PEKANBARU - Universitas Riau (Unri) bergerak cepat usai menyelenggarakan Talkshow Mitigasi dan Sosialisasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kampus tersebut resmi membentuk Mahasiswa Relawan Peduli Api (MRPA), terdiri dari tiga regu beranggotakan 24 mahasiswa. Inisiatif ini menjadi yang pertama di lingkungan perguruan tinggi di Riau, bahkan di Indonesia.
Pembentukan MRPA dilakukan melalui kerja sama dengan PT Arara Abadi, unit usaha APP Group Regional Riau. Perusahaan ini langsung turun memberikan pelatihan dasar dan simulasi penanganan Karhutla pada 26 November 2025 di area lapangan terbuka Kampus Unri Panam. Pelatihan dipimpin oleh Fire Operational Management (FOM) Head PT Arara Abadi, Richard S. Sihombing.
“Kegiatan ini kami lakukan untuk menambah pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan mahasiswa. Harapannya, mereka menjadi agen perubahan di masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” kata Richard.
Pengukuhan MRPA dilakukan Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni Fakultas Pertanian Unri, Dr Amrul Khoiri, saat sesi simulasi berlangsung. Ia menyebut pembentukan tim relawan ini merupakan langkah strategis sekaligus sejarah bagi Unri.
“Semoga ini menjadi yang pertama di Indonesia dalam upaya pencegahan Karhutla. Fakultas Pertanian punya lahan gambut di Rimbo Panjang Kampar, jadi kebutuhan peralatan dan pelatihan sangat penting. Kami berharap PT Arara Abadi dapat mendukung hal ini,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa yang terlibat akan mendapatkan sertifikat sebagai nilai tambah kompetensi. “Ini berguna bagi mahasiswa ketika melamar pekerjaan nanti. Ada keahlian tambahan yang relevan dan dibutuhkan,” tambah Amrul.
Dekan Fakultas Pertanian Unri, Dr Achmad Rifai, mengatakan peluncuran MRPA menjadi jawaban atas kebutuhan kampus terhadap satuan yang fokus pada mitigasi Karhutla.
“Meskipun Unri memiliki jurusan kehutanan, selama ini tidak ada satuan tugas khusus Karhutla. Karena itu mahasiswa direkrut sebagai relawan dan dikukuhkan untuk dilatih serius. Kami berharap instansi seperti Manggala Agni dan PT Arara Abadi terus membina mereka,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unri, Dr Sofyan Husein Siregar, menyambut baik kolaborasi antara Unri, media Antara, dan PT Arara Abadi dalam kegiatan talkshow hingga lahirnya MRPA.
“Ini ikhtiar nyata. Ada output konkret berupa terbentuknya mahasiswa relawan peduli api. Ini pertama kalinya ada dan akan berkontribusi pada indeks kinerja Universitas Riau. Kami yakin manfaatnya besar untuk penanganan persoalan lingkungan hidup,” ujarnya.
Dalam kegiatan pelatihan, mahasiswa mendapatkan materi mengenai pencegahan dan penanggulangan Karhutla, penggunaan alat pemadam, hingga teknik evakuasi. Simulasi lapangan digelar untuk memberi pengalaman langsung terkait tata cara menghadapi situasi kebakaran hutan dan lahan. (rilis)