www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Lapas Pasir Pangaraian Salurkan 100 Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid-19
 
Tak Hanya Sumbar, Daerah Ini Juga Tolak Alfamart dan Indomaret
Jumat, 09 April 2021 - 08:43:01 WIB
Gerai Alfamart dan Indomaret (Ilustrasi)
Gerai Alfamart dan Indomaret (Ilustrasi)

GORONTALO - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menutup rapat peluang masuknya ritel modern berjaringan seperti Alfamart dan Indomeret. Hal ini guna melindungi usaha mikro dan kecil setempat.

Pelarangan minimarket waralaba tersebut beroperasi di Sumbar, sebab ada kekhawatiran keberadaanya dapat mematikan keberadaan pedagang tradisional. Ternyata, pelarangan terhadap Alfamart dan Indomaret juga dilakukan di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Pohuwato masih mempertimbangkan izin pembukaan Alfamart dan Indomaret di daerah itu meskipun daerah yang terletak di ujung barat Gorontalo ini, sudah terbilang cukup maju dan layak.

Namun pemerintah setempat, tak ingin terburu-buru untuk memberikan izin masuknya dua minimarket tersebut.

Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato Nasir Giasi mengatakan, hingga saat ini sikap pemda dan DPRD masih menolak Alfamart dan Indomaret masuk ke Pohuwato.

“Saya masih merancang bersama Pak Bupati, sikap kita masih menolak Alfamart dan Indomaret,” kata Ketua DPRD Pohuwato Nasir Giasi, seperti dikutip dari rri.co.id, Rabu (17/3/2021).

Di sisi lain kata Nasir, sikap pemerintah dalam menolak hal itu, tentu harus dibarengi dengan pemeberdayaan masayarakat lokal melalui Badan Usaha Milik Desa BUMDes.

Ia mencontohkan, di pusat–pusat kecamatan bisa dibangun bumdes. Seperti di Sulawesi Tengah berdiri Bumdes yang seperti Alfamart dan Indomaret.

"Mungkin ada satu dua BUMDes yang bisa membangun. Seperti di pusat-pusat ibu Kota Kecamatan misalnya. Ambil contoh yang ada di Sulawesi Tengah, itu dikelola BUMD. Tapi posisinya sama dengan Alafmart," kata Nasir.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pernah mengatakan sudah ada kesepakatan antara pemerintah seluruh kabupaten dan kota di provinsi itu untuk menutup izin bagi ritel modern berjaringan dari luar. “Provinsi Sumbar dan seluruh pemerintah kabupaten/kota sepakat menolak keberadaan jejaring ritel modern dari luar masuk ke Sumbar,” katanya, dikutip Bisnis.com, Jumat (14/7/2017).

Dia menilai masuknya ritel modern dengan jaringan besar akan menggerus usaha lokal dan mempersempit ruang pengembangan bagi ritel di daerah. Pemda setempat, kata Irwan, lebih memilih mendukung pengembangan Minang Mart dan ritel-ritel modern lokal lainnya daripada memberikan izin kepada ritel modern berjaringan dari luar. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA LAINNYA    
Pegawai Lapas Klas II B Pasir Pangaraian salurkan 100 paket sembako ke masyarakat.Lapas Pasir Pangaraian Salurkan 100 Paket Sembako ke Warga Terdampak Covid-19
Bupati Indragiri Hulu Rezita Meylani Yopi resmi membuka acara simulasi pilkades serentakBupati Inhu Resmi Buka Simulasi Pilkades Serentak di Desa Seresam
Tim RPK PT Arara Abadi APP Sinar Mas Berjibaku dengan Warga Padamkan Karhutla di Desa Mengkapan
  Bengkalis Raih Penghargaan KLA Pratama dari Menteri PPPA
Pemkab Pelalawan Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak
Kepala Bappeda Pelalawan Syahrul SyariefRPJMD Pelalawan 2021-2026 Raih Penghargaan Bergengsi SIPP Award 2021
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Peserta Antusias Vaksinasi di Balai PPW Riau
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved