit tersebut tidak didapatkan karena kredit tidak maksimal dalam penyalurannya kepada masyarakat.

"Di satu sisi, BRK harus membayar bunga juga kepada nasabahnya yang menempatkan uangnya, seperti bunga deposito, bunga tabungan, bunga giro. Ini kan harus ditutupi melalui bunga kredit diberikan kepada nasabah," ujarnya.

Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, ia khawatir BRK bisa mengalami negatif spread. Jika negatif spread benar-benar terjadi, maka pihak bank terpaksa harus menutupinya dari pendapatan non operasional. 

"Itu bisa menguras modal BRK, makanya BI mewanti-wanti, karena sekarang sudah bulan September, tinggal tiga bulan lagi. Jadi BRK harus mencari usaha-usaha masyarakat yang produktif dan masih bertahan ditengah pandemi, dan kebutuhan modalnya bisa dipenuhi dari pemberian kredit," katanya.

Penulis: Bayu
Editor: Rico

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Laga Sepakbola, Tim PWI Pelalawan Bungkam Apdesi Kecamatan Pangkalankuras 2-0
IstRumah Zakat Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Rumbai
IlustrasiRiau Tambah 23 kasus Covid-19 Hari Ini
  Perkuat Bisnis dan Transfer Knowledge Perbankan Syariah, BRK MoU dengan BSI
Jubir Satgas Covid-19 Riau, Indra YoviAntisipasi Covid-19 Gelombang Ketiga, Riau Siagakan Fasilitas Kesehatan
Dua kapal nelayan di Desa Tanjung Kulim Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti terbakarDua Kapal Nelayan di Kepulauan Meranti Terbakar, Ini Penyebabnya
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Penyambungan Pipa Proyek IPAL di Simpang Jl Teratai-Jl Ahmad Dahlan
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved