PEKANBARU - Pembahasan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Riau 2025 kembali dilanjutkan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Rabu (22/7/2026).
Rapat yang berlangsung di tengah perhatian publik setelah insiden bentrokan di lingkungan DPRD Riau pada pekan sebelumnya itu menjadi bagian penting dalam proses finalisasi sebelum agenda paripurna digelar.
Pertemuan dipimpin Ketua DPRD Riau Kaderismanto bersama sejumlah anggota Banggar.
Beberapa anggota dewan yang terlihat mengikuti rapat antara lain Androy Ade Rianda, Abdullah, Khairul Umam, Imustiar, Ginda Burnama dan Darmalis.
Dari unsur Sekretariat DPRD Riau, hadir Sekretaris DPRD Riau Renaldi bersama jajaran kepala bagian.
Sementara itu, pihak eksekutif diwakili sejumlah pejabat yang tergabung dalam TAPD, termasuk jajaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas PUPR PKPP serta perwakilan organisasi perangkat daerah lainnya.
Rapat dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, dua legislator yang sebelumnya terlibat dalam insiden bentrokan di gedung DPRD Riau tidak tampak mengikuti pertemuan tersebut.
Keduanya adalah Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet.
Pembahasan bersama Banggar dan TAPD tersebut menjadi tahapan lanjutan sebelum DPRD Riau menggelar rapat paripurna terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD Riau Tahun Anggaran 2025.
Agenda paripurna dijadwalkan berlangsung pada Kamis (23/7/2026) dan rencananya akan dihadiri langsung Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto.
Dengan demikian, rapat Banggar dan TAPD menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh pembahasan yang berkaitan dengan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025 dapat dirampungkan sebelum masuk ke forum paripurna.
Kelanjutan pembahasan ini juga menandai bahwa proses administrasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran daerah tetap berjalan setelah dinamika internal yang terjadi di DPRD Riau dalam beberapa hari terakhir.