PEKANBARU - Antrian di outlet Galeri 24 Pegadaian di Jalan Sudirman, Pekanbaru selalu dipenuhi calon nasabah. Di antara mereka, Putri Ayu, mahasiswi Universitas Riau berusia 20 tahun yang mulai membeli emas dari uang tabungan.
"Ini mau beli emas batangan yang dua gram. Ada tabungan yang disisihkan dari kiriman orang tua," ujarnya kepada halloriau baru-baru ini.
Putri yang berasal dari Indragiri Hilir itu mengaku mulai sadar bahwa mengelola keuangan harus dilakukan sejak dini. Menurutnya, biaya hidup di masa depan akan semakin tinggi sehingga ia memilih langkah yang dianggap lebih aman.
“Mulai beli emas dari yang kecil-kecil dulu. Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi. Kalau cuma simpan uang di rekening, lama-lama nanti habis terpakai. Kalau dibelikan emas, selain harganya stabil dan bisa jadi simpanan kalau nanti sudah tamat kuliah,” sebut Putri.
Uang tabungan menjadi modal awal Putri untuk berinvestasi. Keputusan itu ia ambil setelah membaca berbagai artikel mengenai pentingnya berinvestasi emas, terutama melalui layanan Pegadaian.
Tidak hanya Putri, kebiasaan menabung logam mulia juga dilakukan Misgiono, karyawan swasta yang kini menempuh pendidikan S2 di Unri. Ia mengaku sejak lama sudah mengenal investasi emas, namun baru konsisten beberapa waktu belakangan setelah masifnya promo investasi emas Pegadaian.
“Mengenal investasi emas selama ini anggapannya hanya emas perhiasan. Ternyata sekarang bisa mudah investasi lewat aplikasi Tring!. Apalagi melihat tren awal tahun sampai sekarang ini, pergerakan harga emas naik signifikan. Makanya mulai tabung sedikit demi sedikit,” ujarnya.

Sebagai generasi milenial, awalnya Misgiono merasa terlambat investasi emas. Namun setelah berdiskusi dengan istri dan orang-orang yang paham investasi, ia memantapkan download Aplikasi Tring! di ponselnya dan mulai berinvestasi.
"Kalau ditanya mungkin bagusnya saya berinvestasi emas ini 10 tahun lalu ya. Tapi kalau ditanya lagi kapan waktu investasi terbaik lain, ya sekarang. Makanya saya mulai investasi lewat aplikasi Tring!," katanya, Sabtu (22/11/2025).
Ia berharap tabungan emas batangannya bisa menjadi modal usaha atau persiapan biaya pendidikan dua anaknya nanti. Fenomena Milenial dan Gen Z Pekanbaru yang beralih menabung dengan membeli logam mulia dinilai Pegadaian sebagai tren positif. Gaya hidup yang serba instan dan berbagai godaan konsumtif justru mendorong sebagian anak muda untuk mencari instrumen yang lebih aman.
Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Eko Supriyanto, menyebut emas sebagai aset safe haven yang stabil dan tahan inflasi. Menurutnya, investasi emas kini semakin mudah karena tersedia dalam bentuk fisik maupun digital, bahkan dapat dimulai dengan modal kecil.
“Apalagi sekarang bahwa investasi emas tidak hanya berwujud fisik, tetapi juga digital. Emas digital adalah emas investasi yang bisa didapatkan dalam bentuk virtual. Melalui alternatif investasi modern tersebut, para investor tidak harus membeli dan memiliki emas secara fisik,” kata Eko dalam sebuah kesempatan di Festival Tring pada Oktober 2025.
Ia menjelaskan, emas digital menawarkan kemudahan tanpa memerlukan tempat penyimpanan khusus. Mengutip sahabat.pegadaian.co.id, Eko menegaskan emas digital memiliki kemurnian 99,99% dan diaudit rutin oleh BAPPEBTI serta OJK.
“Memang permintaan emas di pasar global cenderung stabil untuk kebutuhan produksi perhiasan, industri, dan lain sebagainya. Inilah yang membuat banyak investor menjadikan emas, baik berupa digital maupun fisik,” ujar Eko Supriyanto.