www.halloriau.com  
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Merek Mobil Terlaris Juli 2022: Hyundai Geser Wuling
 
PT BSP akan Kelola Penuh WK CPP Mulai 9 Agustus
Selasa, 05 Juli 2022 - 19:29:38 WIB
Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Sumbagut Yanin Kholison, Pjs General Manager BOB PT BSP Pertamina Hulu Airlangga P Akbar, Sekretaris Perusahaan PT BSP, Riki Hariansyah bersama awak media Riau.
Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Sumbagut Yanin Kholison, Pjs General Manager BOB PT BSP Pertamina Hulu Airlangga P Akbar, Sekretaris Perusahaan PT BSP, Riki Hariansyah bersama awak media Riau.

PEKANBARU - Untuk mendukung kelancaran alih operator wilayah kerja Coastel Plains and Pekanbaru CPP (CPP Block) dari Badan Operasi Bersama (BOB) PT Bumi Siak Pusako (BSP)-Pertamina Hulu kepada PT Bumi Siak Pusako pada 9 Agustus mendatang, SKK Migas Kantor Perwakilan Sumbagut mengadakan silaturahmi dengan awak media di Riau.

Hal ini disampaikan Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Yanin Kholison. Ia menuturkan, pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) secara resmi menetapkan dan menyerahkan pengelolaan wilayah kerja CPP 100 persen atau penuh ke PT BSP mulai 9 Agustus mendatang.

"Kami memandang penting, bapak, ibu sekalian selaku insan media dan pers. Kami mengadakan agenda ini tak lain untuk memberikan update perkembangan terkini," ucapnya.

Dikatakan, penyerahan pengelolaan wilayah kerja CPP 100 persen ini adalah spesial, jika tahun lalu merupakan alih kelola dari operator asing ke BUMN, kali ini dari BOB PT BSP dan Pertamina Hulu yang telah mengelola bersama-sama akan melepaskan kegiatan operator dalam 20 tahun ke depan, 100 persen dikelola oleh PT BSP. Hal ini menjadikan PT BSP sebagai BUMD kedua di Indonesia yang mendapatkan kepercayaan penuh mengelola ladang minyak.



"Ke depan, kita harapkan PT BSP bisa lebih berprestasi, semoga proses ini berjalan dengan baik, tanpa ada kendala berarti, tidak ada isu besar, sehingga SKK Migas bisa fokus menghadapi tantangan-tantangan teknis yang cukup tinggi," katanya.

Dijelaskan, melalui SKK Migas, pemerintah telah menetapkan target produksi minyak 1 juta bopd pada 2030 mendatang. Sebab itu, pihaknya memerlukan dukungan semua stakeholder.

"Untuk mencapai itu kami melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait, salah satunya media," imbuhnya.