PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) pada Selasa (30/12/2025). Rapat tersebut menjadi forum penting bagi pemegang saham untuk mengevaluasi kinerja sekaligus membahas arah bisnis perusahaan daerah ke depan.
RUPSLB dihadiri oleh Plt Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Riau Bobby Rachmat, jajaran komisaris, serta seluruh direksi PT SPR dan anak perusahaannya. Dalam rapat itu, sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari perubahan rencana bisnis hingga pengembangan usaha baru.
Plt Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Riau, Bobby Rachmat, menyampaikan bahwa RUPSLB membahas tujuh agenda utama. Agenda tersebut meliputi pengesahan perubahan rencana bisnis PT SPR tahun 2022–2026, pengesahan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan tahun 2025, serta pengesahan RKAP tahun buku 2026.
Selain itu, rapat juga membahas penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan PT SPR beserta tiga anak perusahaannya pada tahun buku 2025. Untuk penunjukan KAP, kewenangan sepenuhnya diserahkan kepada dewan komisaris.
“Penunjukan KAP akan diputuskan oleh dewan komisaris. KAP ini bertugas melakukan audit laporan keuangan PT SPR dan seluruh anak perusahaan,” ujar Bobby.
RUPSLB juga mengagendakan pembahasan alih kelola wilayah kerja Langgak kepada Kingswood Capital Limited, pemilihan mitra baru pengelolaan Hotel Arya Duta, serta pengembalian pengelolaan Rice Processing Complex kepada Pemerintah Provinsi Riau. Namun, tiga agenda tersebut belum dapat diputuskan dan akan dilanjutkan pada RUPS berikutnya.
Sementara itu, Direktur PT SPR Ida Yulita Susanti menyampaikan bahwa pelaksanaan RUPSLB berjalan lancar. Ia menjelaskan, dalam rapat tersebut disampaikan perubahan RKAP 2025 yang mencakup penambahan kegiatan alih kelola Hotel Arya Duta, rencana alih operator wilayah kerja Langgak, serta pengembangan usaha baru pada anak perusahaan SPR Langgak, termasuk kegiatan sumur idle well dan well service.
Selain itu, RKAP 2026 juga disampaikan dengan fokus pada pengembangan usaha air minum dalam kemasan. RUPSLB turut mengesahkan perubahan rencana bisnis PT SPR periode 2022–2026.
“Alhamdulillah, seluruh agenda utama berjalan lancar dan mendapat persetujuan pemegang saham, meskipun ada beberapa catatan terkait alih operator wilayah kerja Langgak dan kerja sama pengelolaan hotel,” ujar Ida.
Pemprov Riau selaku pemegang saham menyatakan persetujuan terhadap kegiatan PT SPR yang dipimpin oleh Direktur Ida Yulita Susanti, termasuk pengesahan RKAP PT SPR tahun 2026 sebagai pijakan pengembangan usaha ke depan.