www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
Hujan Ringan Bantu Redam Kebakaran Lahan di Kuala Kampar, Bara Bawah Tanah Masih Membara
 
Kerja Sama Manis, Petani Cabai dan Sambal Empat Sungai Jadi Solusi Tingkatkan Pendapatan
Rabu, 30 April 2025 - 15:20:15 WIB
Sambal Empat Sungai menjadi produk unggulan di Riau (foto/ist)
Sambal Empat Sungai menjadi produk unggulan di Riau (foto/ist)

Kolaborasi petani cabai dan Sambal Empat Sungai sukses mengangkat potensi ekonomi dan lahirkan produk unggulan daerah Riau.

PEKANBARU - Di tangan Yuli Meliani, cabai merah punya nilai ekonomi lebih tinggi. Ia berhasil memproduksi sambal khas Provinsi Riau dari cabai-cabai yang dihasilkan dari petani lokal.

Sambal kemasan buatan Yuli diberi nama “Sambal Empat Sungai”. Nama itu dipilih karena Riau memiliki Sungai Siak, Sungai Kampar, Sungai Indragiri, dan Sungai Rokan. Yuli berharap, bukan hanya sambal buatannya saja yang populer, tetapi juga nama daerah Riau juga.

Produksi pembuatan sambal ini dimulai sejak tahun 2019. Dari yang rasa original, kini produk sambalnya berkembang dengan berbagai varian rasa, seperti sambal cumi, sambal nanas, dan ikan salai. Dalam sebulan ia bisa mempoduksi 500 botol. Dengan berat bersih 225 gram, sambal dijual Rp 35 ribu per botol untuk semua varian rasa.

Yuli juga tidak dipusingkan untuk ketersediaan bahan baku. Sebab ia bekerja sama dengan petani cabai lokal baik yang ada di Pekanbaru dan Kampar.

“Kita ada MoU (Memorandum of Understanding) dengan petani cabai di Pekanbaru, jadi tidak khawatir stok bahan baku. Sama halnya dengan ikan salai selais, kita ada pemasoknya. Itu penting agar tidak menganggu produksi kita,” sebutnya, akhir Mei lalu.

Untuk pemasaran produk sambalnya, dijual Yuli di Gerai Sangsa, Jalan Datuk Setia Maharaja, Tangkerang Selatan, Bukit Raya, Pekanbaru. Termasuk juga disejumlah toko oleh-oleh di Pekanbaru. Selain itu juga dijual di market place dan media sosial seperti Instagram.

Gerai Sangsa itu dikelola Yuli untuk menjadi wadah UMKM Riau, khususnya di Pekanbaru. Untuk membantu pelaku usaha mikro, Gerai Sangsa bekerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya BRI, untuk memberikan pemahaman dalam memberikan akses modal kepada UMKM.

Produk-produk UMKM Gerai Sangsa juga dipajang di BRIlian Corner Gedung Menara Kanwil BRI RO Pekanbaru Jalan Sudirman Pekanbaru. Gerai Sangsa juga sering diikutsertakan dalam berbagai event.

Yuli Meliani (tengah), owner Sambal Empat Sungai MoU dengan Poktan Amira Jaya untuk suplai cabai (foto/riki) 

Hilirisasi Produk Turunan Cabai Untungkan Petani

Fahrul Azis (48), Ketua Kelompok Tani (Poktan) Amira Jaya menjadi salah satu yang diuntungkan dengan adanya Sambal Empat Sungai yang diproduksi Yuli. Pihaknya juga melakukan MoU bersama Teh Yuli untuk pembelian cabai dengan harga pasar.

“Gerai Sangsa, sering mengambil cabe di tempat kami, untuk dijadikan sambal. Kalau harga beli juga sesuai pasar. Bahkan terkadang kalau kami jual ke pasar Rp 50 ribu per kilogram, dia ambil Rp55 ribu bahkan Rp 60 ribu per kilo. Pernah juga di tengkulak ambil cuma Rp 30 ribu per Kg, buk Yuli tetap beli Rp50 ribu per Kg. Ini membuat kami sebagai petani lega, karena ada kepastian harga,” ujar Azis saat berbincang di kebunnya dekat Jalan UKA, Pekanbaru, Rabu (9/4/2025).

