PEKANBARU – Memasuki usia operasional ke-31 tahun, PT Telkomsel menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi digital nasional melalui pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan perluasan jaringan broadband, khususnya layanan 5G di Indonesia.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan pemanfaatan teknologi AI menjadi salah satu strategi utama perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kualitas layanan pelanggan di era digital saat ini.
“Selama 31 tahun melayani Indonesia, Telkomsel terus tumbuh bersama masyarakat melalui berbagai fase perkembangan teknologi telekomunikasi,” ujar Nugroho, Kamis (28/5/2026).
Ia menjelaskan perjalanan Telkomsel dimulai dari kehadiran layanan kartuHalo pada 1995 dan simPATI pada 1997, kemudian berkembang menghadirkan teknologi 3G, 4G/LTE, hingga Hyper 5G.
Transformasi tersebut juga diperkuat melalui pengembangan layanan broadband, integrasi IndiHome B2C, serta kehadiran MyTelkomsel Super App sebagai bagian dari ekosistem digital perusahaan.
Dalam satu dekade terakhir, Telkomsel mulai mengimplementasikan AI melalui sistem Autonomous Network dan asisten virtual Veronika guna mempercepat respons pelayanan kepada pelanggan.
Selain itu, Telkomsel juga berkolaborasi dengan Indonesia Artificial Intelligence (INA AI) melalui integrasi platform pembelajaran berbasis AI bernama Sacred Octagon ke dalam aplikasi MyTelkomsel.
“Platform pembelajaran berbasis AI tersebut kini sudah terintegrasi di aplikasi MyTelkomsel,” jelasnya.
Dari sisi infrastruktur, Telkomsel mencatat jaringan 5G perusahaan saat ini telah menjangkau lebih dari 107 kota dan kabupaten di Indonesia.
“Total infrastruktur yang telah terpasang mencapai lebih dari 6.380 BTS 5G, termasuk jaringan 5G contiguous di 36 kota dan kabupaten,” ungkap Nugroho.
Tak hanya fokus pada wilayah perkotaan, Telkomsel juga terus memperluas akses digital di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) guna mendukung pemerataan konektivitas nasional.
Di sektor keberlanjutan lingkungan, perusahaan juga mulai menerapkan energi terbarukan melalui operasional lebih dari 360 BTS Green yang telah diaktifkan di berbagai wilayah.
Sementara itu, berdasarkan hasil kajian sosio-ekonomi independen PT LAPI ITB periode 2024–2025, kontribusi finansial Telkomsel kepada negara tercatat mencapai Rp36,972 triliun.
Kontribusi tersebut berasal dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) spektrum, BHP USO dan jasa telekomunikasi, pajak, hingga dividen perusahaan.
Kajian yang sama juga memperkirakan ekosistem bisnis Telkomsel turut menyerap lebih dari 685 ribu tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Sebagai bagian dari peringatan HUT ke-31, Telkomsel turut menghadirkan program paket data “Surprise Deal” khusus pengguna SIMPATI yang berlaku selama 26–28 Mei 2026.
Paket tersebut terdiri dari kuota 31 GB untuk masa aktif tiga hari seharga Rp31 ribu serta paket 500 GB untuk 30 hari dengan harga Rp310 ribu.
“Memasuki usia ke-31, kami ingin Telkomsel semakin matang dan terus memperkuat peran dalam mendukung kemajuan Indonesia melalui inovasi dan semangat melayani sepenuh hati,” tutup Nugroho.(*)