KAMPAR - Anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Kampar, Edi Basri, menyayangkan penutupan Jembatan Danau Bingkuang akibat hilangnya sejumlah material bangunan berupa baut yang diduga dicuri oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Menurutnya, aksi pencurian tersebut bukan hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga mengganggu aktivitas dan keselamatan masyarakat.
Edi Basri menilai pencurian material jembatan telah menimbulkan dampak besar terhadap kelancaran arus transportasi di Kabupaten Kampar hingga sejumlah daerah lain di Provinsi Riau. Sebab, jembatan tersebut merupakan salah satu akses penting yang setiap hari dilalui masyarakat.
"Ini adalah kepentingan umum. Seharusnya sekepepet apa pun kondisinya, jangan melakukan kejahatan seperti mencuri baut jembatan. Itu akan merugikan semua masyarakat," ujar Edi Basri.
Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan, Jembatan Danau Bingkuang merupakan jalur strategis yang menghubungkan mobilitas masyarakat dari Bangkinang menuju Pekanbaru maupun ke sejumlah daerah lainnya, termasuk Kabupaten Rokan Hulu.
Tak hanya melayani transportasi antarkabupaten, jalur tersebut juga menjadi lintasan transportasi antarprovinsi. Karena itu, penutupan jembatan dinilai berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, distribusi barang, hingga roda perekonomian.
Edi Basri juga menilai peristiwa pencurian material jembatan menjadi perhatian serius karena dapat mencoreng citra daerah. Ia meminta seluruh pihak meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas umum agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Selain itu, ia mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan menindak tegas pelaku pencurian agar memberikan efek jera. Menurutnya, lemahnya pengawasan terhadap aset publik dapat menjadi salah satu penyebab tindak kejahatan semakin marak.
Di sisi lain, Edi Basri juga meminta instansi terkait segera melakukan perbaikan dan mengambil langkah cepat agar Jembatan Danau Bingkuang dapat kembali difungsikan. Dengan demikian, aktivitas transportasi masyarakat tidak terganggu dalam waktu yang lama dan konektivitas antarwilayah dapat kembali normal.