PEKANBARU - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan mencatat realisasi pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Provinsi Riau mencapai Rp18,90 triliun hingga September 2026.
Kepala Kantor Wilayah DJPb Riau, Meirijal Nur, mengatakan realisasi tersebut turun 15,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian itu setara dengan 57,12 persen dari pagu anggaran.
"Penurunan terbesar dipengaruhi kontraksi pendapatan transfer sebesar 23,77 persen dan lain-lain pendapatan daerah yang sah (LLPDyS) sebesar 51,49 persen," katanya di Pekanbaru, Selasa.
Meski pendapatan daerah secara keseluruhan mengalami penurunan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Riau tercatat sebesar Rp6,03 triliun atau tumbuh 0,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, pendapatan transfer dari pemerintah pusat mencapai Rp11,89 triliun.
Komponen transfer antardaerah justru mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 25,03 persen, dengan realisasi Rp955,31 miliar. Namun, peningkatan tersebut belum mampu mengimbangi penurunan pendapatan transfer secara keseluruhan.
Realisasi Belanja APBD Turun 11,58 Persen
Dari sisi belanja, realisasi APBD di Provinsi Riau tercatat sebesar Rp18,22 triliun atau 53,31 persen dari pagu anggaran. Angka tersebut turun 11,58 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meirijal mengungkapkan, belanja daerah masih didominasi belanja operasi dengan realisasi mencapai Rp15,26 triliun. Namun, komponen belanja tersebut juga mengalami penurunan sebesar 5,92 persen.
"Belanja daerah masih didominasi belanja operasi yang mencapai Rp15,26 triliun. Namun, komponen ini juga mengalami penurunan sebesar 5,92 persen," ungkapnya.
Penurunan lebih dalam terjadi pada belanja modal. Hingga September 2026, realisasinya hanya mencapai Rp1,02 triliun atau merosot 37,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun belanja transfer tercatat sebesar Rp1,93 triliun, turun 29,56 persen. Sementara itu, belanja tidak terduga mencapai Rp4,96 miliar atau mengalami penurunan 74,51 persen.
"Kondisi tersebut membuat APBD Riau mencatatkan surplus Rp672,49 miliar, dengan realisasi pembiayaan sebesar Rp641,71 miliar," urainya.