www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Harga CPO Naik, Indonesia dan Malaysia Lawan Kampanye Hitam Sawit
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Abaikan K3, Wilmar Group Dumai Pelintung Terancam Sanksi
Senin, 23 Agustus 2021 - 14:24:06 WIB
Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Fajri.
Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Fajri.

DUMAI - Wilmar Group Dumai terancam sanksi pidana atau denda diduga abaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Ancaman ini timbul akibat dua pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan meninggal dunia terjatuh dari atas ketinggian pada Jumat (16/7/2021) lalu.

Korban atas nama Suhendri mengalami kecelakaan ketika mengeluarkan Tray Splitter untuk di-cleaning, meninggal dunia di RSUD Dumai. Sementara M Haris Sofyan meninggal dunia di lokasi kerja setelah terjatuh dan tertimpa besi.

Hasil pemeriksaan saksi oleh Satreskrim Polres Dumai, pekerja yang bekerja di atas ketinggian pada perusahaan Wilmar Group Dumai Pelintung tidak memiliki sertifikasi Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK).

Wilmar Group Dumai Pelintung juga diduga lalai terhadap K3 karena pada saat terjadi kecelakaan kerja tidak ada petugas pengawas K3 di lokasi kejadian.

Wilmar Group Dumai Pelintung juga diduga tidak mengindahkan Permenaker Nomor 9 Tahun 2016 yang mengatur tentang K3 pekerjaan di ketinggian.

Menindaklanjuti kecelakaan kerja tersebut, Satreskrim Polres Dumai langsung melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab laka kerja.

Sebanyak 10 orang saksi sudah diperiksa termasuk dari pihak Wilmar Group Dumai.

"Hasil pemeriksaan saksi termasuk pihak Wilmar Group Dumai Pelintung, pekerja tidak punya Sertifikasi tenaga kerja pada ketinggian," kata Kapolres Dumai AKBP M. Kholid melalui Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Fajri, Senin (23/8/2021).

Lanjutnya, saksi juga mengatakan, saat kejadian tidak ada pengawas K3. Sesuai UU Nomor 1 Tahun 1970 Pasal 15 untuk pihak yang melakukan pelanggaran K3 akan dikenakan sanksi pidana berupa kurungan atau denda.

Dan dengan peristiwa yang terjadi ini, perusahaan diduga kuat tidak mengindahkan Permenaker No 9 Tahun 2016 yang mengatur tentang K3 pekerjaan di ketinggian.

"Selanjutnya, terkait dugaan pelanggaran pelaksanaan standar Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja (K3), kami akan berkoordinasi dengan Disnaker Provinsi Riau," ungkap Kasat Reskrim.

Lebih lanjut dijelaskan Kasat Reskrim, penerapan sanksi akan mengacu pada Undang Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

"Sanksinya sesuai UU No 1 tahun 1970. Memang terlalu ringan karena sifatnya preventif. Kurungan paling lama 3 bulan. Kita akan berkoordinasi lagi dengan Disnaker Provinsi Riau," jelasnya.

Terpisah Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Riau, Agustiawirman saat dikonfirmasi mengatakan, masih mendalami kejadian kecelakaan kerja di Wilmar Group Dumai.

"Kami masih melakukan investigasi guna mengungkap penyebab laka kerja," kata Agus secara terpisah.

Ditanya terkait hasil investigasi, Agus enggan menjawab. "Kalau soal itu langsung ke pimpinan saya aja (Kadisnaker Provinsi Riau) yang berhak memberikan keterangan," pungkasnya.

Sementara itu, Humas Wilmar Dumai - Pelintung, Marwan Anugerah saat dikonfirmasi tidak menjawab.

Penulis: Bambang
Editor: Satria


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
IlustrasiHarga CPO Naik, Indonesia dan Malaysia Lawan Kampanye Hitam Sawit
IlustrasiLahan Tol Pekanbaru - Bangkinang yang Belum Dibebaskan Tinggal 750 M
Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wenseslaus Manggut AMSI Nilai Hoaks Pengaruhi Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Media Massa
Kadisparekraf Provinsi Riau Roni RakhmatKadisparekraf Riau Berharap Ekonomi Masyarakat Bangkit dengan Hadirnya Desa Wisata
IlustrasiRealisasi Transfer Dana Desa Se-Riau Capai Rp15,96 Triliun
  IlustrasiPolisi Diduga Kriminalisasi Petani, Koalisi Desak Kapolres Kampar Dicopot
Adi Putra terpilih secara aklamasi sebagai ketua PWI Kabupaten Bengkalis dalam Konferkab V, periode 2021 - 2024.Adi Putra Terpilih Jadi Ketua PWI Bengkalis
IlustrasiSebaran Corona di Indonesia 23 Oktober: Riau Cuma Tambah 9 Kasus
Jonatan ChristieAnthony Ginting dan Jonatan Christie Mundur dari French Open 2021, Ini Penyebabnya
IlustrasiKapolsek yang Perkosa Anak Tersangka Akhirnya Dipecat!
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Penyambungan Pipa Proyek IPAL di Simpang Jl Teratai-Jl Ahmad Dahlan
 
 
 
 
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved