PEKANBARU - Kredit Usaha Rakyat (KUR) banyak dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha oleh Pengusaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Riau. Seperti yang dirasakan Safitri, yang berhasil mewujudkan usaha fotocopy dan ATK di rumahnya.
Safitri menceritakan waktu itu sekitar tahun 2020, ia dan suami punya niat buka usaha fotocopy dan Alat Tulis Kantor (ATK). Pertimbangannya karena di sana tak banyak usaha fotocopy, sedangkan jumlah sekolah cukup banyak.
Hanya saja, ia terbentur dengan modal usaha. Setidaknya untuk mengisi toko fotocopy bakal menghabiskan puluhan juta rupiah.
"Waktu itu ada saudara menyarankan agar mengajukan pinjaman ke BRI. Karena kita tempat sudah ada, jadi butuh modal untuk mengisi peralatan dan isi toko. Makanya kita coba ajukan pinjaman," cerita ibu dua anak ini kepada halloriau.com, Senin (31/3/2025).
Setelah melengkapi syarat-syarat, ia memberanikan diri mengajukan pinjaman KUR ke BRI Unit Lengadai, di Kecamatan Rimba Melintang, Rokan Hilir (Rohil). Tak butuh waktu lama, proses pinjaman KUR dengan nominal Rp50 juta disetujui BRI.
Uang tersebut langsung dijadikan modal usaha untuk mengisi alat tulis kantor (ATK), mesin cetak, perangkat komputer, dan lainnya.
Seiring berjalan waktu, berkat kelancaran pembayaran, ia tidak mendapat kesulitan sewaktu mengajuan pinjaman KUR kedua pada akhir tahun 2022. KUR Rp100 juta yang diajukan untuk dipakai membeli mesin fotocopy, serta menambah karyawan.
"Dulu semua dikerjakan berdua sama suami, sekarang alhamdulillah sudah bisa buka lapangan kerja, ada dua karyawan yang bantu," katanya.
Ia mengucapkan terima kasih ke BRI yang membantu UMKM untuk bisa terus mengembangkan usahanya. Apalagi proses pengajuan KUR menjadi semakin mudah. Dirinya berharap BRI bisa mensupport lagi jika nanti menambah pinjaman KUR.
BRI menyatakan komitmennya untuk terus memajukan kelompok UMKM di Riau. Di mana, UMKM memang menjadi segmen utama perbankan pelat merah ini.
Seperti yang disampaikan Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Pekanbaru, Reza Syahrizal Setiaputra mengatakan pihaknya terus meningkatkan portofolio pembiayaan untuk segmen UMKM. Upaya ini dilakukan sebagai cara memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
"Penyaluran KUR di sektor UMKM untuk tahun 2025 tetap dimaksimalkan. Dengan mendorong realisasi KUR diharapkan bisa membuat UMKM naik kelas," ujarnya, Rabu (26/3/2025).
Apalagi UMKM punya dampak ke masyarakat sekitar cukup besar. Jika UMKM tumbuh dan berkembang, tentunya berdampak pada terbuka lapangan pekerjaan dan memberdayakan masyarakat yang tinggal di sekitar usaha.
Penulis: Riki