PEKANBARU – Kalangan DPRD Kota Pekanbaru mendukung upaya Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam menuntaskan program pemeliharaan jalan dan drainase sepanjang 2026.
Namun, dukungan tersebut disertai pesan agar seluruh pekerjaan yang sedang berjalan tidak hanya mengejar target penyelesaian, tetapi juga memperhatikan kualitas hasil pembangunan.
Sekretaris Komisi IV DPRD Pekanbaru, H Roni Amriel SH MH, meminta agar sisa pekerjaan perbaikan jalan dan drainase tahun ini dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
"Intinya, support dari semua pihak, termasuk kita untuk pekerjaan ini sangat penting. Tapi tidak juga mengabaikan kualitas," sarannya, Minggu (1/11/2026).
Menurutnya, penyelesaian pekerjaan infrastruktur harus tetap mengutamakan mutu agar hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Dukungan DPRD tersebut sejalan dengan upaya Dinas PUPR Pekanbaru yang saat ini tengah mengejar target pemeliharaan jalan hampir 60 kilometer sepanjang 2026.
Dari total target tersebut, sekitar 47 kilometer telah terealisasi. Artinya, masih ada sekitar 12 kilometer jalan yang harus diselesaikan hingga akhir tahun.
Kepala Dinas PUPR Pekanbaru, Edwar Riansyah, menjelaskan sejumlah lokasi yang masuk dalam rencana pengerjaan meliputi kawasan Senapelan, Jalan Palapa, Jalan Cahaya Payung Sekaki, Jalan Taman Sari Bukitraya, kawasan sekitar Danau Buatan, hingga Jalan Limbungan Rumbai.
"Insya Allah, kami optimis sisa pekerjaan ini, bisa diselesaikan dengan memaksimalkan waktu dan anggaran yang tersedia," kata Edwar.
Tidak hanya jalan, Dinas PUPR juga terus menggesa pengerjaan drainase di enam ruas jalan. Beberapa lokasi yang menjadi sasaran pekerjaan di antaranya Jalan Suka Karya, Jalan Dharma Bakti, Jalan Paus, dan Jalan Embun Pagi.
Berdasarkan perkembangan di lapangan, progres pengerjaan drainase saat ini bervariasi antara 60 hingga 80 persen.
Edwar berharap seluruh pekerjaan tersebut dapat diselesaikan pada pertengahan hingga akhir Desember 2026. Dengan begitu, manfaat pembangunan bisa segera dirasakan masyarakat, terutama dalam mengurangi potensi genangan dan banjir.
"Mudah-mudahan pada pertengahan hingga akhir Desember, seluruh pekerjaan sudah selesai. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, terutama dalam upaya penanganan potensi banjir," harapnya.
Terkait kemungkinan penambahan lokasi pengerjaan drainase tahun ini, Edwar menyebut belum ada rencana penambahan titik baru untuk penanganan berskala besar. Hal tersebut mempertimbangkan waktu pelaksanaan yang tersisa sekitar dua bulan.
Meski demikian, penanganan secara insidental tetap memungkinkan dilakukan, terutama jika ditemukan kerusakan infrastruktur yang membutuhkan perbaikan segera, seperti saluran yang patah maupun box drainase yang mengalami kerusakan.
Di sisi lain, Edwar mengakui anggaran yang tersedia saat ini belum sepenuhnya mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan perbaikan jalan dan drainase di Kota Pekanbaru.
"Sangat perlu dukungan anggaran tambahan, agar penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh," akunya.
Untuk itu, Dinas PUPR berharap sejumlah titik drainase yang menjadi prioritas dapat kembali diusulkan dalam perencanaan anggaran 2027.
"Ini semata-mata, agar penanganan drainase bisa lebih maksimal, plus meminimalkan potensi banjir di sejumlah kawasan di kota ini," aku Edwar.
Dukungan DPRD dan perencanaan anggaran yang lebih memadai diharapkan dapat memperkuat upaya Pemko Pekanbaru dalam meningkatkan kualitas infrastruktur. Dengan demikian, perbaikan jalan tidak hanya tuntas secara fisik, tetapi juga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat.