Langkah berani yang dibarengi ketekunan dan kreativitas, mampu mengubah hidup. Widya membuktikan usaha Cokter Michikonya bisa laris manis.
PEKANBARU - Saat sebagian besar orang menikmati hari libur Lebaran bersama keluarga, Sri Widyaningsih (42) justru menghabiskan waktu di rumah sakit tempat ia bekerja. Berada di bagian farmasi, ia harus selalu standby di rumah sakit.
Rutinitas yang melelahkan, ditambah kehilangan momen-momen berharga, akhirnya mendorongnya mengambil keputusan besar yakni resign. Widya mantap memulai usaha.
Keputusan yang bagi sebagian orang sebagai tindakan “nekat” itu membuka jalan bagi Widya untuk menemukan dunia baru yang manis. Pada 2020, Widya mulai merintis usaha bernama Coklat Karakter (Cokter) Michiko. Coklat berwarna-warni dan beraneka rasa itu dibentuk menjadi tokoh kartun, hewan lucu, hingga figur pengantin Melayu—yang kini menjadi ciri khas karyanya.
“Awalnya coba-coba jual ke kantin sekolah dan kedai-kedai kecil. Karena modal juga kan terbatas,” kenangnya saat diwawancarai halloriau, Senin (28/4/2025).
Namun, perjalanan tak selalu mulus. Saat usahanya mulai menanjak, musibah datang, sepeda motornya dicuri. Usaha pun vakum sementara waktu.
Namun semangatnya tak padam. Tahun 2022, Widya kembali bangkit dan mulai memproduksi coklat loli dan buket coklat. Dalam sebulan, Sri mampu membuat 600 tangkai coklat loli, dan bisa tembus 1.000 pcs saat menjelang Lebaran.
Menariknya, ternyata Widya belajar secara otodidak lewat Facebook dan YouTube. Bahkan ia pernah menghabiskan 2 kilogram coklat agar bisa menemukan resep yang pas dan tidak gampang meleleh kalau terkena sinar matahari.
Kini, coklat produksinya punya keunggulan dengan bentuk unik, tidak mudah meleleh meski cuaca panas, dan bisa dikreasikan dalam bentuk buket, kiloan, maupun sekat. Harganya juga terjangkau, untuk coklat loli atau tangkai seharga Rp6 ribu hingga Rp7 ribu, ini menjadi favorit anak-anak.
Singkat cerita, usahanya terus berkembang. Dari yang awalnya titip ke kedai-kedai kecil, sekarang sudah meramaikan toko oleh-oleh di Pekanbaru.
“Kalau sekarang coklat karakter buatan saya sudah dipasarkan di 15 toko oleh-oleh dan turut meramaikan berbagai bazar,” sebutnya.
Salah satu kebanggaan Sri adalah menjadi pelopor coklat karakter Michiko Pengantin Melayu—sebuah inovasi lokal yang memadukan budaya dan kreativitas.
Pencapaiannya saat ini ternyata juga berkat sumbangsih dari PT Pegadaian. Anak usaha BRI sebagai Holding BUMN Ultra Mikro itu memberikan modal usaha sebesar RP3 juta pada tahun 2023.
“Dua tahun lalu, ada dapat KUR (Kredit Usaha Rakyat) Pegadaian. Sebenarnya bisa Rp5 juta, tetapi akhirnya kami ambil yang Rp3 juta. Gunanya untuk membeli cetakan dan rak tambahan,” ungkapnya.
Widya mengatakan saat ini ia menangani seluruh proses produksi dan pemasaran sendiri. Pernah dua minggu menjelang Lebaran lalu, permintaan melonjak drastis.
“Kemarin sempat seribu pcs jelang Lebaran. Kewalahan juga, karena semuanya kan sendiri,” katanya tertawa.
Menurut Widya, kunci keberhasilannya adalah tidak menyerah dan memperluas jaringan.
“Jangan malu ketemu sesama pelaku UMKM. Perbanyak silaturahmi dan bertanya, dari situ bisa muncul solusi,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka, mendukung pihak swasta seperti Pegadaian atau perbankan konsisten membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam permodalan dengan bunga kredit rendah. Ia meminta agar program-program tersebut benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi pelaku usaha.
Bagus Oka mengatakan Kadin Pekanbaru berkomitmen berkolaborasi dengan perbankan dan pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan kelayakan bank (bankable) bagi pelaku UMKM. Sehingga pelaku usaha yang serius dan memenuhi syarat yang menerima bantuan atau fasilitas kredit.
Rizky menegaskan bahwa Kadin Pekanbaru akan terus memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan sektor perbankan demi memperkuat ekosistem UMKM yang tangguh dan berdaya saing di Kota Pekanbaru.
Dalam mendukung pelaku usaha, PT Pegadaian. Anak usaha BRI sebagai Holding BUMN Ultra Mikro itu memamerkan produk UMKM binaan saat acara Bazar Ramadan yang berlangsung 3-16 Maret 2025 di Living World Pekanbaru.
BRI bersama anak usahanya berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif ke para pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha. Salah satunya dengan memfasalitasi pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta berbagai pelatihan hingga memperluas pemasaran seperti diikutkan pada event BRI EXPO(RT).
Regional CEO BRI Pekanbaru, Reza Syahrizal S menyebut bahwa UMKM tetap menjadi fokus pada tahun 2025. Apalagi portofolio BRI lebih banyak konsen terhadap bidang mikro.
Sebagai Holding Ultra Mikro, BRI terus menjalankan berbagai inisiatif yang tidak hanya berfokus pada layanan inklusi keuangan, tetapi juga mendukung pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
"Kita membuat klaster UMKM binaan yang mana konsentrasi mengajarkan literasi masalah marketing, packaging dan manajerial supaya nasabah terus berkembang. BRI UMKM Export juga diadakaan untuk mendorong UMKM binaan bisa naik kelas dan menjangkau pasar global," tutupnya.
Seperti diketahui, BRI telah sukses menyelenggarakan BRI UMKM EXPO(RT) 2025 pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di ICE BSD City. Pada acara tersebut diramaikan 69 ribu lebih pengunjung, dan mencatatkan transaksi lebih dari Rp40 miliar. Serta berhasil merealisasikan kontrak ekspor mencapai USD 90,6 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.
Penulis: Riki