ICDX dan ICH Bersiap Hadapi Transisi Pengawasan Derivatif Keuangan ke OJK dan BI
Kamis, 13 Maret 2025 - 07:28:55 WIB
JAKARTA – Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) dan Indonesia Clearing House (ICH) tengah mempersiapkan proses transisi seiring peralihan pengawasan derivatif keuangan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).
Direktur Utama ICDX, Fajar Wibhiyadi, menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan oleh OJK dan BI dalam perdagangan produk derivatif keuangan. ICDX saat ini tengah memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan sesuai regulasi OJK untuk derivatif keuangan di pasar modal, serta BI untuk derivatif keuangan yang terkait dengan instrumen di Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA).
“Selain itu, kami terus berkoordinasi dengan anggota bursa terkait mekanisme pelaporan serta perizinan yang akan diberlakukan,” ujar Fajar dalam diskusi pada Rabu (12/3/2025).
Sementara itu, Direktur Utama ICH, Megain Widjaja, menyebut bahwa transisi ini merupakan langkah maju bagi industri perdagangan berjangka komoditi. Ia menekankan bahwa untuk pertama kalinya, industri ini memiliki tiga regulator.
“Kami melihat transisi ini berjalan dengan baik, didukung oleh penerbitan Peraturan Pemerintah, Peraturan OJK (POJK), serta perumusan Peraturan Bank Indonesia (PBI),” kata Megain dalam kesempatan yang sama.
ICDX dan ICH memastikan bahwa perdagangan derivatif berbasis komoditas tetap berada di bawah pengawasan Bappebti. Di sisi lain, produk derivatif keuangan akan mulai menyesuaikan dengan aturan baru yang diberlakukan oleh OJK dan BI.
Peralihan pengawasan ini merupakan amanat dari Undang-Undang No. 4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Berdasarkan regulasi tersebut, pengaturan dan pengawasan derivatif keuangan di pasar modal serta aset keuangan digital, termasuk aset kripto, kini berada di bawah OJK. Sementara itu, pengawasan derivatif keuangan terkait instrumen PUVA beralih ke BI.
Pada 2024, dari total transaksi sebesar 5.457.267,45 lot di ICDX dan ICH, sebanyak 10% berasal dari produk derivatif berbasis saham. Sementara itu, transaksi di pasar uang berkontribusi sebesar 28%, sedangkan 62% berasal dari komoditas.
Dengan adanya perubahan regulasi ini, ICDX dan ICH berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi kepada pelaku industri serta memastikan kesiapan dalam menghadapi sistem regulasi yang baru.
“Kami optimistis bahwa transisi ini akan membawa dampak positif bagi industri dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap perdagangan derivatif di Indonesia,” tutup Fajar, seperti yang dilansir dari bisnis.(*)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda) |
Komentar Anda :