Selain itu Azis juga memanfaatkan KUR BRI untuk menggarap lahan cabainya. Azis berharap BRI bisa terus mendampingi dan memajukan petani cabai di Riau, khususnya Pekanbaru. Selain petani cabai menjadi sejahtera, angka inflasi di Riau juga bisa terkendali.

Adanya kolaborasi antara petani dan pelaku UMKM ini memang tengah digalakkan di Riau. Sebab dengan adanya kerja sama ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan daya saing UMKM.

Seperti yang disampaikan Ketua Young Ambassador Agriculture Program YESS Kementerian Pertanian, Ade Putra Daulay, SP, Msi. Ia mengapresiasi pihak perbankan khususnya BRI sudah terlibat dalam perkembangan usaha Gerai Sangsa dan akses modal bagi petani cabai di Pekanbaru. Sebab keduanya memiki peran untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

Ia berharap semakin banyak pelaku usaha yang berkolaborasi dengan petani. Sebab potensinya sangat besar, ada banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan. Serta pasar yang masih luas untuk produk turunan.

“Karena selain meningkatkan volume produksi, tantangan kita di Riau itu membentuk ekosistem terintegrasi. Jadi seperti budidaya cabai, ekonominya jangan hanya sampai di pengepul. Tetapi ada hilirisasinya, contoh dengan produk Sambal Empat Sungai meningkatkan value chain atau rantai nilai. Petani ada kepastian harga dan sejahtera, UMKM nya tidak pusing untuk ketersediaan bahan baku,” ujarnya.

Sementara itu Bank Rakyat Indonesia (BRI) mempertegas komitmennya untuk terus mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tahun 2025. Hal ini disampaikan Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Regional Office (RO) Pekanbaru Reza Syahrizal Setiaputra, belum lama ini.

“Pengembangan UMKM akan tetap menjadi fokus utama kami di tahun 2025. Kami juga akan melanjutkan program-program yang telah berjalan sukses di tahun sebelumnya, seperti penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pinjaman umum lainnya,” ujarnya.

Reza menambahkan, BRI akan terus memperkuat portofolio pembiayaan di sektor mikro. Selain itu, BRI juga akan meningkatkan program pembinaan bagi UMKM, termasuk pembentukan klaster dan desa binaan.

Termasuk event BRI EXPO(RT) yang diadakaan untuk mendorong UMKM binaan bisa naik kelas dan menjangkau pasar global.

Sebagai informasi, BRI telah sukses menyelenggarakan BRI UMKM EXPO(RT) 2025 pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di ICE BSD City. Pada acara tersebut diramaikan 69 ribu lebih pengunjung, dan mencatatkan transaksi lebih dari Rp40 miliar. Serta berhasil merealisasikan kontrak ekspor mencapai USD 90,6 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.

Penulis: Riki



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Tim Manggala Agni padamkan karhutla di Kuala Kampar.(foto: mcr)Hujan Ringan Bantu Redam Kebakaran Lahan di Kuala Kampar, Bara Bawah Tanah Masih Membara
Jorge Martin juarai sprint race MotoGP Prancis 2026.(foto: int)Sensasi Le Mans! Jorge Martin Menang Sprint Race MotoGP Prancis 2026, Marquez Terlempar di Lap Akhir
Trofeo Mini Soccer dalam rangka HPN yang digelar PWI Riau.(foto: istimewa)Trofeo Mini Soccer HPN 2026 Satukan PWI, PLN dan BRK Syariah di Pekanbaru
  LAM Riau terus perjuangkan DIR.(foto: int)Naskah 600 Halaman Sudah di DPR, Riau Terus Berjuang Jadi Daerah Istimewa
Wamenpar, Ni Luh Puspa membuka Rakernas II ASITA 2026 di Makassar (foto/ist)ASITA Tegaskan Komitmen Majukan Pariwisata Indonesia Lewat Kolaborasi Nasional
Francesco Bagnaia raih pole di MotoGP Prancis 2026.(foto: int)Dari Q1 ke Front Row! Marquez Tantang Bagnaia di MotoGP Prancis 2026
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved