www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Mahasiswa UIN Suska Riau Sabet Juara Umum Lomba Esai Nasional Lewat Inovasi Berbasis Kearifan Lokal
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Banyak Kepala Daerah Terjerat Hukum, Legislator Riau Dorong Pilkada Lewat DPRD
Senin, 12 Januari 2026 - 06:39:37 WIB
Wakil Ketua DPRD Riau dari Partai Gerindra, Budiman Lubis.(foto: int)
Wakil Ketua DPRD Riau dari Partai Gerindra, Budiman Lubis.(foto: int)

PEKANBARU - Wacana pemerintah untuk mengubah mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) dari sistem pemilihan langsung oleh rakyat menjadi dipilih melalui DPRD kembali menguat.

Di Riau, gagasan ini mendapat dukungan dari Partai Gerindra dan sejumlah politisi daerah yang menilai perubahan tersebut dapat menjadi jalan keluar atas berbagai persoalan mendasar dalam demokrasi lokal.

Wakil Ketua DPRD Riau dari Partai Gerindra, Budiman Lubis secara terbuka menyatakan dukungan terhadap rencana pengembalian mekanisme Pilkada ke DPRD, tidak hanya untuk pemilihan gubernur, tetapi juga bupati dan walikota.

Menurut Budiman, sistem Pilkada langsung yang diterapkan selama ini masih menyisakan banyak masalah serius, terutama terkait tingginya biaya politik dan dampaknya terhadap integritas kepala daerah terpilih.

“Selain lebih efisien dari sisi anggaran, Pilkada melalui DPRD berpotensi melahirkan pemimpin yang lebih kompeten,” ujar.

Budiman menilai, mekanisme pemilihan melalui DPRD memungkinkan proses seleksi berbasis rekam jejak, kapasitas, serta program kerja yang lebih terukur.

Berbeda dengan Pilkada langsung yang kerap didominasi faktor popularitas dan kekuatan modal.

Ia juga menyoroti maraknya kepala daerah yang tersandung kasus hukum dalam beberapa tahun terakhir sebagai sinyal perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang ada saat ini.

“Fenomena banyaknya kepala daerah yang berurusan dengan hukum menjadi indikasi bahwa Pilkada langsung masih menyimpan persoalan serius yang belum terselesaikan,” katanya.

Lebih lanjut, Budiman menegaskan bahwa besarnya biaya politik dalam Pilkada langsung menjadi salah satu faktor utama yang mendorong praktik korupsi dan penyalahgunaan kewenangan pasca-pemilihan.

“Salah satu faktor utama kepala daerah berurusan dengan hukum adalah besarnya biaya politik dalam Pilkada langsung,” tegasnya.

Menurutnya, tekanan untuk mengembalikan modal politik sering kali membuat kepala daerah terjebak pada praktik penyelewengan anggaran setelah menjabat.

Selain faktor biaya, Budiman juga menyinggung pola pikir sebagian masyarakat yang masih pragmatis dalam berpolitik.

Kondisi tersebut dinilai memperparah praktik politik uang dan transaksi kekuasaan dalam Pilkada langsung.

“Praktik politik uang dan politik transaksional masih sulit dipisahkan dari Pilkada langsung,” sebutnya.

Budiman berpandangan, Pilkada melalui DPRD dapat menjadi solusi alternatif, setidaknya dalam jangka menengah, untuk menekan biaya politik dan meminimalisir potensi pelanggaran hukum.

“Coba kita lihat, berapa banyak kepala daerah yang akhirnya berurusan dengan KPK dan penegak hukum lainnya. Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah pusat saat ini tengah mengkaji opsi perubahan sistem Pilkada, dari yang sebelumnya dipilih langsung oleh masyarakat menjadi dipilih melalui DPRD, sebagai bagian dari evaluasi demokrasi dan tata kelola pemerintahan daerah.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
UIN Suska Riau harumkan nama Riau, borong prestasi di ajang esai nasional (foto/ist)Mahasiswa UIN Suska Riau Sabet Juara Umum Lomba Esai Nasional Lewat Inovasi Berbasis Kearifan Lokal
Pemprov Riau-Komnas HAM membahas sengketa lahan Rohul dan Kampar (foto/int)Pemprov Riau-Komnas HAM Fokus Penanganan Sengketa Lahan di Rohul dan Kampar
Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar (foto/int)Jadi Ketua Jaringan IMT-GT, Pemko Pekanbaru Mantapkan Langkah Jadi Green City
Ilustrasi harga emas Antam di Pekanbaru bertahan tinggi (foto/int)Cek Harga Emas Antam Hari Ini di Pekanbaru
Ilustrasi waspada hujan lebat disertai petir dan angin kencang di Riau (foto/int)Sebagian Besar Riau Berpotensi Diguyur Hujan, Ini Peringatan BMKG
  Polytron.3 Rekomendasi AC 1/2 PK Low Watt Terbaik untuk Ruangan Cepat Dingin dan Hemat Listrik
Korban yang terjatuh dari Jembatan Rantau Berangin, Kampar ditemukan meninggal (foto/int)Korban Jatuh di Sungai Kampar Ditemukan Sejauh 5,4 Km dari Lokasi Awal
Aliansi Mahasiswa Pemerhati Hukum Provinsi Riau (AMPHR) mendatangi Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, Rabu (15/7/2026).AMPHR Desak Kemenag Riau Evaluasi Total MAN 1 Pekanbaru, Minta Kepala Sekolah Dicopot Jika Dugaan Pungutan Terbukti
Ilustrasi Riau masih rawan Karhutla (foto/ist)Riau Terdeteksi 28 Hotspot, Bengkalis Terbanyak
Suzuki XL7.Black Sporty Jadi Senjata Baru Suzuki New XL7 Alpha Hybrid, Tampil Lebih Modern dan Elegan
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved