www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Kemenag Riau Visitasi IZI, Perpanjangan Izin Operasional Masuki Tahap Evaluasi
 
Di Tengah Lonjakan AI Fraud dan Ancaman Siber Enterprise
Indosat Business Dorong Pendekatan Ketahanan Siber yang Lebih Strategis
Selasa, 19 Mei 2026 - 15:15:05 WIB
Whitepaper terbaru ungkap lonjakan ancaman AI fraud, ransomware, dan rendahnya kesiapan cyber resilience enterprise di Indonesia (foto/ist)
Whitepaper terbaru ungkap lonjakan ancaman AI fraud, ransomware, dan rendahnya kesiapan cyber resilience enterprise di Indonesia (foto/ist)

JAKARTA – Indonesia tengah memasuki fase baru ekonomi digital. Nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan mencapai USD 340 miliar pada 2030, didorong oleh percepatan adopsi AI, cloud, IoT, fintech, dan sistem digital lintas industri. Namun di balik pertumbuhan tersebut, risiko siber berkembang dengan skala dan kompleksitas yang semakin tinggi.

Sebagai mitra transformasi digital enterprise di berbagai sektor industri Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui Indosat Business melihat langsung bagaimana percepatan transformasi digital turut memperluas tantangan keamanan siber yang dihadapi perusahaan. Kebutuhan enterprise kini tidak lagi hanya sebatas konektivitas dan teknologi, tetapi juga kemampuan membangun ketahanan siber yang adaptif, terintegrasi, dan siap menghadapi ancaman modern.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Indosat Business meluncurkan whitepaper bertajuk “A Business-Centric Framework for Enterprise Cyber-Resilience” bersama pakar cybersecurity, Dr. Ir. Charles Lim, M.Sc., B.Sc., CSAP, Security+, CySA+, ECDE, CND, CCSE, CTIA, CHFI, EDRP, ECSA, ECSP, ECIH, CEH, CEI. Whitepaper ini mengangkat fenomena “resilience gap”, yaitu kondisi ketika laju transformasi digital berkembang jauh lebih cepat dibanding kesiapan organisasi dalam membangun ketahanan siber.

Muhammad Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan, Indonesia sedang memasuki fase baru ekonomi digital, namun pertumbuhan digital juga harus diiringi dengan ketahanan siber yang memadai.

"Hari ini, cyber resilience bukan lagi isu teknologi semata, tetapi fondasi kepercayaan dan keberlangsungan bisnis," sebutnya.

Ia menambahkan, sebagai perusahaan yang mendampingi transformasi digital enterprise di berbagai sektor, pihaknya melihat kebutuhan akan pendekatan keamanan siber yang lebih strategis dan adaptif semakin mendesak.

"Karena itu, kami bekerja sama dengan Dr. Charles Lim yang memiliki pengalaman panjang dan pemahaman mendalam di bidang cybersecurity untuk menghadirkan perspektif yang lebih komprehensif mengenai tantangan dan kesiapan *cyber resilience di Indonesia.”

Dr. Ir. Charles Lim, Deputy Head of Master IT program, Swiss German University menambahkan, ancaman siber berkembang jauh lebih cepat dan semakin sulit dideteksi, terutama dengan munculnya AI-enabled fraud dan deepfake. "Organisasi perlu beralih dari pendekatan yang reaktif menuju cyber resilience yang lebih adaptif dan berkelanjutan," sebutnya.

Lanskap ancaman siber di Indonesia kini berkembang semakin kompleks seiring meningkatnya adopsi AI dan digitalisasi enterprise. Whitepaper ini mencatat peningkatan AI-related fraud hingga 1.550% di sektor fintech Indonesia, termasuk penggunaan deepfake dan AI voice impersonation untuk penipuan berbasis identitas. 

Besarnya eksposur risiko tersebut turut berdampak pada kesiapan enterprise. Cisco Cybersecurity Readiness Index 2025 menunjukkan hanya 11% organisasi di Indonesia yang dinilai siap menghadapi ancaman keamanan siber modern, sementara rata-rata kerugian akibat kebocoran data di Indonesia dapat mencapai sekitar Rp15 miliar.

Di sisi lain, implementasi Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) juga mendorong organisasi memperkuat kemampuan monitoring dan respons keamanan siber secara real-time, termasuk memenuhi kewajiban pelaporan insiden dalam waktu 72 jam.

Selain membahas strategi seperti Zero Trust Architecture dan Human Firewall, whitepaper ini juga mengulas tantangan ketahanan siber lintas sektor strategis Indonesia, termasuk finansial, manufaktur, pemerintahan, dan pendidikan, yang kini menghadapi eksposur risiko siber yang semakin tinggi seiring percepatan digitalisasi nasional.

Melalui *whitepaper* ini, Indosat Business ingin mendorong perusahaan di Indonesia untuk melihat ketahanan siber sebagai bagian integral dari strategi transformasi digital dan daya saing bisnis jangka panjang.

Sebagai mitra transformasi digital enterprise, Indosat Business terus memperkuat perannya dalam membantu perusahaan membangun fondasi digital yang lebih aman, adaptif, dan terpercaya di era AI dan ekonomi digital. (Rls)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Kemenag Riau Tinjau Langsung Program Pemberdayaan IZI Perwakilan Riau (foto/ist)Kemenag Riau Visitasi IZI, Perpanjangan Izin Operasional Masuki Tahap Evaluasi
Ilustrasi hotspot di Riau masih terdeteksi (foto/int)BMKG Catat 84 Titik Panas di Sumatera, Riau Sumbang 6 Hotspot
Ilustrasi cuaca di Riau pada siang panas bedengkang dan malam berpeluang hujan lebat (foto/ist)Cuaca Riau Hari Ini: Siang Panas Terik, Malam Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang
  Simulasi respons cepat dan penanganan kebakaran dan evakuasi korban.Apel Siaga di Siak Tegaskan Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Karhutla
ist.BRK Syariah dan Pemko Batam Jalin Kerja Sama Subsidi Margin untuk Pelaku Usaha Mikro
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas LHK Provinsi Riau, M Job Kurniawan.Pemprov Riau Percepat Persiapan REDD+ untuk Masuk Pasar Karbon Internasional
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved