www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Kena Imbas Pembangunan Waduk Tenayan Raya, Warga Datangi Komisi I Minta Bantuan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


DPRD Desak SF Hariyanto Turun Tangan, RTRW Riau Tersandera Konflik Tata Ruang
Kamis, 11 Juni 2026 - 22:27:25 WIB
Anggota DPRD Riau, Edi Basri.(foto: int)
Anggota DPRD Riau, Edi Basri.(foto: int)

PEKANBARU - Upaya penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Riau masih menghadapi hambatan serius.

Salah satu kendala terbesar adalah keberadaan sekitar 80.000 hektare lahan yang memiliki status tumpang tindih antara kepemilikan masyarakat dan kawasan hutan negara.

Persoalan tersebut menjadi perhatian DPRD Riau karena berpotensi terus menghambat pengesahan RTRW yang selama ini dinilai sangat penting sebagai dasar pembangunan, investasi, dan kepastian hukum tata ruang di daerah.

Anggota DPRD Riau, Edi Basri menjelaskan, perbedaan pandangan antara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan Kementerian Kehutanan menjadi faktor utama yang membuat persoalan ini belum menemukan titik temu.

Menurutnya, puluhan ribu hektare lahan tersebut telah memiliki sertifikat atas nama masyarakat, namun pada saat yang sama masih tercatat sebagai kawasan hutan dalam peta kehutanan.

"ATR BPN tidak mau menandatangani jika lahan itu belum diputihkan, karena dianggap sebagai perbuatan hukum yang bermasalah. Sementara Kementerian Kehutanan tidak mau memutihkan karena lahan tersebut masih berstatus kawasan hutan," kata Edi Basri, Kamis (11/6/2026).

Edi berharap Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto segera mengambil langkah koordinatif dengan mempertemukan pihak ATR/BPN dan Kementerian Kehutanan dalam forum pengambilan keputusan tingkat tinggi.

Menurutnya, penyelesaian persoalan lintas kementerian tersebut sangat diperlukan agar proses penyusunan RTRW tidak kembali berlarut-larut.

DPRD Riau menilai, apa pun bentuk kebijakan yang nantinya dipilih pemerintah pusat, prioritas utama adalah memastikan RTRW dapat segera ditetapkan menjadi peraturan daerah yang memiliki kekuatan hukum.

"Bagi kita di DPRD, enggak masalah mau sifatnya di-blur atau digandakan, yang penting RTRW bisa kita tetapkan sebagai sebuah peraturan daerah. Itu saja," ujarnya.

Untuk mempercepat penyelesaian masalah, DPRD Riau mengusulkan dua alternatif yang dinilai dapat menjadi jalan tengah bagi seluruh pihak.

Opsi pertama adalah menerapkan metode blur area, yakni tetap memasukkan wilayah yang bermasalah ke dalam peta RTRW dengan keterangan khusus bahwa kawasan tersebut masih berstatus kawasan hutan.

Sementara opsi kedua adalah menyusun dua lampiran peta berbeda dalam RTRW.

Lampiran pertama menggunakan kategori "putih" dan lampiran kedua kategori "hijau", yang masing-masing memiliki konsekuensi hukum tersendiri sesuai status lahannya.

Edi menilai pendekatan tersebut dapat menjadi instrumen mitigasi risiko hukum sekaligus menjaga keberlanjutan proses penetapan RTRW.

"Ini bisa dilakukan untuk mengamankan semua sektor dalam kaitan penilaian dan tindakan hukum di kemudian hari," jelasnya.

Keberadaan RTRW yang definitif dinilai sangat penting bagi Riau karena menjadi dasar dalam pengendalian pemanfaatan ruang, penerbitan perizinan, pengembangan kawasan industri, pembangunan infrastruktur, hingga perlindungan lingkungan.

Tanpa kepastian tata ruang, berbagai program pembangunan daerah berpotensi mengalami hambatan administrasi maupun hukum.

Karena itu, DPRD berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat segera menemukan formulasi terbaik agar RTRW Riau dapat segera disahkan.

Sumber: suara.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Kena imbas pembangunan Waduk Tenayan Raya, warga mendatangi Komisi I minta bantuan (foto/Mimi)Kena Imbas Pembangunan Waduk Tenayan Raya, Warga Datangi Komisi I Minta Bantuan
Sekretaris Daerah Kabupaten Inhu, Zulfahmi Adrian menjadi inspektur upacara peringatan Hari Krida Pertanian (foto/ist)Upacara Hari Kesadaran Nasional, Pemkab Inhu Fokus pada Pertanian dan Pencegahan Stunting
Penyerahan bantuan 80 buku bacaan kepada SD Negeri 005 Lubuk Gaung sebagai bagian dari upaya mendukung literasi dan pendidikan bagi generasi muda di sekitar wilayah operasional perusahaan.PT ESM Donasikan 80 Buku Bacaan untuk Dukung Literasi Anak di Lubuk Gaung
Kepala Dinas Perhubungan Kuansing, Hendri Wahyudi (foto/int)Dishub Kuansing Tuntaskan Pemasangan 13 Lampu PJU di Arena Utama MTQ Riau
Hendry Munief meluncurkan buku Jejak 1 Tahun Pengabdian, angkat kinerja sebagai anggota DPR RI (foto/ist)Hendry Munief Luncurkan Buku Jejak 1 Tahun Pengabdian, Angkat Kinerja sebagai anggota DPR RI
  Ilustrasi harga sawit Riau tembus Rp3.696 per kilogram (foto/int)Petani Sawit Tersenyum, Harga TBS Swadaya Riau Menguat Jadi Rp3.696 per Kg
Salah satu mahasiswa menyampaikan orasinya dalam unjuk rasa di  Jakarta Pusat beberapa waktu lalu (foto/Kompas)Massa Mahasiswa dan Masyarakat Demo di Jakarta Hari Ini, 4.576 Polisi Dikerahkan
Gerbang UIR.UIR Duduki Peringkat Pertama Kampus Swasta Terbaik di Riau versi EduRank 2026
Polres Rokan Hilir berhasil ungkap kasus pencurian dupa di Kelenteng Hai Cuking (foto/afrizal)Polres Rohil Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Dupa di Kelenteng Hai Cuking
Ilustrasi tujuh hotspot terpantau di Riau (foto/int)104 Titik Panas Terpantau di Sumatera, Riau Sumbang 7 Hotspot
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved