PEKANBARU – Realisasi program pembangunan melalui APBD Perubahan 2026 Kota Pekanbaru masih menunggu hasil evaluasi Gubernur Riau.
Jika proses tersebut rampung pekan ini, anggaran senilai Rp3,26 triliun itu berpeluang mulai dibelanjakan pada akhir Oktober 2026.
Ketua DPRD Pekanbaru, M Isa Lahamid mengatakan, pemerintah daerah masih menunggu penyelesaian tahapan evaluasi sebelum anggaran dapat dieksekusi.
"Kita menunggu evaluasi dari Gubernur. Mudah-mudahan dalam waktu dekat rampung," kata Isa, Senin (19/10/2026).
Menurut Isa, peluang realisasi anggaran pada akhir bulan ini bergantung pada kecepatan penyelesaian evaluasi serta tindak lanjut hasilnya di DPRD Pekanbaru.
Kondisi ini membuat waktu pelaksanaan program dalam APBD Perubahan semakin terbatas.
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru perlu memastikan tahapan administrasi segera diselesaikan agar anggaran tidak terlambat digunakan dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
DPRD Pekanbaru sebelumnya meminta pemerintah kota tetap memprioritaskan program yang berdampak langsung terhadap kebutuhan warga.
Sejumlah sektor yang menjadi perhatian meliputi pembangunan dan perbaikan jalan, pembenahan drainase, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Isa menegaskan, program yang telah direncanakan harus segera dijalankan setelah seluruh prosedur anggaran dinyatakan selesai.
"Setelah semua tahapan selesai, kita minta anggarannya langsung dieksekusi saja," tukasnya.